
Laura dan Rey sudah sampai di depan kamar Rey..Laura diam karena dia tak tau harus berbuat apa.. bagaimana tidak soalnya pintu kamar Rey menggunakan kata kunci dan Laura tidak tau.
"Kenapa tidak di buka..?" tanya Rey yang menyadari Laura diam sedari tadi.
"Maaf tuan..Laura tidak tau cara membuka pintunya..banyak angka di pegangannya" jawab Laura jujur.
Rey menggigit bibir nya agar tak mengeluarkan suara tawanya..sungguh benarkah gadis dewasa seperti Laura tidak tau cara membuka pintu itu.
"Kau masukan beberapa angka setelah itu pintu akan terbuka sendiri"
"Angka..berapa angkanya tuan..ehm..ajari Laura tuan supaya Laura bisa berguna"
"Baiklah.. angkanya ******** sekarang pencet tombol yang ada di handle pintu dan masukan angka-angka yang barusan aku katakan"
"Baiklah"
Laura mulai memencet angka-angka yang ada di handle pintu..
ceklek....
"Wah..tuan Laura berhasil..yey" pekik Laura kegirangan.
Rey tersenyum melihat Laura seperti ini.
"Menggemaskan sekali.. seperti mendapatkan jackpot saja"batin Rey.
"Sekarang bantu aku masuk"
"Ah..iya Laura lupa maaf tuan"
Mereka masuk kedalam dan pintu tertutup otomatis dan itu membuat Laura kaget dan memeluk Rey karena suasana di kamar masih gelap..Laura phobia kegelapan karena dulu saat ke jl dia pernah di kurung di gudang yang gelap hingga 5 hari.
"T-tuan..la-laura-t-takut hiks..ampun.. ampun hiks"
__ADS_1
"Sssttt..tenanglah aku disini.."
Prok..prok..lampu menyala seketika.
"Tenang lampunya sudah menyala..sstt"
Rey merasakan tubuh Laura gemetar..benar-benar gadis ini ketakutan sepertinya.
Rey mulai bertanya-tanya apa yang gadis ini lewati sebelumnya..apa perlakuan keluarga Anderson padanya.
"T-tuan..m-maafkan la-laura..hiks..ma-maaf"
"Tidak apa-apa..sudah duduk dulu"
"Terimakasih tuan"
"Panggil aku hubby"celetuk Rey Tiba-tiba yang membuat Laura menatap ke arahnya.
"Hubby"
"H-hu-hubby" ucap Laura lirih hampir tak terdengar.
"Bagus.."
Wajah Laura bersemu merah merona akan ucapan Rey.
"Kau tak ingin melaksanakan ritual malam pertama..?"
"Hah..ritual malam pertama itu apa tua-..eh hubby"
Rey tak percaya luara tak tau ritual malam pertama setelah pernikahan..oh iya Laura itu kan masih murni bodoh..jangan kau cemari dengan otak vulgar mu itu.
"Maksud ku menjalankan kewajiban mu melayani suamimu"
__ADS_1
"Menjalankan kewajiban Laura..?"
"Iya..membuat cucu untuk momy"
"Cucu..cucu itu apa tuan"
"huhhh..sabar Rey sabar" gumam Rey menyabarkan dirinya sendiri.
"Kita akan melakukan hubungan suami istri kemudian menghasilkan anak dan anak kita itu adalah cucu momy dan Dady..kau belum pernah melakukan hubungan suami istri..?"
"Hubungan suami ist....-"Laura menutup mulutnya dengan kedua tangannya..bodoh kau itu sudah menikah Laura.. kewajiban mu adalah melayani suamimu.
"Kau paham sekarang..?"
"I-iya hubby"
"Baiklah..kau siap jika aku meminta hakku sekarang..?"
"S-siap..hubby.."
"Terimakasih istriku"
Wajah Laura jangan di tanya merah merona bak kepiting rebus.
Rey mulai mencium bibir ranum Laura..Laura awalnya terkejut karena baru pertama kali ini ada yang menyentuhnya..di rasa pasokan oksigen mulai menipis Rey melepas tautan bibirnya.
Rey mulai menjamahi setiap lekuk tubuh Laura..sensasi baru yang Laura rasakan benar-benar membuat hilang akal Laura.
Di rasa sudah cukup pemanasan nya kini Rey mulai melucuti pakaiannya dan juga pakaian Laura..keduanya sama-sama polos saat ini.
"Apa kau sudah siap..?"
"Siap hubby"
__ADS_1