
Keesokan harinya Rey beserta keluarga menjenguk tuan Jonathan dan istrinya..Awalnya Rey hanya mengajak sang Dady dan Erick saja tapi ketika mendengar rengekan Laura akhirnya dia luluh.
"Kau yakin akan ikut baby..?"
"Iya hubby"
"Baiklah..tapi jangan terlalu lelah ya.."
"Iya by.. cepat ayo by Laura mau ketemu momy dan Dady"
"Baiklah"
Akhirnya semua anggota keluarga Wilson pergi ke rumah sakit para bocil di rumah dengan para susternya..Rey tak ingin anak-anaknya ikut karena rumah sakit bukan tempat yang baik bagi para bocil itu.
Sesampainya di rumah sakit Rey dan keluarganya segera menuju ruang rawat tuan Jonathan dan juga istrinya.
"By Dady dan momy pasti sembuh kan..iya kan by..?"
"Iya sayang..berdoa aja ya"
Rey sebenarnya tidak yakin akan itu tapi dia sebisa mungkin tidak menunjukkan kekhawatiran nya di depan Laura..kemarin dokter yang menangani tuan Jonathan bilang jika kemungkinan untuk hidup sangat kecil lain halnya dengan nyonya Mariana yang masih memiliki peluang besar.
Rey tidak menceritakan hal itu pada Laura karena dia takut istri nya akan kepikiran dan malah jatuh sakit lagi.
Sampailah mereka di ruang rawat tuan Jonathan dan istrinya..Rey meminta ijin pada sang dokter agar dia dan Laura di perbolehkan masuk kedalam.
"Baby ayo masuk.."
"Iya by"
Rey dan Laura masuk kedalam..Laura menatap kedua orangtuanya dengan tatapan penuh kesedihan..baru saja dia menemukan orangtuanya tapi kenapa semuanya harus begini.
Laura mendekati sang mama..dia usap punggung tangan ibunya..sakit melihat orangtuanya berbaring lemah tak berdaya di atas brankar rumah sakit.
"M..momy..hiks.. kenapa mom..kenapa semuanya begini..hiks"
"Baby sudahlah jangan begini..jika kau begini lalu bagaimana dengan momy dan Dady nanti..kau harus kuat baby"
"T..tapi by..Laura nggak nyangka momy dan Dady akan seperti ini hiks..Laura udah bilang sama mereka supaya nggak pulang dulu hiks tapi mereka malah ngeyel hiks.."
"Sudah sayang..doakan saja semoga momy dan Dady cepat sembuh dan bisa berkumpul bersama kita seperti dulu lagi oke"
"Iya by"
__ADS_1
Laura berpindah ke brankar tuan Jonathan..sungguh hatinya benar-benar sakit melihat berbagai alat bantu penunjang kehidupan menempel di tubuh sang Dady.
"By kenapa banya kabel di tubuh Dady by..Dady nggak apa-apa kan by..iya kan by"
"Hey hey hey..dengerin aku baby..Dady dan momy akan baik-baik saja..aku akan usahakan yang terbaik untuk mereka.. percayalah"
"Janji ya by..janji sama Laura "
"Iya sayang..udah yuk keluar dulu..biarin momy dan Dady istirahat"
"Hm"
Rey dan Laura keluar dari kamar rawat tuan Jonathan dan istrinya..Laura masih menangis..Rey tau jika akan jadi begini..dia sebenarnya tidak mau istri nya ikut ke rumah sakit ya Karena begini pasti Laura akan sedih berkepanjangan.
"Dad,mom kalian boleh masuk dulu"
"Ya..kami masuk dulu Rey"
"Ya"
Mama Rey dan papa Rey masuk kedalam..mereka melihat sahabatnya terbaring lemah di atas ranjang pasien..sungguh mereka tak menyangka akan jadi seperti ini.
"Jo kenapa kau tidur terus hah..kau tak ingin bermain catur denganku hm..bangunlah Jo..kau harus kuat.. anak-anak menunggu mu.. cucu-cucu kita juga menunggumu mereka ingin bermain denganmu Jo.."
Setetes air mata jatuh di pipi Dady Wil..dia sedih sahabatnya dalam kondisi antara hidup dan mati..Rey sudah menceritakan semua padanya bahwa kemungkinan untuk bertahan hidup sangatlah kecil.
"Mariana..kau tak ingin menculik cucu kita lagi hm..bangunlah..jangan tidur terus Mariana.. anak-anak menantimu cucu kita juga rindu ingin bermain denganmu lagi..kau harus bangun dan sembuh jika tidak aku akan membawa Laura dan anak-anaknya pergi jauh agar kau tak bisa menemukan mereka..kau harus sembuh harus"
Mama Rey begitu sedih.. tubuhnya bergetar hebat..dia tak menyangka sahabat nya akan berakhir seperti ini.
Mama Rey dan Dady Wil keluar setelah cukup lama mengeluarkan unek-uneknya.
"Sebaiknya kalian pulang saja..biar kami yang menjaga mereka..Laura kau harus kuat ya nak..demi orangtuamu " ucap mama Rey sambil memeluk Laura yang masih menangis.
"Tapi Laura mau jagain momy dan Dady mom..Laura nggak mau jauh-jauh dari mereka hiks"
"Sayang dengerin momy ya..kau masih punya anak-anak sayang..mereka juga butuh perhatian mu..jangan buat mereka sedih ya nak..biar momy dan Dady yang menjaga orangtuamu kau mengerti..?"
"Baiklah mom..Laura tutup momy dan Dady..kalau ada kabar apapun itu kasih tau Laura ya mom"
"Iya sayang..sudah sana Rey antarkan Laura pulang nak"
"Iya mom..kami permisi dulu mom dad"
__ADS_1
"Ya hati-hati"
Rey dan Laura pulang ke rumah.. sebenarnya Laura enggan meninggalkan rumah sakit..entah kenapa dia memiliki firasat yang tidak baik..semoga hanya angin lalu saja.
"Baby kau kenapa hm..?"
"Laura hanya punya firasat jelek by..entahlah"
"Sudahlah baby..jangan terlalu di pikirkan..aku akan usahakan yang terbaik untuk mereka"
"Iya by.. terimakasih"
"Untuk..?"
"Untuk selalu ada di saat Laura butuh.."
"Sama-sama sayang..itu sudah jadi kewajiban ku sebagai suamimu baby"
Laura dan Rey sampai di rumah..mereka turun dan langsung membersihkan diri karena tubuh mereka pasti banyak kuman setelah dari rumah sakit.
Selesai membersihkan diri mereka menuju kamar anak-anak.
"Hay sayang-sayangku..kalian lagi apa..?"
"Sus biar saya dan istri saya yang menjaga mereka kalian istirahatlah"
"Baiklah tuan..kami permisi"
"Ya"
Rey dan Laura bermain dengan ketiga anaknya.. sejenak Laura lupa akan kesedihannya setelah bermain dengan para bocil.
"By ko Gio sifatnya kaya kamu ya..posesif sama momynya bahkan kedua adiknya nggak boleh deket-deket sama aku"
"Entahlah baby..padahal aku nggak begitu-begitu amat..bahkan aku nggak boleh deket-deket sama kamu bener-bener anak ini"
"Hahaha..makannya jangan terlalu posesif sama Laura jadi gini kan di bales sama anak sendiri"
"Hahah iya kamu bener baby"
Rey melihat Laura tersenyum dia lega karena Laura sejenak bisa lupa akan kesedihannya..biarlah dia Kana usahakan yang terbaik untuk mertuanya..apapun akan Rey lakukan agar Laura bisa tersenyum lagi.
Guys maaf ya hari ini up 1 dulu soalnya lagi meriang.. badannya gak enak..
__ADS_1
Buat ngapa2in bener2 gak enak nih badanku..maafkan dan doakan semoga bisa up lagi kaya kemarin2.
πππ