
Rapat masih berlanjut..sesekali Lionel atau El masih menatap Gia dengan tatapan kagum dan penuh cinta.. sepertinya akan ada jejak bucin selanjutnya.
"Ekhem maaf saya menyela nona Gia..sudah waktunya makan siang apa tidak sebaiknya kita makan dulu kebetulan meeting masing sedikit lama kan..?" ucap El menyarankan.
Gia tamoak berpikir sejenak..benar juga kata pria itu meeting masih sedikit lama perutnya juga sudha meronta-ronta ingin di sisi.. baiklah sebaiknya mereka makan dulu.
"Baiklah tuan El..Hani sebaiknya kita makan dulu saja"
"Baik nona"
El tersenyum senang..dia memberi kode pada asistennya untuk membawa asisten Gia pergi..dia mau berduaan dengan pujaan hatinya.
Asisten El paham dengan kode atasannya..dia membawa Hani pergi dengan alasan membeli kopi karean dia tidak tau tempat terenak yang menjual kopi..sungguh alasan yang konyol.
Setelah kepergian dua asisten itu El tersenyum senang..dia akhirnya bisa berduaan dengan pujaan hatinya..semakin canti saja pujaannya itu..jika dia tak memikirkan kerjasama mungkin sudah dia bawa lari Gia.
"Nona Gia sudah berapa lama anda bekwrja di perusahaan Wilson Group..?"
"Saya baru mulai beberapa bulan yang lalu tuan El"
"Oh..jadi anda baru..tapi kemampuan anda sudah menyaingi para senior nona..saya kagum dengan kemampuan anda"
"Terimakasih"
Gia tak nyaman berada dalam satu ruangan dengan seorang pria..biasanya dia hanya berkumpul dengan saudara-saudara nya saja..tak pernah sekalipun dia dekat dengan seorang pria.
El menyadari jika Gia sepertinya tidak nyaman dengan keadaan mereka..dia berusaha mengontrol dirinya agar tidak kelepasan bicara atau bertingkah.
Ingin rasanya El berteriak bahwa dia senang bisa bertemu lagi dengan penyelamat nya..El harus menahan diri agar tidak membuat Gia nyaman..dia tak mau pujaannya jauh darinya lagi setelah beberapa bulan ini dia mencari keberadaan Gia.
"Ekhem nona Gia apa anda ingat pernah di sekap di sebuah bangunan tua bersama seorang pria berwajah rusak..?"
Gia mengernyitkan dahi menatap El intens..ada apa tiba-tiba pria itu bertanya maslaha beberapa bulan yang lalu..apa ada hubungannya dengan dia.
"Maksud anda..?"
"Anda pernah di sekap di sebuah bangunan tua bersama seorang pria yang wajahnya rusak..apa anda mengingatnya..?"
"Ya kenapa..apa anda ada hubungannya dengan itu..?"
"Saya senang anda mengingat nya.."
"Maksudnya..?"
"Saya senang bisa Bertemu lagi dengan anda nona pemberani..saya sudah mencari anda kemana-mana tapi hasilnya nihil..saya hanya bisa berharap semoga kita bisa di pertemukan lagi karea saya penasaran dengan anda.."
Gia jafi paham maksud El.. Gia tidak mengenali wajah El karena saat itu wajah El rusak sebagian..tapi sekarang wajah El benar-benar sudah tidak seperti dulu..jujur dia tampan.
"Oh jadi itu anda tuan El..saya sudah menepati janji saya untuk memberitahukan nama saya"
__ADS_1
"Ya anda benar.. terimakasih sudah membantu saya waktu itu jika tidak mungkin saya sudah tiada"
"Tidak perlu sungkan..sesama manusia harus slaing membantu benar begitu..?"
"Ya anda benar.. bolehkah kita bertukar nomor nona Gia..?"
"Untuk apa tuan El..?"
El terdiam sejenak..dia harus memikirkan alasan yang masuk akal agar Gia mau memberikan nomornya..dia harus bisa mendapatkan nomor Gia bagaimanapun caranya.
"Em saya hanya ingin lebih dekat dengan klien saya.. bagaimana kita bisa membahas mengenai proyek jika saya tidak mempunyai nomor anda nona Gia"
"Oh.. baiklah"
Gia dengan sedikit ragu memberikan nomor ponselnya pada El..biarkan saja lah toh ponselnya paling sering di pegang oleh Gio.. Gio memang kakak posesif..bukan hanya dengan sang ibu dan istri nya tapi dengan para adik perempuannya juga sama posesif nya.
Acara makan siang berjalan lancar juga dengan meeting nya..kedua perusahaan itu berhasil menjalin kerjasama..proyek besar Wilson Group dapatkan dari kerjasama itu.
"Kalau begitu kami pamit dulu tuan El "
"Oh baiklah.. hati-hati di jalan dan senang bekerjasama dengan perusahaan anda"
"Sama-sama tuan El"
Gia meninggalkan cafe itu dan menuju mobily..Hani mengekor di sampingnya..dia daritadi curi-curi pandang pada asisten El.. sepertinya Hani terkena panah asmara pandangan pertama.
Skip>>>>>>>>
"Baik tuan"
Tomy tak banyak bicara..dia tipe orang yang banyak kerja sedikit bicara..dia tak mau tau urusan yang lain yang dia tau perintah bosnya adalah yang utama.
"Gia..aku tak menyangka kita bisa bertemu lagi..sudah lama aku mencarimu tapi kau seakna di telan bumi..aku tak akan melepaskan mu kali ini Gia"
El menatap foto Gia yang dia ambil diam-diam saat Gia tengah sibuk membaca laporan hasil meeting tadi.
El kembali ke rumah nya dia menemui kedua orangtuanya..dia ingin minta restu pada orangtua nya untuk mengejar pujaan hatinya..dia anak tunggal tak ada saudara dia sangat di manja oleh Orangtuanya tapi El juga pria dewasa bertanggung jawab..dia hanya akan bermanja dengan ibunya saja.
"Mommy....mom.. where are you mom..?"
"I'm here boy..what happen..?"
"Mommy i love you so much"
El mengangkat ibunya dan memutar-mutar nya dalam pelukannya...dia hari ini sedang bahagia karena bertemu gadis yang dia cari selama beberapa bulan ini.
"Hey ada apa boy..kau kenapa..astaga"
"Mom El bertemu dengannya.. El sudah tau siapa dia"
__ADS_1
"Dia..siapa dia boy..?"
"Gadis pemberani yang menyelamatkan El waktu itu"
"Oh my..really..?"
"Yes mom..El tadi sempet makan siang bersama dengan gadis itu"
"Wah anak mommy sudah besar sekarang.. sepertinya sebentar lagi mommy akan memiliki menantu"
"Doakan El saja mom"
"Mommy selalu mendoakan yang terbaik untuk mu boy..oh tadi Alice menelfon mommy katanya nomor mu tidak aktif".
"Huh..untuk apa dia menelfon mu mom.. El tak mau bertemu dengan wanita plastik itu jijik El dengan nya"
"Hahha..mommy juga tidak mau menantu palsu seperti dia..cepat Pepet gadis itu agar mommy punya teman curhat"
"Sabar mom..tidak semudah itu..dia gadis tercuek yang pernah El temui..El yakin gadis itu akan menjadi pendamping El"
"Kejarlah cinta mu nak..mommy hanya bisa mendoakan saja"
"Thanks mom..i love you so much"
Skip>>>>>>>>>
"Ka Gio bagaimana kehamilan Kaka ipar..?"
"Semua aman..Kaka kan calon hot Daddy"
"Idih..pede kali kau ka..oh tadi Gia berhasil menggaet satu perusahaan lagi ka" ucap Gia penuh semangat.
"Benarkah..wah adikku ini sudah pintar ya ternyata" Gio mengusap rambut Gia karena bangga pada adiknya yang sudah mampu mengemban tugas sebagai wakil Dirut.
"Siapa dulu gurunya...?" ucap Gia.
"Siapa..?"
"Daddy"
"Huhh kirain siapa.."
"Sudah ayo ke kamar,Gia mau kasih laporan nya ke Kaka"
"Ok adiku sayang" Gio merangkul pundak Gia dan menempel pada Gia.
"Kaka jangan deket-deket Gia nanti jodoh Gia kabur gimana ishhhh" sungut Gia dengan tingkah kakaknya yang kadang jahil.
"Tinggal cari lagi susah amat"
__ADS_1
"Tau ah"