
Erick dan Nila juga ketiga anaknya saat ini tengah berada di dalam pesawat menuju negara X..mereka sudah lama menetap di negara M.. kepulangan mereka kali ini untuk tinggal di kediaman utama keluarga Wilson.
"Apa kita masih lama yank..?"
"Sebentar lagi sayang..tidurlah"
"Anak-anak bagaimana..?"
"Hey mereka sudah dewasa..jangan di pikirkan "
"Ishh kau ini..mereka itu anakmu apa kau lupa..?"
"Aku tidak lupa sayang..jika kau bersama mereka maka kau akan di monopoli oleh mereka dan aku yang akan tersiksa kau mengerti..?"
Nila tidak menjawab dia memutar matanya jengah..suaminya itu tidak pernah berubah malah semakin tua semakin menjadi saja tingkat kemesumannya.
Tak berapa lama kemudian mereka tiba di negara X..mereka menuju kediaman keluarga Wilson..sengaja mereka tidak mengatakan pada keluarga karena ingin membuat kejutan.
"Akhirnya sampai juga" ucap seorang wanita cantik bertubuh ramping yang amat sangat mirip dengan sang ibu.
"Apa kalian merindukan Opa kalian..?" tanya Erick pada ketiga anaknya.
"Tentu saja dad..kau ini bagaimana apa tidak merindukan Opa..?" ucap seorang pria tampan yang memiliki postur tubuh hamoir sama dengan Erick.
"Sudah ayo masuk....Via.. Sean.. Rico..bawa barang kalian" ucap sang mama melerai.
"Baiklah mom" jawab ketiganya serempak.
Mereka masuk kedalam dan di sambut oleh sang pelayan..pelayan itu mempersilahkan keluarga itu masuk dna beristirahat sementara dia membuat minuman.
"Astaga kalian sudah datang..kenapa tidak memberitahu ku..?" tanya Daddy Will saat dia melihat ada ramai-ramai di ruang tamu.
"Daddy"
"Astaga anak ini..sini peluk Daddy"
Mereka berpelukan dengan erat menuangkan rindu yang telah lama mereka simpan selama bertahun-tahun lamanya.
"Bagaimana kabar kalian..?"
"Kami baik dad..Daddy bagaimana..?"
"Yah beginilah..orang tua sepertiku hanya bisa duduk di kursi roda sambil menunggu harinya saja"
"Daddy apaan sih..nggak lucu.." kesal Erick dengan jawaban Daddy Will.
Mereka melanjutkan obrolannya..ketiga anak Erick juga tak lupa memeluk serta mencium kakeknya..mereka memang merindukan sang kakek juga almarhum neneknya.
Skip>>>>>>>>>
*
*
"APAAAA.. bagaimana bisa si brengsek itu kembali tapi diam-diam"
__ADS_1
.....
"Baiklah terimakasih atas laporan nya"
Rey memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing..dia baru saja mendapatkan kabar bahwa adik angkatnya kembali ke negara ini..yang membuatnya kesal adalah kenapa dia tidak di beritahu.
"Huhh..lihat saja nanti akan ku jitak kepalanya sampai benjol" ucap Rey sambil menuju kamarnya.
Rey menuju kamarnya dan mencari keberadaan istrinya.. firasatnya tidak enak..pasti ulah putri bungsunya.
"Pasti kerjaan Genie..huhh..punya banyak anak ternyata bisa membuat jatahku terpotong juga..nasib Jon nasib"
Rey mencari di kamar Genie..dia membuka pintu kamar Genie dan dapat melihat dengan jelas bahwa sang istri tengah memeluk dan mengelus kepala putrinya.
"Baby..apa yang kau lakukan..?"
"Ssstt Genie baru saja tidur..badannya demam tadi by"
"Demam.. bagaimana bisa demam..?"
Rey mwndejat dan mengecek sendiri keadaan anaknya..benar saja kwmingnya sedikit panas..Genie demam.
"Baiklah apa perlu ku panggil dokter saja baby..?"
"Sudah tidak usah..sudah aku beri obat tadi..lagian Genie bukan anak kecil lagi by"
"Baiklah..ada yang ingin aku sampaikan kepada mu baby..ayo ke kamar"
"Iya sebentar"
"Ada apa by..?"
"Erick dan Nila juga ketiga anaknya sudah di rumah bersama Daddy"
"Apaaa...astaga kenapa tidak memberitahu ku.. ishhh"
"Hey jangan manyun nanti aku khilaf"
"Hishh apaan sih by..sudah tua juga masih aja nakal..inget umur malu sama asam urat juga kolesterol"
Skip>>>>>>>>>
"Will Will ayo kita kembali aku sudah merindukan keluarga kita"
"Sabar ya..besok kita akan kembali.."
"Baiklah jangan kelamaan nanti aku kabur sendiri dengan membawa Daddy baru untuk anak-anak loh"
Jetak........
Satu sentilan di kening Vallery berhasil Willy daratkan..dia tidak marah dengan istri lolanya..dia justru terhibur.. Vallery tidak pernah berubah..dia masih tetap sama yaitu istri lolanya.
"Jika kau berani melakukan itu maka aku akan mengurungmu di kamar.. bagaimana..?"
"Vall bukan ayam Will Will jadi Vall ngapain di kurung..Will Will udah nggak waras apa..?"
__ADS_1
"Huhh..sudahlah diam saja.. Grace dan Gerald belum pulang juga..huhhh mereka membiarkan dua orang tua di rumah sendirian" ucap Willy menyadari kedua anaknya belum pulang juga padahal waktu sudah semakin sore.
"Tidak apa-apa kan ada Vall yang menemani Will Will"
"Terimakasih istri lolaku"
Tak berapa lama kemudian kedua anak Willy dan Vallery pulang..raut wajah mereka terlihat jelas kelelahan..entahlah mungkin terlalu memforsir diri.
"Kami pulang" ucap mereka serempak.
Willy dan Vallery menemui anaknya di ruang tamu..mereka senang akhirnya anak-anak mereka sudah pulang.
"Kalian sudah pulang boy..girl.. mandilah dulu" ucap Vallery.
"Mommy ini bagaimana sih..kami kan masih keringatan jadi belum boleh mandi"ucap Grace menjawab Vallery.
"Oh iya mommy lupa..maklum sudah tua hahaha"
'Bukan tua tapi memang Lola' batin Grace.
Mereka memilih duduk sambil mengobrol tentang kembali ke negara X..Grace dan Gerald setuju saja toh mereka juga sudah rindu dengan suasana hangat keluarga besar nya.
"Berarti besok kita ketemu ka Gio dong..ishhh serem liat mukanya" seloroh Grace.
"Hishhh anak kecil nggak boleh ngomong gitu..dia kakakmu juga harus sopan" ucap Gerald tegas mengingatkan.
Grace hanya manyun saja..dia tau pasti kalau kakaknya dan Gio itu sangat dekat..bisa di bilang satu geng bersama Sean.. Gian dan juga Rico jangan lupakan Nichole juga.
"Iya iya adikku sayang"
"Kaka.. Gerald tidak suka Kaka membanggakan diri ya..?"
"Terserah lah..kan memang Kaka ini kakakmu hahaha"
"Tau ah"
Geraldilih masuk ke kamar saja..dia tak mau di goda terus oleh kakak nya..dia selalu kalah jika berhadapan dengan kakak nya itu.
Besoknya>>>>>>>
"Akhirnya kita sampai juga..eh itu bukannya Bastian dan Arny ya Will Will..?"
"Mana..?"
Willy mengikuti arah pandangan Vallery..benar..Bastian dan keluaga kecilnya juga ternyata pulang..wah semakin rame saja nanti rumah.
Willy dan Vallery beserta kedua anaknya sudah sampai di rumah keluarga Wilson..mereka masuk dna mendapati Erick dan keluarga kecilnya juga tengah berada di rumah.
"Dad..kami pulang"
"Willy..astaga kalian pulang juga..orang tua ini senang rumahnya semakin ramai"
"Tentu saja kami pulang dad..kami akan menetap dan tinggal di sini mulai sekarang dan menemani Daddy " ucap Willy memeluk Daddy Will.
"Terimakasih sudah mau kembali ke sini..kalian adalah anak-anak ku..oh iya sebentar lagi Rey dan keluarganya juga akan datang ke rumah ini.. bersiaplah" ucap Daddy Will yang masih duduk di kursi roda nya.
__ADS_1