PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 35 #S2_Bertahan Atau Mundur


__ADS_3

Hari ini Gia berangkat ke kota x di temani Gian..semalam Gia sudah meminta ijin pada orangtuanya juga kakaknya Gio..mereka baru akan mengijinkan jika salah seorang anggota keluarga ikut menemaninya.


Akhirnya mau tidak mau Gia menurut saja dan Gian yang menemaninya..Gian juga tak mau kakaknya kenapa-kenapa di kota x..apalagi kakaknya itu cantik pasti banyak mata lelaki yang lapar menatapnya.


"Gian nanti mampir di swalayan dulu Kaka mau beli keperluan wanita" ucap Gia.


"Biar aku aja ka..Kaka diem aja di mobil "


"Hey Kakak itu cuma mau beli keperluan wanita bukan buronan Gian"


"Sudah apa Kaka nggak liat tuh banyak laki-laki di depan swalayan"


"Huh baiklah adikku sayang"


Gian turun dari mobil dan masuk kedalam minimarket itu..dia menuju keperluan wanita..dia tak malu sama sekali karena sudah sering menjadi tukang membeli keperluan wanita untuk adiknya Genie.


Mata para wanita menatap Gian penuh damba..mereka kagum dengan keberanian Gian.. masih adakah laki-laki seperti Gian di masa depan.


Setelah selesai dia kembali ke mobil dan menemukan kakaknya sedang merapikan rambut nya..Gian menyerahkan pesanan kakaknya.


"Apa masih ada yang kurang ka..?"


"Nggak ada..makasih adikku sayang"


"Hm sama-sama"


"Gian bisa minta tolong rapihin rambut kakak nggak..Kaka bosen model rambut Kaka yang begini"


"Udah nanati aja kalo udah sampe di hotel"


"Baiklah"


Mereka melanjutkan perjalanan menuju kota x..Gian sebelumnya sudah mengatur tempat tinggal untuk mereka..Gian memesan satu kamar hotel untuk dia dan kakaknya dengan 1 kasur dan satu ekstra kasur untuknya.


Sampailah mereka di kota x..mereka langsung menuju hotel dimana mereka akan menginap selama 3 hari..setelah melakukan check in mereka menuju kamar hotelnya untuk beristirahat.


"Kau mandi dulu saja Gian Kaka lelah"


"Hm"


"Ishh dasar bocah selalu aja jawabnya ham Hem ham Hem terus"


"Hm".


"Arghhhhh ku botakin juga lama-lama"


Gian milih mandi setelah puas menggoda kakaknya..dia juga lelah setelah berkendara satu jam lamanya..setelah selesai dan rapih Gian keluar dari kamar mandi dan melihat kakaknya tertidur di sofa dengan posisi memalukan.


Kaki di atas sandaran sofa..dan kaki satunya di tekuk menyamping..mulutnya menganga sedikit dan juga makeup nya sudah blepotan kemana-mana.


"Astaga siapa yang mau denganmu ka kalau kau masih saja begini..huhh"


Gian mengangkat Gia menuju kasur dan membaringkan nya perlahan agar tidak terbangun..dia juga berbaring di kasur ekstra yang dia pesan..lelah keduanya setelah melakukan perjalanan jauh.


Skip>>>>>>>>>>

__ADS_1


"Haruskah aku mundur saja atau tetap maju..kenapa takdir sialan ini begitu rumit"


El memilih untuk mencaritahu lagi tentang masa lalu yang melibatkan keluarga nya dan keluarga Gia..dia tak mau salah langkah.


"Tomy caritau kejadian 30 tahun yang lalu sebelum aku lahir tentang Keluarga ku dan keluarga Gia"


"Baik tuan"


El memijit kepalanya yang tiba-tiba menjadi pusing..dia sampai lupa kalau dia harus ke kota x untuk memantau perkembangan proyek hotelnya.


El menuju kota x bersama Tomy..dia menginap di hotel yang sama dimana Gia dan Gian menginap.. kebetulan atau memang takdir ntahlah tiada yang tau.


El sampai di hotel dan beristirahat sejenak menghilangkan lelah..malamnya dia menuju restoran di hotel itu..dia lapar setelah seharian mengecek keadaan proyek nya.


"Kenapa aku selalu kepikiran Gia..huhh tuhan tunjukanlah jalan untuk kami.."


Di saat El tengah duduk di kursi sambil menikmati makanannya dia melihat seorang wanita seperti Gia tapi dia tak yakin..apakah dia salah lihat atau karena dia terlalu merindukan nya.


"Gia..sedang apa dia di sini"


El mendekat ke arah Gia dia terkejut melihat Gia menggandeng lengan seorang pria yang wajahnya tidak dia kenal..apakah itu kekasihnya..kenapa rasanya sakit sekali.


"Dengan siapa dia mungkin kah bersama.. kekasihnya..?"


El terus menatap interaksi antara Gia dan pria itu..dia terbakar cemburu melihat kedekatan dan keromantisan Gia bersama pria itu..El mengira Gia sudah Memiliki kekasih dia patah hati..sangat sakit.


"Sepertinya dia sangat bahagia..tapi kenapa aku sangat sakit melihatnya bahagia bersama dengan pria lain"


El memilih menyudahi acara makannya..dia tak berselera lagi setelah melihat Gia dengan pria lain..dia ingin sekali marah tapi dia bukan siapa-siapa Gia..biarkanlah jika memang mereka jodoh pasti akan bertemu entahlah bagaimanapun caranya.


Skip>>>>>>>>>>


"Hm"


Jetakkkk........


"Arkhhh ssshh apaan sih ka sakit tau nggak..?"


"Makannya jawab yang bener"


"Iya bawel udah sana"


Gia menuju toilet..dia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang..dia hampir terjatuh jika tidak di tangkap oleh orang itu.


"Aaakhhh.."


"Kau tak apa..?"


"Ah tidak apa-apa.. terimakasih"


Saat keduanya saling tatap mereka terkejut karean ternyata yang di tabrak dan menabrak adalah orang yang mereka kenal.


"Gia"


"El"

__ADS_1


"Ekhem...maaf apa kau tak apa-apa..?"


"Ah i..iya aku baik-baik saja..anda sedang apa di sini "


"Aku sedang memantau perkembangan proyek ku..kau sendiri..?"


"Sama dengan anda"


"Bersama siapa kau di sini..nona Gia?"


"Aku bersama adikku tuan..anda sendiri..?"


Wajah El tampak berbinar seketika setelah mendengar Gia bersama adiknya bukan dengan kekasihnya..dia senang rasanya dia ingin memeluk Gia saat itu juga.


"Oh adik anda.."


"Iya tuan..em..maaf saya harus kembali..mari tuan"


"Oh i..iya..nona Gia"


Gia meninggalkan El sendirian..dia menuju Gian..Gian hanya menatapnya tajam karena terlalu lama di kamar mandi.


"Kenapa lama..?"


"Ishhh kau seperti pacarku saja posesif"


"Kenapa lama ka"


"Ishh tadi ketemu rekan bisnis"


"Laki-laki atau perempuan..?"


"Laki-laki"


Giant semakin menatap Gia tajam.. bisa-bisanya kakaknya bertemu dengan laki-laki di toilet..kakaknya itu benar-benar sudah gila atau bagaimana.


"Kau itu perempuan ka..punya harga diri sedikit"


"Astaga anak ini..mulutmu itu tajam sekali sih"


"Sudah ayo ke kamar aku ngantuk"


"Huh baiklah adikku sayang"


Mereka menuju kamar hotel..malam semakin larut mereka juga lelah..El hanya menatap mereka dengan raut wajah kesal..dia cemburu dengan kedekatan Gia dan Gian..kapan dia bisa sedekat itu dengan Gia.


Skip>>>>>>>


"Bagaimana pemantauan kalian..apakah ada informasi terbaru..?" tanya seorang wanita pada seorang pria yang berada di hadapannya.


"Semua aman.. informasi terbaru mengenai wanita itu hanya wanita itu semakin pandai dalam berbisnis juga tak bisa di anggap temen.. identitas nya bahkan sulit untuk di tembus"


"Hmmm..menarik juga..terus pantau dan jangan lengah"


"Baik bos"

__ADS_1


__ADS_2