PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 13 #S2_Kondisi Laura


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istri saya dok..?"


"Istri anda saat ini kondisinya masih kritis tuan..berdoalah semoga pasien bisa melewati masa kritisnya untuk malam ini.. lukanya sudah kami obati juga kami merongen bagian perut dan menemukan liver pasien mengalami pendarahan tapi sudah kami tangani dan pendarahan nya juga sudah berhenti.. kondisinya sudah stabil dan hanya tinggal menunggu masa kritisnya lewat saja"


Rey terduduk di lantai rumah sakit..nyeri yang dia rasakan..bisakah dia saja yang ada di posisi istrinya..dia tak bisa melihat istrinya seperti itu.


Gio menyuruh sang dokter pergi setelah selesai..dia mendekati daddynya dan memeluknya erat..dia juga sedih melihat kondisi ibunya.


"Jangan lemah dad..kau harus kuat.. Gio tak mau punya Daddy lemah"


"Hiks..Daddy tak tau boy..Daddy sakit melihat keadaan mommy hiks..bisakah Daddy saja yang menggantikan posisi mommy"


"Jangan gila dad..kau harus kuat..mommy tak mau melihatmu lemah begini..siapa yang aka. em ajga kami jika kau begini..?"


"Maaf boy..maafkan Daddy hiks..Daddy hanya merasa tak berguna sebagai suami..Daddy tak bisa melakukan apapun untuk semua ini"


Rey begitu sedih..dia pernah mengalami masa-masa itu..dia tak mau Laura meninggalkan nya..dia takkan bisa hidup tanpa Laura di sisinya.


Skip>>>>>>>>


"Sam segera bawa istrimu ke rumah sakit..biar sisanya kami yang urus" ucap Willy menyarankan.


"Baiklah tolong sisakan oeremouan sialan itu jangan biarkan dia mati sebelum tanganku sendiri yang membunuhnya" ucap Samuel dengan marah pada Avril.


"Tenang saja..kau kaan mendapat bagianku" Eri k menimpali.


Samuel membawa Vanya ke rumah sakit tempat Rey dan Gio membawa Laura..istrinya begitu lemah tapi tak terlalu parah seperti Laura..Vanya hanya di siksa ringan tak seperti Laura yang benar-benar di siksa habis-habisan.


"Sayang kau harus bertahan ya jangan lemah sayang..Nana akan khawatir jika kau begini"


"Maaf Sam..semua adalah salahku" ucap Vanya lemah.


"Tidak sayang..kau tak salah..sudahlah jangan banyak bicara lagi simpan tenagamu"


Vanya tersenyum..dia tau suaminya tengah khawatir dengan kondisi nya..dia sangat tau Samuel luar dan dalam.. beruntung dia menjadi istri dari Samuel.

__ADS_1


Samuel sampai di rumah sakit..dia segera membawa Vanya untuk mendapatkan perawatan.. bagaimana pun juga kondisi Vanya juga mengkhawatirkan.


"Kau harus kuat sayang..kau bisa..kau istriku yang hebat"


"Terimakasih Sam"


"No don't say like that..kau adalah segalanya bagi ku dan nana.. bertahanlah"


Vanya di bawa ke ruang operasi karena kepalanya bocor akibat di benturkan ke dinding oleh Avril..Samuel sangat khawatir tapi dia tak bisa berbuat apa-apa..dia juga tak mungkin memberitahu Nana tentang kondisi ibunya.


Sam mengedarkan pandangannya kesana kemari dna mendapati lampu ruang operasi sudah mati..dia bangkit ketika dokter yang menangani istri nya sudah keluar.


"Bagaimana dok keadaan istriku..dia baik-baik saja kan..?"


"Tuan tenang dulu.. kondisi istri anda sudah baik-baik saja..lukanya sudah kami jahit ..mungkin beberapa jam lagi pasien baru akan sadar karena obat biusnya..tidak ada yang perlu di khawatirkan tuan..istri anda kuat..saya permisi setelah pasien di pindahkan barulah anda bisa menjenguknya"


"Baiklah dok terimakasih"


Di tempat penyekapan juga sudah beres semua..para suami berhasil menyelamatkan istri-istri mereka..sekarang mereka sudah membawa Avril dan Remon menuju markas kematian..mereka menyerakan semuanya pada tiga singa jantan itu.


"Sayang kau tak terluka kan..apa yang mereka lakukan pada kalian hm..?" tanya Erick memeriksa keadaan istri nya.


"Sudah ka Laura sudah di tangani dokter..kau tenang saja biarkan ka Rey,, Gio dan Samuel yang mengurus masalah ini.. percayalah".


"Baiklah yank..aku ingin pulang yank..kepalaku ousing pipiku juga bengkak"


"Iya ayo pulang..kasian istriku"


Di mobil yang lainnya juga smaa Willy memeluk Vallery dengan erat seakan tak ingin melepas pelukannya.


"Will Will Vall bisa mati kalau begini caranya..ishhh"


"Maaf babe..aku hanya khawatir padamu..kau tak terluka kan..?"


"Willy Vall nggak papa..cuma pipi Vall aja yang bengkak kena stempel lima jari..selebihnya nggak ada luka lain..kasian ka Laura dan ka Vanya mereka di siksa Will Will..Vall pengin bantuin tapi nggak bisa soalnya call di ikat kaki dan tangannya mulutnya juga di sumpal kaya kenalpot yang berisik"

__ADS_1


"Sudah sudah istirahatlah..ka Laura pasti baik-baik saja.. percayalah dan doakan saja semoga tidak terjadi apapun pada dia ok"


"Amin Will Will"


Mereka semua menuju kediaman utama keluarga Wilson.. Bastian dan Arny juga menuju kediaman keluarga Wilson karena Daddy Jo dan mommy Mari memilih pindah ke sana agar bisa berkumpul bersama keluarga besar nya.


"Sayang kau benar-benar tak apa-apa kan..tidak ada luka lain kan..?"


"Aku tidak apa-apa sayang..yang terluka parah hanya ka Laura dan ka Vanya..kasihan mereka di siksa habis-habisan apalagi ka Laura..brengsek emang orang itu rasanya aku pengin bantuin ka Laura tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa"


"Sudah ka Laura pasti baik-baik saja..berdoa saja ok"


"Iya sayang"


Skip>>>>>>>>>


Laura sudah di pindahkan ke ruang rawat super VVIP.. Gio tak mau terjadi sesuatu pada mommy nya..dia memberikan yang terbaik mulai dari tenaga medis..hingga perawatan intensif 24 jam.


"Dad apa sebaiknya kita berutahu ini pada adik-adik dan yang lainnya..?"


"Jangan dulu boy..tunggu samoai mommy bisa melewati masa kritisnya.."


"Baiklah.. sebaiknya kau istirahat dulu dad..sayangi juga dirimu jangan sampai mommy melihatmu dalam kondisi kacau begini"


"Cerewet sekali kau..biarkan Daddy di sini saja..Daddy tidak mau meninggalkan mommy sendiri"


"Setidaknya gantilah pakaian mu dad..jangan menambah kuman dengan lumuran darah musuhmu"


"Ya kau benar..Daddy ganti dulu..jaga mommy"


"Tidak usah khawatir"


Rey meninggalkan ruangan Laura dan mengganti pakaiannya di ruangan lainnya..dia juga ingin istirahat tenaganya banyak terkuras untuk membabat para bajingan itu.


"Baby kau harus bisa bertahan..kau sudah janji padaku " ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Gio mengambil kursi di dekat Laura dan duduk. dia memegang tangan Laura dan menciumnya dengan lembut..sakit melihat keadaan ibunya begini.


"Mom..bangunlah..bertahan demi kami mom..kami sayang mommy..mommy harus sembuh Gio akan menikah Gio tidak akan menikah sebelum mommy sembuh..bangunlah mom..lihatlah Gio dan Daddy seperti orang gila.. Gio sayang mommy"


__ADS_2