PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 21 #S2_Jangan Terlalu Percaya Diri


__ADS_3

Rey dan Laura sedang berada di rumah keluarga Wilson..mereka bosan dengan suasana rumahnya dan ingin berkumpul bersama keluarga besarnya juga.


"Dad bagaimana keadaan mu..?" tanya Laura pada Daddy Jo.


"Daddy baik-baik saja Lauren" ucap Daddy Jo.


"Apa Daddy sudah makan..mommy dimana..?"


"Sudah..mommy di kamar sedang beristirahat"


"Baiklah Daddy istirahat juga jangan terlalu lelah ingat pesan dokter"


"Baiklah"


Laura mendorong kursi roda milik Daddy Jo ke kamar orang tuanya..sampai di kamar Laura melihat mommynya juga tengah duduk di sisi ranjang.


"Mommy..sedang apa..?"


"Laura..mommy hanya duduk saja"


"Apa mommy sudah makan..?"


"Sudah nak.. bagaimana keadaan mu..?"


"Laura sudah sembuh mom..mommy dan Daddy jaga kesehatan ya"


"Iya sayang..kau juga jangan sakit lagi..kami tidak sanggup melihat nya"


Laura memeluk kedua orangtuanya..dia tak mau jauh dari mereka..rasanya baru kemafin dia menemukan Keluarga kandungnya tapi sekarang dia melihat orang tuanya sudah tidak sesegar dulu lagi.


Skip...


"Will Will Vall mau mancing ikan bolehkah..?"


"Kalau aku tak mengijinkan kau mau apa..?"


"Tentu Vall akan tetap mancing hahaha"


"Sudah ku duga.. terserah kau saja nenek peyot"


"Apa..Willy ngatain call nenek peyot..astaga sakitnya hati Vall"


"Nggak usah mulai dramanya..cepet mancing daripada di ambil beruang kutub"


"Emang ada beruang kutub di sini Will Will..?"


"Ada lah..mau lihat..?"


"Mau mau mau"


Willy mengambil ponselnya dan memotret Vallery kemudian memperlihatkan hasil foto nya pada Vallery.. Vallery sangat antusias ingin melihat beruang kutub itu.


"Will Will ini kan foto Vall..mana beruangnya..?"


"Ya ini beruangnya"

__ADS_1


"Will Will..astaga jahat sekali..istri sendiri di Katai beruang"


Skip>>>>>>>>>>


Gio dan Alana sampai di rumah akut dan seegera masuk ke ruangan dokter untuk mengecek keadaan Alana..dokter tampak menjelasjan bahwa kondisi Alana sudah semakin membaik..jantungnya juga semakin kuat dan pulih semakin cepat.


Kata dokter itu Alana harus lebih banyak beristirahat dan olah raga ringan saja untuk membantu pemulihan jantung nya..Alana dan Gio mengiyakan permintaan sang dokter Kemudian mereka meninggalkan rumah sakit dna menuju salah satu restoran.


"Kau senang..?"


"Ya..sangat senang ka"


"Oh ya..mana hadiahku..?'


"Hah...hadiah apa ka..?"


"Astaga kiss me baby"


"Whattt..mana ada perjanjian nya..?"


"Kau tak mau..?"


Alana terdiam..dia terjebak dalam permainan Gio..mau tak mau dia harus mencium Gio..tak ada salahnya juga kan toh Gio calon suaminya dan hanya sekedar kiss saja.


"Baiklah..tutup mata dulu Nana malu"


"Baiklah"


Gio menutup matanya dan akana mulai mencium Gio.. namun saat akan melepas ciumannya Gio malah semakin menekan alana dan kissing mereka semakin panas.


Gio mellumat bibir manis Alana atas bawah..dia memainkan llidahnya di rongga mulut Alana..dia menikmati penyatuan bibir keduanya..Alana juga semakin terbiasa.


Orang-orang itu tampak mendekati mobil Gio yang terparkir di tepi jalan..mereka menggebrak Kao mobik Gio dan membuat Alana terkejut hingga reflek melepaskan bibirnya.


"Astaga..ka ada apa ini..?"


"Sial..akan ku habisi mereka karena berani mengganggu kesenangan ku..kau tunggu di mobil saja ok..?"


"Iya ka"


Gio mengambil pistolnya dan mengisi peluru nya..dia sudah kehilangan mood akibat kesenangan nya terganggu..akan dia habisi orang-orang bodoh itu.


Gio keluar dari mobil dengan pistol di tangannya..gio melihat 4 orang bodoh yang sok berani ingin membunuhnya.


"Katakan"


"Ikut kami atau kau mati di tangan kami"


"CK banyak omong"


Gio langsung menembak orang-orang itu.. Gio menembaki mereka hanya dengan memasang wajah kesalnya..dia puas melihat wajah ketakutan dan tidak berdaya musuhnya.


"Katakan siapa yang menyuruhmu..?"


"Tidak akan..lebih baik kau bunuh aku dafioada harus mengatakan siapa bos kami"

__ADS_1


"Baiklah sesuai keinginan mu"


"Lain kali jangan terlalu percaya diri untuk bisa membunuhku jika tak mau berakhir di tanganku"


DOR....


Satu timah panas menembus kepalanya.. meninggalkan orang-orang itu begitu saja..dia kembali ke mobil dan menemukan Alana sudah tertidur.. sepertinya Alana tidak terganggu atau takut dengan suara tembakan.


"Sudah tidur rupanya..lucu sekali sih"


Gio menjalankan mobilnya menuju rumah Samuel..dia tak mau membuat Alana tidak nyaman tidur di mobil..dia tak mau Alana sakit.


Sampai di rumah Samuel Gio mengangkat Alana dan membawa gadis itu masuk ke kamar..orang rumah sepertinya sedang istirahat terlihat sepi.


"Baiklah istirahat saja ya..aku akan pulang.."


Gio meninggalkan sebuah kecupan di kening Alana juga bibirnya..setelah itu Gio keluar dari kamar Alana dan menghubungi asistennya untuk mencari tau tentang kejadian tadi.


Gio kembali ke rumah keluarganya..dia menemui Mommy nya dan bermanja dengan mommynya sehingga membuat Rey mendelik tak suka.


"Hey bocah lepaskan istriku"


"Apa sih dad..sana minggir Gio lagi bermanja sama mommy"


"Anak ini..kau sudha besar Gio tidak pantas bermanja seperti ini dengan Mommy"


"Kata siapa..peraturan nomor berapa..nggak usah ngaco dad"


"Baby anakmu menyebalkan sekali sih.."


"Nggak usah ngadu ke mommy ini juga turunan sifat Daddy kan..jadi nikmatilah"


Rey mendengus mendengar jawaban Gio..memang benar dia yang menurunkan sifat posesif nya pada Gio..tapi kan tidak begini juga jadinya.


Laura yang tadi diam sekarang ikut angkat bicara..dia geli ketika mendengar pertengkaran konyol anak dan ayah itu.


"Astaga sudah ya mommy milik kalian semua"


"Ya mommy milik kami semua"


Rey ikut memeluk Laura dari samping..dia senang istrinya berhasil mendidik anak-anak nya dengan baik..dia bangga pada Laura meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan tapi dia mau belajar agr bisa mendidik anaknya dengan baik.


Skip>>>>>


.


"Kenapa orang-orang mu belum juga memberi kamar terbaru Ben..aku sudah tidak sabar"Sambal terus menantikan kabar..


"Hey tenang dulu sayang.. don't worry"


"Bagaimana bisa tenang sudah berapa anak buah yang kau kirimkan tapi masih saja belum ada yang memberikan kabar terbaru.


"Sabar sayang aku yakin mereka sendng panik makannya mereka memilih bersembunyi dulu untuk saat ini.. percayalah anak buahku itu sudah terlatih"


"Huhh baiklah anggap saja begitu jika mereka mati maka habislah kau Ben"

__ADS_1


"Tenang saja sayang semua akan baik-baik saja sesuai rencana kita dari awal"


Ben dan Amelly hanya bisa menunggu kabar dari anak buah Ben yang lainnya..aneh sungguh aneh karena sudah lebih dari beberapa jam tidak ada kabar biasanya setiap jam mereka selalu memberi kabar tapi ini benar-benar aneh.


__ADS_2