PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 114_Kembali


__ADS_3

Rey kembali ke kamarnya..dia bersiao untuk mengatakan pada Laura berita buruk ini..dia harus siap dengan segala konsekwensinya..semoga istri nya bisa menerima keadaan ini.


"Hubby kau darimana..?"


Rey menatap sendu wajah cantik Laura..dia tak rela wajah itu di banjiri air mata..tapi dia harus bisa mengatakan kebenaran nya.


"Baby.."


"Ya by..ada apa..?"


"Aku...aku ingin bicara sesuatu denganmu.."


"Katakan"


"Janji dulu padaku..janji jangan berfikir macam-macam"


"Iya Laura janji"


"Kendalikan dirimu setelah mendengar apa yang aku katakan..hm."


"Iya by"


Rey menarik nafasnya dalam..dia sungguh berat untuk mengatakan fakta ini..tapi dia harus mengatakannya demi kebaikan bersama.


"Baby..momy dan Dady Jo..mereka..mereka.."


Lidah Rey Kelu untuk melanjutkan ucapannya..sungguh ada rasa sesak untuk menyampaikan berita ini.


"Momy dan Dady kenapa by..?"


"Mereka.. kecelakaan baby"


JEDUARRRRRRRRR........


Laura terduduk lemas..dia terkejut..tatapannya kosong..wajahnya pucat..Rey semakin tak tega melihat Laura seperti ini.


"Baby..hey Laura..kau sudah berjanji akan mengendalikan diri mu sayang..Laura ku mohon jangan begini"


Rey menatap mata Laura..kosong..Laura menatap suaminya dengan tatapan kosong..laku seketika air mata mulai mengalir dari pelupuk mata indahnya kemudian dalam sekejap Laura tak sadarkan diri.


"Laura..baby..hey.. astaga..baby bangun sayang..jangan seperti ini.. kumohon"


Rey membaringkan Laura di atas ranjang dna mencari minyak aroma terapi untuk menyadarkan istrinya..dia takut sesuatu terjadi pada Laura.


Rey menghubungi dokter dan memintanya segera ke vila nya.


Rey masih mencoba menyadarkan istrinya..dia benar-benar dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Dia takut Laura akan kembali sakit..dia tak mau itu terjadi..


Erick tengah berada di ruang tamu.. tiba-tiba pintu di ketuk dan kemudian Erick membukakan pintu itu.


"Dokter...ada apa anda kesini..?"


"Saya di minta tuan Rey datang tuan"

__ADS_1


"Oh..masuklah..mari saya antar"


Erick mengantar dokter itu ke kamar Rey..dia mengetuk pintu kamar Rey dan terbukalah pintu itu.


"Ka ini dokternya..siapa yang sakit..?" tanya Erick.


"Dok segera periksa istriku..Rick masuk dan duduklah ada hak penting yang harus ku katakan padamu"


"Ok"


Dokter memeriksa keadaan Laura..dia selesai dan membereskan peralatan nya lagi.


"Bagaimana kondisinya dok..?"


"Nona hanya syok tuan.. sebaiknya jangan dulu banyak pikiran..jangan biarkan nona sedih karena mentalnya bisa down..untuk sekarang lebih banyak berkomunikasi dan hindarkan berita sedih terlebih dahulu"


"Baik dok.. terimakasih"


Dokter itu keluar..kini hanay ada Rey dan Erick di kamarnya..Rey mengajak Erick menuju sofa ruang tamu..dia tak ingin Laura sadar dan mendengar pembicaraan mereka.


"Ada apa ka..kenapa wajahmu tegang sekali..?"


"Dady Jo dan momy Mariana...mereka kecelakaan Rick"


"APAAAA.....!!"


"Iya sekarang kondisinya kritis Rick.. persiapkan segala sesuatu nya kita kana kembali malam ini juga "


"Lalu bagaimana dengan Kaka ipar ka..?"


Erick tau perasaan Rey saat ini..dia takut istri nya kembali depresi karena berita buruk ini.


"Sudah tenangkan diri mu ka..jika kau kalut begini lalu siapa yang akan menyemangati Kaka ipar..dia butuh dukungan mu ka"


"Ya kau benar.. baiklah persiapkan segala nya Rick aku akan kembali ke kamar"


"Baik ka.."


Rey kembali ke kamar dan menemukan istri nya tengah duduk sambil menatap kosong jendela kamarnya.


"Baby..kau sudah bangun sayang"


Rey mendekati Laura dia melabuhkan kecupan singkat di kening Laura..dia peluk tubuh mungil istrinya.


"Katakan sesuatu sayang..jangan diam seperti ini.."


Laura amsih menatap kosong tapi air matanya mengalir tanpa batas..itu membuta Rey semakin tertusuk-tusuk hatinya.


"Laura..sayang.. dengarkan aku..kau harus kuat..ada kembar dan Gian yang membutuhkan mu sayang..kita jalani semuanya bersama hm..?"


Laura mulai terisak..dia memeluk Rey..tubuhnya bergetar..daia benar-benar tidak tau haraus bagaimana.


"By..apa momy dan Dady akan baik-baik saja..?"


"Yakinlah sayang..yakin bahwa mereka pasti baik-baik saja..Maka dari itu aku minta kau juga kuat..jangan seperti ini.. anak-anak membutuhkanmu"

__ADS_1


"Maaf by..maafin Laura..Laura terlalu lemah hiks..Laura sedih by hiks..Laura nggak mau kehilangan mereka by hiks..hiks..Laura....-"


Rey sudah membungkam bibir Laura..dia tak tega melihat Laura seperti ini..dia llumat bibir yang sedari tadi bergetar itu..cukup lama hingga Laura semakin tenang barulah Rey lepaskan llumatan itu.


"Sudah semua akan baik-baik saja..percaya dan berdoa untuk keselamatan mereka"


"Iya by.. terimakasih hiks"


Rey merengkuh tubuh istrinya..dia menyalurkan kehangatan dan kenyamanan untuk istri nya..Rey tak tega melihat Laura seperti ini tapi mau bagaimana pun Laura berhak tau karena dia anak kandung Jonathan dan Mariana.


Sementara itu di kamar Dady Wil mama Rey sudah sadar kemudian dia menangis histeris..dia tak menyangka akan mendapatkan berita buruk seperti ini.


"Mariana..hiks..baru tadi pagi kau tertawa dan memintaku menjaga Laura hiks..kenapa sekarang kau seprti ini hiks.."


"Mom sudah..jangan seperti ini..jika kau lemah begini lalu siapa yang akan menguatkan Laura mom..?"


"Kau benar dad.. bagaimana dengan Laura..apa dia sudah tau dad..?"


"Sudah mom"


"Astaga..lalu bagaimana keadaannya sekarang dad..momy mau melihatnya"


"Hey tenanglah..Rey sudah menenangkan Laura..dia sudah lebih baik saat ini..biarkan dulu mereka berdua mom".


"Baiklah..kita akan kembali kapan dad?"


"Hari ini juga..bersiaplah "


"Ya.."


Sedangkan Nila juga sempat terkejut tapi segera dia ingatkan dirinya bahwa dia tak sendiri lagi saat ini ada nyawa yang harus dia utamakan dalam perutnya.


"Yank apa kau sudah siap..?"


"Sudah sayang..ayo..biar Via sama aku aja.." ucap Erick.


"Baiklah.."


Mereka keluar dari kamar dan menghampiri Rey beserta Dady Wil.


"Kalian sudah siap..ayo kita harus pulang " ucap Dady Wil.


"Baiklah"


Laura di gandeng Rey..dia tak melepaskan genggaman tangan nya sedikitpun.


Baby Gian dengan mama Rey, Gio dengan Dady Wil dan Gia di gendongannya..para suster membawa barang-barang mereka di bantu sang supir.


Mereka naik jet pribadi agar cepat sampai di sana.. Mengudara beberapa jam sudah membuat tubuh mereka lelah..sampailah mereka di negara X..Rey beserta keluarga nya menuju kediaman nya.


Tak berapa lama kemudian mereka sampai di depan kediaman Rey..mereaka mereka turun dan memasuki rumah.


"Rey menggendong Gia dan masih setia menggenggam tangan istri nya..Rey membaringkan Gia di kamar anak-anak.


Setelah semuanya selesai Rey mengajak Laura ke kamarnya dia tau istri nya itu lelah..besok mereka baru akan ke rumah sakit dan melihat keadaan Jonathan dan Mariana.

__ADS_1


__ADS_2