PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 128_Laura First Murder


__ADS_3

Rey melihat Laura seperti bukan istrinya..Laura berbeda dengan biasanya..apakah wanita di sampingnya ini benar-benar istrinya Laura yang selalu bisa memaafkan orang lain.


"Baby.."


"Diam sebelum ku tutup mulutmu by"


Rey semakin yakin bahwa sisi lain dari Laura telah menguasai dirinya..Rey hanya melihat apa yang akan istrinya lakukan..dia sudah mendengar isi hati Laura tadi.


"George Wilingham dari yang aku lihat kau seprti orang berpendidikan tapi setelah aku tau faktanya ternyata kau tak pantas di sebut manusia lebih tepatnya hanya kotoran yang tak sengaja bertumbuh dan menjadi sosok seprtimu..kau harusnya hidup bersama para iblis di neraka.. baiklah kau telah mencelakakan orang-orang tercintaku maka rasakan balasan dariku "


Laura mengarahkan pistol tepat di paha George dan seketika.


DOR........


Satu tembakan melesat di paha George..Rey tak percaya istrinya bisa melakukan hal seperti ini..belajar darimana dia.


"Bagaimana.. apakah kau merasakan sakit..begitulah kira-kira yang Dadyku rasakan..dia juga kesakitan saat kecelakaan itu bahkan dia hampir kehilangan nyawanya jika tuhan tidak membantu kami.."


Laura mengarahkan pistol itu lagi ke paha yang sebelahnya dan.


DOR..........


Satu tembakan lagi tepat di pahanya.. George mengerang merasakan kakinya sakit..dia masih menatap Laura dengan tatapan menantang..Laura di tatap seperti itu tak suka..saat ini dalam dirinya sisi gelapnya telah bangkit..sudah terlalu sering dia memendam rasa sakit kini rasa sakit itu seakan tumbuh menjelma menjadi sosok lain..sosok baru.


"Kau tak suka dengan apa yang ku katakan..maka jawab aku..apa tujuan mu membuang ku ke panti asuhan dan memisahkan ku dari kedua orangtuaku..?"


George menahan sakit di kedua kakinya dia menjawab Laura dengan lantang dan lugas.


"Aku membenci Jonathan Richard..aku membenci Jordan Richard..aku membenci Keluarga Richard..keluarga Richard tak pantas hidup bahagia setelah membuat keluargaku berantakan..kau hanya anak kecil yang tak tau apapun..maka diamlah jangan banyak omong"


Laura sekarang tau pokok dari penderitaan nya..ternyata balas dendam tujuan sebenarnya..Laura menatap suaminya dia berkata.


"By kau tau apa yang Dadyku atau Keluarga Dadyku lakukan pada keluarga nya..?"


"Keluarganya berkhianat dengan menggelapkan uang perusahaan sebanyak 100juta dolar..dadymu memenjarakan ayahnya dengan hukuman 20tahun tapi ayahnya memilih mengakhiri hidupnya disel dengan meminum pembersih lantai.."


"Baiklah"


Laura kembali menatap tajam ke arah George yang sudah kebingungan.


"Kenapa wajahmu sepucat itu tuan George..?"


George hanya diam..dia tak tau jika fakta sebenarnya adalah ayahnya yang salah..tapi dia termakan oleh omongan Safira sehingga dia mempunyai dendam kepada keluarga Richard.


"Seperti nya kau sudah menyadari kesalahan mu..tapi aku bukanlah Laura yang dulu aku tak akan mengampuni pendosa seprtimu..Leon..."


Sebelumnya Laura sudah menembak perut George hingga dia terkulai lemah di sel tahanan nya.


Leon mendekati Laura dan mendusel di kakinya..Laura berjongkok dan mengelus kepala Leon.


"Apa kau sudah lapar..aku punya santapan untumu..masuklah dan habiskan makananmu"


Laura membukakan pintu sel tahanan George..Leon masuk dan menatap tajam George.. George gemetaran dia tak bisa berjalan kakinya sakit..dai berteriak meminta di keluarkan tapi Rey dan Laura tak peduli.


"Baby.."

__ADS_1


"Ya"


"You ok..?"


"Why..?"


"No..aku hanya merasa kau berbeda.. kau yakin mau melihat pertunjukan Leon..?"


"Ya"


"Baiklah"


Rey menatap lekat Laura..wajah yang biasanya teduh kini penuh amarah..sorot mata yang biasanya tenang kini terlihat seperti penuh dengan dendam pada orang yang tengh di tatap nya.


"Semoga ini hanya sementara saja..aku tak ingin Laura kembali dengan kondisi seperti ini" batin Rey.


Laura menyaksikan bagaimana Leon mengoyak tubuh George..Laura tak mual atau takut sama sekali dia tersenyum miring..entahlah istrinya itu seakan mempunyai kepribadian ganda dadakan.


"Baby sebaiknya kita pulang saja ya..sudah terlalu malam juga"


"Baiklah"


Saat Laura bangun tiba-tiba dia ambruk..seakan telah berhasil mengeluarkan seluruh beban berat yang sudah dia tampung sekian tahun.


"Baby.. Astaga..Laura..hey .. sayang bangunlah..kau kenapa.."


Rey mengangkat tubuh Laura dan keluar Deril melihat bosnya menggendong istrinya ada apa sebenarnya.


"Ada apa bos..?"


"Baik"


Deril membukakan pintu mobil sesuai perintah Rey..Rey meletakkan Laura dengan perlahan kemudian dia menutup nya.


"Mana kuncinya..?"


"Ini bos"


"Beristirahatlah..kami pulang dulu"


"Baik bos.. hati-hati"


Rey sudah menjalankan mobilnya menuju hotel dimana dia menginap..di sepanjang perjalanan dia menatap Laura yang masih tak sadarkan diri..ada apa sebenarnya dengan Laura.


"Baby kau ini kenapa sih sebenarnya..jangan buat aku khawatir baby"


Rey benar-benar takut terjadi sesuatu pada Laura.. takutnya dia ada gangguan pada otaknya atau jiwanya..Rey tak mau Laura sakit lagi.


Mereka sampai di hotel..Rey memarkirkan mobilnya kemudian dia keluar dan mengangkat tubuh Laura perlahan.


Sampailah mereka di kamarnya..Rey mengambil air minum dia minum kemudian dia arahkan mulutnya pada Laura dan mengecup bibir itu kemudian mengalirkan air minum tadi pada Laura.


Laura sadar..dia mrengut kenapa sudah ada di kamar.


"By.."

__ADS_1


"Kau sudah bangun..?"


"Kita di hotel..?"


"Iya tadi kau ketiduran"


"Ketiduran..?"


"Iya baby..apa ada yang sakit..?"


"Tidak by..hanya sedikit pusing"


"Baiklah istirahat saja.."


Laura berbaring lagi dan memeluk Rey erat..mereka saling memeluk tubuh pasangannya.


Rey tak mau membahas Maslaah di markas kematian dulu karena bisa saja Laura ingat ataupun tidak.. biarkan saja dulu.


"Baby..kau tak merasakan perubahan apa gitu..?"


"Maksudnya..?"


"Ya tiba-tiba kau jadi galak gitu atau yang lainnya.. misalnya jago nembak gitu?"


"Hah..Laura mana bisa nembak by.. pistol aja Laura nggak tau bentuknya.."


Rey melongo mendengar itu..apakah tadi itu bukan Laura yang melakukan semua sesi tembak menembak pada George..?.


"Kau mau belajar bela diri tidak..?"


"Bela diri itu apa..?"


"Bela diri itu pertahanan diri..belajar teknik dasarnya saja bagaimana..agar kamu bisa mangatasi situasi yang tidak menyenangkan seorang diri jika tidak ada aku atau siapapun.."


"Em..besok saja jika sudah di negara X"


"Baiklah..good night baby..nice dream"


"Night too hubby"


Mereka tertidur dengan lelap..Laura bermimpi dalam tidurnya..dia bermimpi dirinya sendiri menembak seseorang di kedua pahanya dengan pistol di tangannya.


Laura gelisah dalam tidurnya..dia bergerak-gerak dan mengusik Rey yang sudah terlelap.


Rey terpaksa bangun ketika melihat isterinya tidak tenang dalam tidurnya.


"Baby hey Laura bangun sayang..hey Laura"


"Tidak..tidak..aku tidak melakukan itu"


Laura mengigau dalam tidurnya..dia bermimpi hal yang baru saja dia alami.


"Laura sayang..baby..bangun Laura hey jangan begini sayang"


Rey masih berusaha membangunkan Laura tapi nihil sepertinya istrinya itu mimpi aneh.

__ADS_1


__ADS_2