
Rey menatap Laura dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya..dia senang ketika mengingat bagaimana dia menyerang Laura hingga subuh tadi.
"Baby..maaf ya..aku kelepasan"
"Hm"
"Kau marah hm..?"
"Hm"
"Baby jawab dong jangan ham Hem aja"
"Iya nggak marah"
"Bohong..maaf baby"
"Iya di maafkan"
"Serius sayang..?"
"Iya by"
Rey memeluk Laura mesra..dia meminta Laura berdiri..dia memeluk Laura dan tangannya merogoh sesuatu di kantongnya.
"Peluk aku baby.."
Laura memeluk Rey.. tiba-tiba dia terlonjak ketika merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kulit lehernya.
Laura memegang lehernya dan merasakan ada sesuatu yang menggantung di lehernya..dia melihat Rey dengan mata berkaca-kaca.
"By..ini..?"
"Iya ini untukmu sayang.."
"Terimakasih by.. terimakasih"
Laura memeluk Rey erat..dia tak menyangka Rey akan memberi nya hadiah kalung mahal seperti ini.
"By tapi ini mahal sekali loh..Laura pernah liat di majalah harganya sangat mahal by..apa tidak sayang uangnya by..?"
Rey tersenyum..dia tidak menyangka Laura akan berfikir sampai di situ..baginya itu hanya hadiah kecil saja.
"Itu tidak mahal baby..itu tidak seberapa.. untukmu akan aku berikan segalanya yang bisa ku beri padamu"
"Ishh gombal" ujar Laura malu-malu.
Rey memeluk Laura..dia bahagia istrinya juga bahagia..sudah sejak lama dia menyiapkan hadiah ini..dia khusus mendesain sendiri kalung itu dan dia juga yang memilih bahannya..Rey ingin yang tebaik untuk Laura.
"Sudah ayo sarapan dulu..kau pasti lapar kan..?"
"Hmm..ayo"
Mereka turun dan bergabung dengan yang lain..Laura tersenyum sepanjang hari jika mengingat hadiah Rey..meski tak sering tapi begitu mengena di hatinya.
"Hubby memang suami idaman..Laura semakin mencintai mu by..Laura akan berikan yang terbaik dari diri Laura untuk hubby" gumam Laura dalam hati.
Mereka makan dengan tenang..sesekali terdengar celotehan dari Rey yang kesal ketika di goda oleh para Kanjeng-kanjeng.
Skip.......
Deril berhasil menemukan si pelaku peretas data perusahaan Samuel..Deril bergegas menghubungi Samuel dan mengatakan bahwa lokasi pelaku tidak jauh dari perusahaannya.
Samuel begitu antusias mendengarnya..dia tak sabar ingin segera mengahabisi si pelaku.
"Terimakasih Deril..kau memang hebat..bonus akan ku siapkan untukmu segera" ucap Samuel ketika hendak mengakhiri obrolan nya.
__ADS_1
Deril tentu saja senang mendapatkan bonus besar..dia menghubungi Rey dan mengatakan bahwa si pelaku sudah bisa di ringkus.
Rey mengatakan bahwa dia akan membantu Samuel karena Samuel termasuk rekan bisnis setia Rey dari jaman pertama kali dia menjadi CEO menggantikan sang Dady .
Rey pamit pada Laura dan keluarganya..dia mengatakan ada masalah di perusahaan dan harus segera di selesaikan.
"Baby aku ke kantor sebentar ya..ada masalah di kantor.."
"Iya by.. hati-hati"
"Siap baby..take care ya..?"
"Iya by"
Rey pergi menuju perusahaan Samuel..dia sudah menghubungi Samuel tadi setelah Deril menghubungi nya.
Sampailah Rey di kantor Samuel..dia naik ke lantai atas..para karyawan sudah tau jika Rey adalah rekan bisnis perusahaan mereka.
"Tuan Samuel.."
"Tuan Rey..masuklah"
Rey masuk kemudian dia duduk di hadapan tuan Samuel.. mereka membahas rencana penangkapan si pelaku.
"Tuan Rey sebaiknya anda tidak usah terlibat dalam kasus ini..saya hanya tidak ingin anda menambah musuh saja tuan Rey"
"Tidak apa tuan Samuel..musushmu adalah Musuhku..kita sudah bekerjasama sangat lama dari jaman Dady kita jadi aku sudah menganggap mu sebagai keluarga ku"
"Terimakasih tuan Rey..saya sangat beruntung bisa mengenal anda"
"Sama-sama..sudah lebih baik sekarang kita menuju lokasi yang sudah Deril beritahu tadi"
"Ya anda benar tuan Rey..mari"
Mereka menuju lokasi si pelaku..Deril terus memantau pergerakan dan perkembangan terkini dari si pelaku.
"Brengsek..lepaskan aku sialan..siapa kalian.. lepaskannnn"
Samuel menatap tak percaya orang yang ada di hadapannya..adik iparnya sendiri tega melakukan hal kejam seperti ini padanya.
"Justin..kenapa kau tega sekali pada Kaka..apa salah Kaka Justin..?"
"Kau masih bertanya salahmu apa hah..kau telah menjadi primadona di keluarga ku..sejak kau masuk kedalam keluargaku hidupku seketika berubah menjadi penuh kesialan..kau yang membuatku menjadi begini brengsek..kau pantas mendapatkan nya hahahaha"
Samuel hanya menatap sendu adik iparnya..dia merasa tak pernah berbuat salah pada nya tapi kenapa adik iparnya tega berbuat sekejam ini padanya.
"Kakak sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyinggung mu Justin..tapi kenapa kau malah tega berbuat sekejam ini pada Kaka..ingat Justin kakamu masih tanggung jawab ku..dan juga Alana dia masih butuh masa depan cerah Justin..kenapa kau tega sekali ingin menghancurkan kebahagiaan mereka Justin..?"
"Hahaha..sudahlah aku muak mendengar ocehanmu brengsek..dan kau keparat..aku tidak ada urusan denganmu tapi kau malah mencari gara-gara denganku..lihat saja akan ku buat kau menderita seperti si brengsek ini"
Rey hanya menatapnya malas..sudah biasa dia menghadapi orang gila seperti Justin..dia tak terlalu ambil pusing perkataan Justin.
"Terserah kau saja.. sekarang ikutlah ke dalam sel tahanan mu..rasakan hasil dari perbuatan mu jangan menyalahkan orang lain jika dirimu sendiri yang bersalah" ucap Rey kemudian dia melenggang pergi menuju mobil.
Samuel juga pergi..dia kecewa dengan adik iparnya.. bagaimana dia akan menjelaskan pada keluarga nya.
"Maaf tuan Rey..anda jadi ikut terlibat karena saya..sekali lagi saya minta maaf karena sikap kurang ajar adik ipar saya"
"Sudah tidak usah di pikirkan..aku sudah biasa menghadapi orang seperti Justin..kau tak perlu khawatir"
Mereka menuju rumah masing-masing setelah memastikan Justin benar-benar mendekam di sel tahanan.
Rey sampai di rumahnya dia membersihkan diri dulu..selesai dengan urusan mandinya dia segera menemui ketiga anaknya..dia rindu dengan para bocilnya.
"Hay sayang-sayangku..kangen Dady nggak..?"
__ADS_1
Gia dan Gian berjalan menuju Rey.. Gio..dia mah bodo amat yang dia butuhkan cuma Laura.
"Astaga anak ini..kau tak rindu dengan Dady boy..?"
Gio hanya melirik saja tanpa menjawab..dia masih asik di dekapan Laura.. nyaman yang dia rasakan ketika berada dalam dekapan Laura.
"Sudah by..tidak apa..toh dua anak mu sangat antusias sekali"
"Ya kau benar baby..mereka sangat antusias tidak seperti anak satu itu..huhh kenapa aku harus menurunkan sifat posesif ku sih.." gerutu Rey merutuki sifatnya sendiri.
Laura hanya diam tak menjawab..toh memang ini salah suaminya..terlalu posesif jadi menurun pada anaknya.
Skip.....
Nila dan Erick sudah pindah ke rumah mereka sendiri..mereka tak ingin merepotkan Rey lagi..mama Rey dan Dady Wil juga sudah pindah ke rumahnya sendiri begitupun dengan Dady Jo dan mama Laura..mereka semua sudah pulang ke rumah masing-masing.
Rumah seakan sepi..biasanya setiap pagi Rey selalu di goda oleh mama Rey tapi untuk besok dia tidak bisa merasakan godaan mamanya lagi.
"Baby rumah jadi sepi ya jika tidak ada para kanjeng-kanjeng di sini..?"
"Ya kau benar by..tapi itukan kemauan mereka by..kita bisa apa..?"
"Ya biarkan saja asalkan mereka bahagia"
"Laura sayang hubby"
"Aku lebih menyayangi mu sayang"
Laura tersipu mendengar gombalan Rey..dia tak menyangka akan menjadi istri dari seorang Reyhan Jade Wilson.
Mereka duduk di balkon kamarnya setelah menidurkan para bocil..mereka bisa tenang karena para susternya bisa menangani ketiga bocil itu dengan cekatan.
Laura hanya berharap semoga seterusnya mereka akan bahagia tanpa ada gangguan lagi.
Paginya......
Laura bangun lebih pagi..dia menyiapkan sarapan untuk Rey.. biasanya mama Rey yang menyiapkan dengan Nila tapi sekarang mereka sudah di rumah masing-masing jadi tugasnya sekarang melayani suaminya.
Rey bangun dan menemui Laura..dia peluk sebentar kemudian dia kecupi tengkuk Laura..Rey tak punya malu walau di hadapan para pelayan.
"By malu ihhh ada bibi dan yang lainnya"
"Nggak apa-apa baby..mereka nggak akan macem-macem"
"By udah ihhh..nanti gosong ini telurnya"
"Iya..iya..iya.. masak apa sih.. serius sekali..?"
"Nasi goreng spesial untuk orang spesial"
"Wah aku tersanjung loh baby..jadi nggak sabar"
"Udah duduk sana..bentar lagi selesai"
"Baiklah"
Rey menurut..dia duduk di meja makan dengan koran di tangannya.
Walau tangannya memegang koran tapi fokusnya pada Laura..dia tak melepaskan pandangannya dari Laura..dia menikmati pemandangan indah di hadapannya.
"Istriku cantik meski pakai celemek"
Rey tersenyum ketika Laura sudah siap dengan masakannya..dia bersiap menyambut makanan istrinya.
"Ayo by sarapan dulu"
__ADS_1
"Baiklah ayo"
Mereka makan dengan tenang..Rey benar-benar puas akan hasil masakan Laura..selalu enak dan menggugah selera.