PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 52 #S2_Aku Akan Bertahan


__ADS_3

El mengejar Gia yang sudah di dekat mobil..untuk pertama kalinya El membangkang pada orangtuanya..dia kali ini tidak sejalan dengan orangtua nya.


El menarik tangan Gia..dia menghentikan Gia yang hendak membuka pintu mobil..dia tak mau kehilangan Gia..apapun dia akan lakukan asal dia tetap bersama Gia.. cintanya.


"Gia tunggu..please jangan tinggalkan aku" El tak kuasa untuk tidak memeluk Gia.


"Lepas El..kita tidak sejalan" berat pasti tapi Gia ucapkan walau dengan hati yang hancur.


"Tidak..tidak akan..aku tidak akan melepas mu..please jangan tinggalkan aku..kumohon..kita sama-sama mencari tahu masalah ini..ku mohon Gia"


"Huhhh..kau tau aku paling tidak suka Keluarga ku di hakimi begitu..aku bisa menerima kebencian dan dendam orang-orang yang tak suka pada keluarga ku tapi aku paling tidak suka Keluarga ku di hakimi bak Keluarga seorang pendosa" Gia akhirnya mengalah dia tak kuasa menahan gejolak amarah dalam hatinya.


"Maaf..maafkan aku..aku tidak tau harus bagaimana..maaf Gia..aku tetap akan bertahan apapun yang terjadi"


Gia tak berkata apa-apa lagi..dia tidak tau harus bagaimana sekarang..semuanya di luar dugaan..dia pikir Keluarga nya bisa tenang setelah musuh Keluarga nya telah di babat habis tapi ternyata tumbuh tunas baru dan salah satu tunas nya adalah keluarga El sendiri.


"Gia kumohon..please"


"Huhh.. baiklah aku akan bertahan sampai aku tidak sanggup lagi bertahan dan memilih pergi.. sebaiknya kau masuk dan caritau masalah keluarga mu dengan keluarga ku..aku pulang dulu" saran Gia.


El memilih mengantar Gia pulang karena dia tak mau Gia kenapa-kenapa..dia akan memastikan bahwa Gia aman sampai rumah..sudah jadi tugasnya sebagai seorang kekasih untuk memastikan keselamatan kekasihnya.


"Biar ku antar..jangan menolak karena aku tidak menerima penolakan"


"Baiklah"


Mereka meninggalkan rumah keluarga El..dalam hati masing-masing baik El maupun Gia mereka tengah memikirkan masalah apa yang sebenarnya dua keluarga itu hadapi di masa lalu.

__ADS_1


Sampailah mereka di rumah Gia..Gia keluar setelah berpamitan pada El..El tetap mengantar Gia hingga Gia masuk kedalam rumah..dia berjanji akan segera menguak fakta masa lalu yang sesungguhnya.


"Masuklah aku akan menunggumu di depan dan memastikan kau aman dan maaf atas nama keluarga ku aku meminta maaf pada keluarga mu" ucap El sambil mengelus kepala Gia.


"Tidak apa..sudah banyak orang yang mengincar Keluarga ku..aku sudah biasa menghadapi hal begini.. Keluarga ku tidak akan menyerang sebelum di serang terlebih dahulu.. Daddy selalu mengatakan pada kami bahwa jangan pernah menyinggung jika kau tak mau di singgung.. Daddy selalu melakukan semua dengan sangat rapih..dia membiarkan musuhnya lebih dulu..dia memberikan satu kesempatan berharga untuk musuhnya memperbaiki diri tapi musuh Daddy tidak pernah menghargai kesempatan yang Daddy berikan..maaf El jangan salahkan Keluarga ku jika salah satu keluarga mu di masa lalu menjadi korban Daddy ku..sungguh Daddy sudah memberikan kesempatan tapi kesempatan itu tidak digunakan dengan baik oleh mereka".


El mengelus pipi Gia..dia tersenyum hangat..dia peluk sebentar untuk mencari ketenangan dalam dekapan gadisnya.


"Aku percaya padamu Gia..walau aku baru mengenal keluarga mu tapi aku bisa merasakan kehangatan dalam keluargamu..aku tak peduli dunia menentang keras hubungan kita..aku tetap akan bertahan di sisimu..aku berjanji tidak akan melepas mu".


Gia tersenyum..dia tersentuh mendengar kata-kata El..dia juga akan bertahan walau badai datang silih berganti..dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan nya.


"Mari berjuang bersama El..buktikan kebenarannya pada dunia..aku akan berusaha yang terbaik "


"Ya.. mari berjuang bersama..aku juga akan berusaha sekuat tenaga ku untuk kebahagiaan kita..aku mencintaimu Gia..jangan pernah tinggalkan aku"


"Aku juga El..stay by my side"


"Aku berjanji Gia demi kebahagiaan semua aku akan melakukan apapun yang kubisa..aku akan mencari fakta kebenaran masa lalu agar aku bisa membuktikan pada keluarga ku bahwa aku memilih pendamping yang tepat.."


El memilih pulang untuk berbicara pada kedua orangtuanya..dia akan memastikan kebenaranya dulu..sudah cukup rasa penasaran nya selama ini..dia butuh kejelasan tentang masa lalu dua keluarga itu.


Skip>>>>>>>>>>


Gian kembali lagi ke kedai kopi di pinggir danau..dia sudah kembali 3x dalam seminggu terakhir hanya untuk sekedar ngopi..etssss tapi tunggu dulu walaupun bibirnya menyesap kopi panas itu tapi matanya berkeliaran di sekitar danau mencari sesuatu.


"Pesanan anda tuan"

__ADS_1


"Terimakasih"


Gian ingin bertanya pada pelayan itu tapi dia urungkan..dia merasa dirinya itu sudah aneh dalam seminggu terakhir ini..dia selalu datang ke kedai itu untuk sekedar ngopi tapi entah kenapa pandangannya mencari sesuatu yang dia juga tidak begitu yakin apa itu.


"Kenapa aku jadi memikirkan nya..hishhh lupakan Gian..fokus pada tujuan mu untuk menikmati kopi nikmat ini"


Gian memilih menyibukkan diri dengan ponselnya..dia melihat pesan dari Gia yang mengatakan butuh bantuannya..Gian membalas dengan singkat yang membuat Gia mengamuk mengumpatnya dalam balasan pesan berikut nya.


"Kakakku benar-benar mengerikan..tiada duanya"


Gian memasukkan ponsel nya kedalam saku celana nya..dia menyesap kopi itu hingga tandas..setelah itu dia bangkit hendak kembali tapi matanya menangkap sosok gadis yang kemarin dia lihat.


Gian masih memperhatikan gadis yang duduk di tepi danau itu dengan seksama..dia hanya memperhatikan saja takutnya gadis itu melompat kedalam danau dan tenggelam.


"Sedang apa dia..kenapa sering sekali kesana"


Gian memilih masuk ke mobil dan masih memperhatikan gadis itu dengan seksama..dia penasaran dengan yang gadis itu lakuakn di tepi danau setiap hari.


Keluarlah dia dari mobil dan berjalan mendekat ke arah gadis itu tapi dengan jarak aman..dia hanya penasaran dengan gadis itu..kenapa sring sekali duduk sendiri di tepi danau.


Setelah Gian mendekat dan jaraknya juga aman..Gian dapat mendengar suara tangis gadis itu..Gian jadi salah tingkah karena tiba-tiba gadis itu berbalik dan menatap ke arahnya.


"Kau siapa.. kenapa sembunyi di situ..?" tanya gadis itu dengan pipi yang masih basah karena air matanya.


Gian bagai pencuri yang kepergok sedang mencuri sesuatu..dia gelagapan sendiri.


"Aku tidak sembunyi"

__ADS_1


"Kau sedang main petak umpet ya..aku ikut"


Gian cengo mendengar kata-kata gadis itu..astaga tidak ada kerjaan apa hingga bermain petak umpet.


__ADS_2