
Keesokan harinya Laura meminta ijin untuk shopping dengan maam Rey..Rey mengijinkan tapi dengan membawa serta beberapa pengawal hanya untuk berjaga-jaga karna kondisinya belum memungkinkan.
Rey berangkat kantor setelah berpamitan oada orang-orang tercintanya..dia sebenarnya malas ke kantor karena ingin menemani istri dan momynya bershopping tapi apalah daya tugasnya masih banyak juga dia harus segera membereskan semua musuhnya.
Rey sampai di kantor dan masuk ke ruangannya..dia mulai memeriksa pekerjaan nya..tak berapa lama pintu ruangannya terbuka dan muncullah seorang wanita yang seusia mamanya masuk kedalam dan langsung duduk tanpa di suruh.
"Rey..keponakanku.. bagaimana kabarmu..?"
Rey hanya menatap datar tanpa berniat menjawab..dia malas berhadapan dengan keluarga gila seperti itu.
Sarah tertawa karena tidak mendapatkan tanggapan dari keponakan jauhnya.
"Ternyata kau masih sama ya Rey..sombong dan angkuh seperti dulu"
Rey hanya menjawab seperlunya saja.
"Apa maumu..?"
"Hahaha..aku mau keluargamu hancur berkeping-keping seperti kehidupan putriku yang sudah kalian hancurkan"
"Cih...pergi"
Rey malas meladeni orang di hadapannya saat ini.aaih banyak hal penting lainnya yang jauh leplbih pengin di bandingkan untuk sekedar mengobrol dengan manusia satu ini.
"Dasar anak kurang ajar..setelah kami membuat anakku mati sekarang kau bersikap seperti ini padaku..apa kau tak merasa bersalah sama sekali atas kematian putriku hah..akan ku pastikan kau menyesal telah bersikap buruk padaku Rey"
"Terserah.. pergi"
Sarah pun oergi setelah melakukan rencananya..tidak apa terlihat sedikit masalah dengan anak kurang ajar itu..kini dia bisa tahu apapun yang Rey lakukan lewat alat penyadap yang dia pasang di bawah meja kerja Rey.
"Tidak sia-sia usahaku.. sekarang aku tau apapun yang akan kau lakukan "
Sarah pergi dari perusahaan Rey..dia kembali ke apartemennya tapi belum sempat dia menuju apartemennya.. ponselnya berbunyi dia segara menjawabnya.
"Ada apa..?"
"Target tengh berada di pusat perbelanjaan dekat kawasan kediaman target sendiri bos.."
"Bagus..kirim lokasinya kali ini biar aku yang mengurusnya"
"Baik bos"
"Hahahha pucuk di cinta ulam pun tiba..Dewi Fortuna berpihak pada ku seperti nya.. betapa beruntungnya aku..rencanamu akan semakin sempurna saja jika seperti ini"
Sarah menuju pusat perbelanjaan yang di maksud oleh orang suruhannya..dia sampai dinsama dan segera mencari target.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukanmu Almira sialan"
Sarah menghampiri Laura dan mama Rey..dia berlagak seperti baru bertemu dan terkejut.. benar-benar kenapa tidak masuk nominasi piala Oscar saja ih.
"Oh.. Almira..benarkah itu kau..?"
Almira atau mama Rey mwnatao tak suka pada Sarah..kenapa dia bisa Bertemu dengan manusia yang tak punya malu di sini.. mengesalkan.
"Kau..ada apa..?"
"Wah semakin sombong juga kau ya..setelah membuat anakku mati kalian masih bisa bershopping di sini hah.. benar-benar tidak punya hati"
Laura hanay diam..dia tak mengerti maksud perempuan di hadapannya itu..anak..anaknya mati..siapa anaknya..dan ada urusan apa keluarga Wilson enagn kematian anaknya.
"Mom siapa..?" bisik Laura pada mama Rey.
"Ibu angkatnya Alya sayang"
Seketika wajah Laura mendadak suram..dia pucat..teringat kembali akan memar di paha Gia..Laura mulai kehilangan keseimbangan nya dan seketika pingsan setelah mengetahui identitas wanita di hadapannya.
"Ya aku ibunya Alya..orang yang sudah kalian penjarakan hanya karena slaah paham saja.."
"Salah paham..kau gila.. jelas-jelas anakmu tengh berada di kamar cucu-cucu ku juga ada kamera pengawas dibsana dan bisa membuktikan kebenaran nya.
"Terserah kau saja.. yang ku tahu adalah putriku sudah tiada Karana siksaan kalian..kalian harus menerima balasannya"
"Laura..astaga sayang bangun nak.."
Mama Rey begitu khawatir dengan kondisi Laura..dia menelfon Rey dan mengatakan bahwa istrinya tak sadarkan diri.
Rey yang saat itu tengh rapat mendapatkan telfon dari mamanya..dia angkat telfon dari mamanya.
Rey langsung keluar dari ruang rapat dan melesat menuju rumah.. bagaimana bisa terjadi seperti ini..ada apa dengan Laura.
Rey sudah di perjalanan..dia mengebut..Rey panik dan cemas..tak berapa lama dia sampai di rumah dan langsung berlari masuk menuju kamarnya.
"LAURA.."
Mama Rey keluar dari kamarnya dan menghampiri Rey..dia menenagkan Rey dulu takutnya anaknya terbawa emosi saat tau Laura tak sadarkan diri.
"Rey..hey tenang dulu nak "
"Mom apa yang terjadi..kenapa Laura bisa sampai seperti itu..?"
"Tadi kami sedang berkeliling di pusat perbelanjaan dan tak lama kami bertemu dengan Tante Sarah..awalnya Laura tidak tau siapa Sarah dan pada akhirnya Laura penasaran dan terpaksa momy memberitahu identitas Sarah pada Laura..seketika Laura berubah memuncak dan juga tubuhnya gemetar kemudian dia tak sadarkan diri"
__ADS_1
"Shitt perempuan itu.."
"Sudah nak temani Laura Sekarang tenangkan dia"
"Ya mom.. terimakasih"
"Sama-sama"
Rey masuk ke kamarnya dan melihat Laura tengh terlelap di atas ranjang..Rey mendekati Laura dan memegang tangan nya dengan lembut..sakit dia melihat istrinya seperti ini.
"Baby..sadar sayang..kau kenapa"
"Jangan seperti ini baby kau membuatku khawatir sayang..bangunlah maki aku, pukul aku Laura sepuasnya aku lebih baik kau hajar daripada seperti ini sayang..bangunlah La"
Rey menyenderkan kepalanya pada punggung tangan Laura..dia berjanji akan membalaskan Sarah nanti..berani sekali dia sudah mengusik istrinya hingga membangkitkan rasa bersalahnya lagi.
"Aku akan membalasnya untuk mu baby..bangunlah agar aku tau apa kemauan mu.."
Rey ikut berbaring di samping Laura..dia memeluk Laura..menyalurkan kehangatan satu sama lain.
*
*
Sementara itu di tempat lain Sarah sudah puas melihat keluarga Wilson terusik..dia akan terus mengganggu ketenangan keluarga Wilson hingga dendamnya terbalaskan..nyawa harus di bayar nyawa.
"Ahahahah...aku begitu puas melihat kekacauan mereka.. tunggulah nyawa harus di bayar nyawa..akan aku pastikan kalian semua mati di tanganku..hahahahah"
Sarah meminum winenya..dia begitu gembira dengan keberuntungan nya hari ini..dia berhasil menyadap ruangan Rey dan dia juga berhasil mengusik ketenangan Keluarga Wilson lewat menantunya.
Sarah menghubungi orang suruhannya untuk melakukan tugasnya.
"Apa sudah ada pergerakan atau kau mendapatkan sesuatu..?"
"Belum bos.. untuk sekarang mungkin belum ada pergerakan sama sekali karena kekacauan yang anda buat tadi bos"
"Hahaha..terus pantau katakan jika ada informasi apapun itu..aku tak ingin terlewatkan informasi sekecil apapun itu..kau mengerti..?"
"Ya bos saya paham..apa kita akan melakukan sesuatu bos oada keluarga target..?"
"Tidak usah untuk sementara.."
"Baiklah bos"
Sarah memutuskan sambungan telepon nya..dia tak tau jika Rey sudah tau ada alat penyadap di ruangannya..awalnya dia tak ngeh dengan itu sampai akhirnya dia menjatuhkan bulpoinnya ke bawah meja..Rey mengambilnya dan terkejut melihat sesuatu yang menyala di bawah mejanya.
__ADS_1
Dia memanggil Erick dan Deril kemudian Deril mengatakan lewat ponsel bahwa itu adalah alat penyadap..Rey terkejut kemudian bertanya apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Deril memounya ide..dia mengatakan pada Rey untuk membiarkannya tetap di situ dan berbuat seolah-olah tidak tau dengan semua ini.. Deril akan melacak lokasi nya setelah itu.