PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 121_Semakin Pulih


__ADS_3

Semakin hari kondisi Dady Jo semakin membaik..bahkan beberapa kali terlihat kelopak matanya bergerak-gerak ingin di buka tapi masih berat.


Tak jarang juga jemarinya bergerak seakan merespon setiap rangsangan yang di berikan pada nya.


"Dad.. bangunlah..sudah terlalu lama kau tidur..kau ini kepala rumah tangga..tidak cocok seorang Jonathan Richard terbaring lemah di ranjang pasien..bangunlah Jo..aku menunggumu Jo" ucap momy Mari.


Setiap hari selalu ada yang menjaga dan menemani Dady di rumah sakit..mereka tak mau mengambil resiko sekecil apapun itu.


Beberapa anak buah Rey juga turut mengamankan lokasi sekitar ruang khusus Dady Jo..Rey benar-benar total dalam mempersiapkan segala nya..bahkan suster yang ingin memeriksa harus melakukan pemeriksaan dulu..Rey juga mengutus seorang dokter kepercayaan nya untuk sekedar berjaga-jaga jika ada hal yang tak di inginkan.


"Dad kapan Jonathan akan bangun kira-kira..?"


"Entahlah mom..kita lihat saja..semoga secepatnya dia sadar mom"


"Ya..momy tidak tega melihat Laura dan Mari terpuruk dengan kondisi Jonathan"


"Dady juga berfikir begitu mom..tapi sekali lagi serahkan semuanya kepada Tuhan..dia yang lebih tau mana yang terbaik"


*


*


Dady Wil bukan serahkan pada Tuhan tapi pada author 😁


*


*


Laura menjalankan aktifitas nya seperti biasa..dia masih sibuk menjadi ibu rumah tangga..dia tak ingin berjauhan dengan para bocil..walau kadang Rey merengek agar dia menjadi sekertaris pribadinya..Laura tau itu hanya modus suaminya saja supaya bisa berduaan dengan nya.


"Baby..please ya..mau ya...ya..ya..ya..hm..?" wajah Rey di bikin seimut mungkin agar bisa membuat Laura luluh.


Laura menatap wajah suaminya..dia seketika tertawa.. perutnya sakit.. benar-benar wajah macam apa itu.


"Hahahaha...hahahha..aduh..aduh..perutku..astaga..hahha..hubby..ganti ekspresi mu Laura nggak kuat pengen ketawa hahaha"


Laura masih tertawa dan itu membuat Rey mendelik tak senang..dia sudah berusaha semaksimal mungkin membuat wajah seimut ini malah mendapatkan tertawaan dari istri nya.


"Baby kenapa kau tertawa..aku ngambek kalo gitu" Rey pura-pura merajuk dia memalingkan wajahnya agar Laura tak melihat nya.


Laura seolah sadar bahwa suaminya benar-benar merajuk..dia berhenti tertawa kemudian dia bangkit dari lantai setelah puas tertawa.


"By..jangan ngambek kenapa..nanti nggak tampan lagi loh..?"


"......"

__ADS_1


"Astaga suamiku ngambek benaran..ya udah jatah malam ini gak usah aja ya padahal 3 ronde loh" Laura dengan entengnya mengucap kata keramat itu yang mana membuat Rey segera menoleh dan melihat istrinya.


"Baby..kau jangan bercanda sayang..masa Jono di suruh istirahat dulu sih..aku nggak jadi ngambek kok baby.. serius beneran baby" ucap Rey sambil meringis menunjukan gigi putihnya.


Laura hanya bisa terkekeh..dia sudah paham tabiat Rey.. benar-benar jika kata keramat sudah terucap maka semarah apapun Rey pasti akan dengan cepat luluhnya.


"Jadi nggak ngambek nih.. baiklah"


"Jadi 3 ronde kan baby..?"


"Iya nanti malam..sekarang mandilah..bau tau..daripagi belum mandi"


"Biar belum mandi juga masih tampan kan..?"


"Ihhh pede"


Laura mlengos dia menuju kamar para bocil..dia tak mau berlama-lama dengan suaminya bisa-bisa jatah malam nanti nambah pula jadinya.


Sementara itu Rey pergi ke kamarnya dia mau mandi..dia juga mencium bau dari tubuhnya..tapi tetap tampan kok seperti katanya tadi.


*


*


Erick dan Nila masih betah dengan bayi mungil yang berusia 4 bulanan..bayi laki-laki yang tampan seperti ayahnya..tak lupa juga Via si cantik jiplakan sang ibu yang sudah menginjak usia 2,5 tahunan sama seperti Gian.


Erick melihat nya tak suka..anaknya sedang istirahat malah di toel-toel pipi nya.


"Yank jangan di toel-toel nanti bangun loh si Sean..kasian"


Nila hanya menatap suaminya malas..dia posesif sekali pada kedua anaknya..bahkan untuk sekedar menoel-noel pipi anaknya saja Erick tak suka dengan dalih nanti anaknya kasihan.


"Apaan sih yank..nggak kenceng juga kan toel-toel pipi nya"


"Tetep aja nggak boleh.. nanti mereka keganggu udah biarin aja"


"Huhh..serah kamu aja"


Nila jengah dengan sikap posesif Erick yang menurutnya di luar batas normal..walau yang lebih parah itu kakak iparnya sebenarnya.


"Nggak adik nggak kakak sama aja posesif akut"


Nila beranjak menuju kamar mandi..dia jadi mulas meladeni suaminya..dia ingin buang hajat dulu sebelum buang unek-unek.


Erick masih betah menatap penuh cinta kedua mahakaryanya yang sungguh membuatnya benar-benar jatuh cinta.

__ADS_1


"Anak-anakku memang sangat menggemaskan..sama sepertiku hihi"


Erick mencium pipi kedua anaknya dengan begitu lembut.. Erick tak ingin membuat tidur anaknya terganggu.


"Ok kalian bobo dulu ya..momy sama Dady nggak kemana-mana kok"


Erick beranjak menuju sofa..dia mengambil laptopnya dia memeriksa email-email yang masuk.


Erick membuka satu email dari Deril..Deril memberitahu nya bahwa rumah Rey di negara A di bakar seseorang.


"What the f*** siapa bajingan yang berani melakukan hal gila bin bodoh ini.."


Dia tidak memikirkan harga rumah itu tapi dia memikirkan kenangan yang tercipta oleh Rey dan Laura setelah perjuangan panjang yang mereka arungi.


"Bagaimana jika Kaka ipar dan ka Rey tau ya..aduh..sialan orang ini..awas kalau ketemu ku kasih ke Leon langsung kau"


Erick gemash dan kesal sendiri jadinya.. bagaimana dia harus mengatakan pada Rey nanti..pantas saja Deril tidak memberitahu pada Rey langsung..Deril tau pasti Rey akan murka.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka..Nila muncul dengan bathrobe dan handuk kecil yang melilit di kepala nya.


"Sudah selesai mainnya yank..?" tanya Nila.


"Yank"


Nila merasa Erick tidak dalam kondisi Baik-baik saja..dia tidak biasanya seperti ini..ada apa dengan suaminya.


"Ada apa yank..kenapa wajahmu tegang sekali..?"


"Gimana ini yank..?"ucap Erick ambigu.


"Gimana apanya..makannya ngomong"


Erick menghela nafas panjang..dia berusaha tenang.. bagaimana pun juga dia harus bisa mengendalikan keadaan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.


"Rumah ka Rey yang di negara A.."


"Rumah itu kenapa..bicara yang jelas yank..jangan sepotong gitu"


"Makannya jangan di potong..ihhh jadi pengen enak-enak kan jadinya"


"Ishhh udah kemana-mana ngomong nya..cepet ngomong yang bener..udah jadi bapak juga masih aja gitu"


"Ishhh kalau aja ini lagi nggak genting udah habis ku makan kau yank" sungut Erick yang gemas akan Nila.


"Cepetan atau aku pergi"

__ADS_1


"Iya sabar..rumah itu di bakar orang dan pelayan juga penjaga rumah meninggal di tembak oleh pelaku..tadi Deril udah kirim email ke aku dia nggak berani kasih tau ka Rey dia tau ka Rey pasti bakal marah besar"


"APAAAA..."


__ADS_2