
Keesokan paginya..Rey dan Erick serta istri-istrinya sudah kembali ke rumah.. Kanjeng-kanjeng Mommy dan juga Kanjeng-kanjeng Dady melihat Laura dan Nila seperti itu hanya bisa bertanya-tanya saja.
"Astaga Rey..Laura kenapa..?" tanya mama Rey yang panik sendiri melihat kepala Laura terlilit perban di dahinya.
"Nggak kenapa-kenapa mom..hanya kecelakaan kecil saja..kemarin Rey nggak bisa ngabarin momy..maafin Rey..Rey lupa mom"
"It's ok son..bawa Laura ke kamar dan istirahat lah..Erick bawa Nila ke kamar juga dan beristirahat lah"
"Baik mom"
Rey dan Erick membawa istri-istrinya ke kamar masing-masing..Laura dan Nila masih bungkam..mereka masih terlihat shock karena kejadian kemarin.
"Baby mau mandi dulu tidak..?"
"Tidak by..Laura lelah"
"Baiklah ayo istirahat"
Laura berbaring dan memeluk Rey..Laura mencari ketenangan di pelukan Rey..nyaman..Laura tertidur pulas dalam pelukannya.
"Tidurlah baby..setelah ini tidak akan ku biarkan orang yang sudah membuat mu seperti ini hidup tenang.."
Rey membaringkan tubuh Laura agar lebih nyaman..dia ke kamar mandi dan membersihkan diri.. setelah selesai dia memakai pakaian santainya..dia dan Erick akan menuju markas kematian untuk mengurus para bajingan yang sudah menyakiti istri mereka.
"Mom Rey dan Erick keluar sebentar ya..titip Laura.."
"Kalian mau kemana..dan apa yang terjadi sebenarnya Rey..?"
"Nanti Rey ceritakan semuanya untuk sekarang kami harus pergi dulu mom"
"Baiklah"
Rey dan Erick pamit menuju markas kematian..mereka sudah tidak sabar untuk melihat bajingan itu.. Rey mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi..Erick hanya bisa komat Kamit berdoa agar tidak bertemu tuhan dulu.
Rey benar-benar gila dia ingin membunuh para bajingan itu atau melakukan bunuh diri sih sebenarnya.rey menggila melampiaskan amarahnya dengan cara seperti ini.
"Ka jangan gila kau..aku masih ingin bermesraan dengan istri ku"
Rey tak peduli dia semakin menambah kecepatan mobilnya..dan akhirnya mereka sampai..tanpa pikir panjang Rey keluar dengan langkah cepat..Erick kewalahan menyusul langkah Rey.
Sampailah mereka di sebuah ruangan khusus yang sudah lama Rey tinggalkan dan kini harus dia lihat lagi ruangan yang sebelumnya menemaninya menikmati waktu luang nya.
"Selamat datang bos"
"Dimana bajingan itu..?"
"Ada di sana bos sesuai arahan anda"
__ADS_1
"Good job.."
Anak buah Rey menunjukan tempat yang di pakainya untuk menghabisi para cecunguk sialan yang berani mengusik ketenangan keluarga nya.
"Itu mereka bos..mereka masih diam dan tak mau mengaku..maafkan kami bos"
"Tidak apa..kalian sudah bekerja keras.. istirahatlah"
"Terimakasih bos"
Rey mendekati keempat orang itu diikuti Erick yang sudah sangat tidak sabar untuk menguliti mereka.
"Siapa yang menyuruh kalian..?" tanya Rey dengan nada yang begitu mengintimidasi mereka.
Mereka masih diam..dan itu membuat Rey sedikit terpancing..tapi dia tahan agar rencananya berhasil.
"Baiklah kalau tidak mau mengatakan siapa yang menyuruh kalian..akan lebih baik lagi kalian merasakan kematian yang menyakitkan dan secara perlahan"
"Siapa kau beraninya menculik kami" ucap salah seorang dari mereka.
"Kau tak tau siapa aku..hahaha beritahu mereka siapa aku Erick"
"Baik"
Erick mendekati keempat orang itu dan mengatakan sesuatu..mereka semua terkejut dengan apa yang mereka dengar.
Keempat orang itu tampak gemetaran..mereka tak menyangka jika mereka akan berurusan dengan seorang Reyhan Jade Wilson..apes sudah mereka.
"Bagaimana..apa masih ingin diam..?"
"Baik..kami akan bicara..orang yang menyuruh kami adalah nona Talia tuan..tolong ampuni kami..kami benar-benar tidak tau jika sasaran kami adalah istri anda..ampuni kami tuan"
Rey mengeraskan rahangnya ketika mendengar nama perempuan murahan itu di sebutkan..kali ini tiada ampun lagi bagi nya..akan Rey habisi sendiri dengan tangannya.
"Bawa Talia ke hadapanku maka kalian akan ku ampuni"
"Baik tuan..baik"
Rey pergi dari sana dan meninggalkan markas kematian itu..Erick hanya ikut-ikutan saja..dia juga akan melakukan hal yang sama dengan Rey..dia akan menghabisi Talia dengan tangannya sendiri.
Sampailah mereka di rumah..Rey masuk ke ruang kerjanya di susul para orangtua..para Kanjeng-kanjeng Mommy juga Kanjeng-kanjeng Dady sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Rey.. boleh kami masuk..?" tanya Kanjeng Dady.
"Masuklah"
Mereka berempat masuk dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Rey juga ikut duduk di sofa yang sama namun terpisah..para orangtua masih setia menanti Rey bicara.
Rey tau kalau para orangtua ingin mengetahui perihal kejadian yang kemarin..dia menceritakan semuanya tanpa di kurangi sedikitpun.
Mama Rey dan yang lainnya terkejut mendengar penjelasan anaknya..sungguh mereka tak menyangka akan terjadi hak seperti itu meski banyak penjagaan.
"Jadi begitu kejadiannya..Rey tak tau saat itu Laura menelfon Rey berkali-kali tapi Rey tengh melakukan meeting penting dan ponsel Rey juga Rey tinggal di ruangan Rey..maafkan Rey mom..dad"
"Ini bukan kesalahan mu boy..sudahlah lebih hati-hati saja"
"Baik Dady Jo.. terimakasih"
Mereka sudah selesai dan keluar dari ruang kerja Rey..Rey sendiri juga menuju kamar nya..dia ingin melihat kondisi istri nya.
Sampailah di kamar Rey melihat Laura masih tertidur pulas..dia ikut berbaring di sana dan memeluk istrinya erat.
*
*
*
Keesokan harinya Rey dan Laura seprti biasa..Rey tak berangkat kantor hari ini karena masih ingin menemani Laura.
"Baby apa kau sudah lebih baik sekarang..?"
"Sudah by.. terimakasih"
"Sama-sama sayang..ayo sarapan"
"Baiklah by"
Laura turun bersama Rey..dia rindu dengan si kembar dan baby G..Laura dan Rey menuju kamar si kembar dan baby G dia menggendong baby G serta menciumi wajah si kembar.
"Sayang momy maafin momy ya..momy nakal kemarin makannya jadi kaya gini..harusnya momy sama kalian seharian bukannya keluar dari rumah dan ninggalin kalian..maafin momy ya boy's,princess"
Ketiga anak Laura begitu patuh..mereka memeluk Laura dengan mesra..baby G di gendong Rey..si kembar bermanja dengan Laura dan itu membuat Rey mendelik..masih saja cemburuan,sama anak sendiri loh Rey.
Rey membawa ketiga anaknya juga Istri nya ke luar menuju taman..di taman sudah di siapkan berbagai kebutuhan yang si kembar dan baby G butuhkan.
"Baby maafkan aku kemarin ya..aku saat itu tengh meeting dan ponselku ku tinggal di ruanganku..maaf baby"
"Sudah by tidak apa..ini bukan kesalahan mu..Laura tidak apa-apa"
"I love you baby"
"Love you more Hubby"
__ADS_1