
Dua bulan kemudian..........
Usia pernikahan Gio dan Alana sudah dua bulan lebih beberapa hari..mereka begitu menikmati masa-masa itu..ayah dan ibu Alana hanya tersenyum melihat sikap romantis kedua pengantin baru itu.
Di saat mereka sedang asik bercengkrama di ruang keluarga tiba-tiba Alana merasakan perutnya di ubek-ubek dari dalam..dia bangkit berlari menuju dapur untuk memuntahkan isi perutnya.
"Hoek...Hoek..."
"Hey baby you ok..?" tanya Gio dengan raut wajah paniknya.
Alana hanya menggeleng..dia juga tak tau kenapa bisa tiba-tiba muntah begitu..dia berpikir apa dia salah makan atau keracunan makanan mungkin.
"By apa Nana keracunan makanan ya..perut Nana mual sekali" ucap Alana yang sudah di papah Gio.
"Kita cek dokter saja..aku tak mau terjadi sesuatu padamu"
"Iya terserahmu by"
Samuel dan Vanya hanya tersenyum..mereka sepertinya tau kenapa Alana tiba-tiba muntah.. sepertinya akan ada anggota baru di keluarga mereka.
"Nana kau tak apa nak..?" tanya Vanya menghampiri Alana yang sudah duduk di sofa.
"Entahlah mom..Nana hanya mual dan pusing..apa Nana keracunan makanan ya mom..?"
"Hahaha..sudah tidak usah berpikir sejauh itu..biar di cek dokter saja nanti Gio sedang menghubungi dokter tadi"
"Baiklah mom..semoga Nana nggak keracunan makanan"
"Hahahah" Vanya dan Samuel hanya tertawa melihat tingkah anaknya.
Alana heran melihat kedua orangtuanya..apakah mereka masih waras..aneh sekali sikap orangtua nya hari ini.
Tak berapa lama Gio menghampiri Alana dan duduk di sebelahnya..dia memijit pelan betis Alana..dia kasihan melihat istri tercintanya sakit.
"Bagaimana perasaan mu baby..apa sudah lebih baik..?"
"Sudah by..mualnya tidak terlalu tapi pusingnya masih mengganggu" keluh Alana manja pada Gio.
Gio membawa Alana kedalam pelukannya..dia tak tega melihat istrinya kesakitan..apa yang harus dia lakukan..sungguh Gio merasa seperti orang bodoh saat ini.
"Kau mau ke kamar saja..berbaring..?"
"Iya by"
"Baiklah ayo ke kamar..mom..dad kami ke kamar dulu ya..?" ucap Gio berpamitan.
"Iya istirahatlah" ucap Samuel mengiyakan.
Gio menggendong Alana di depan mertuanya..dia tak merasa malu atau tidak enak..justru Alana lah yang sungkan pada kedua orangtuanya.
"By malu ih"
"Sudah diam saja"
"Ishhh"
Gio dan Alana sampai di kamar.. Gio membaringkan tubuh Alana pelan bagaikan barang pecah belah yang bisa hancur kapan saja jika terbentur sedikit.
__ADS_1
"Astaga by Nana cuma pusing bukan penyakitan"
"Sudah diamlah..demi kebaikanmu"
"Ishhh tau ah"
"Sebentar lagi dokternya datang..kau mau sesuatu..?"
"Nana mau makan popcorn tapi rasa pasta..bikinin ya by..?"
"Hah..jangan ngaco baby..nggak ada popcorn rasa pasta.."
"Tapi Nana maunya itu hiks"
"Eh ko jadi nangis..hey jangan nangis baby..ya udah baiklah aku buatkan dulu ya..stop don't cry oke..?"
"Really..?"
"Yes..aku ke dapur dulu kau jangan nakal tetap di ranjang jangan kemana-mana"
"Iya by.. cepatlah"
"Baiklah"
Gio menuju dapur untuk membuatkan pesanan Alana..dia bertemu dengan ibu mertuanya..Vanya tersenyum melihat wajah kusut Gio pasti anaknya sedang berulah.
"Gio kau sedang apa di dapur..?"
"Ini mom Nana minta di buatkan popcorn tapi yang rasa pasta..emang ada ya mom..?"
"Haha aduh Gio nggak ada lah..tapi kamu harus tetep buatkan kalau nggak nanti ngences loh "
"Gini Gio ini hanya perkiraan mommy dan Daddy saja..Nana mungkin sekarang lagi hamil"
"Ha...hamil..Nana..gio..baby.. Gio mau punya baby maksud nya mom..?"
"Iya Gio..oh kebetulan dokternya udah sampe kamu lanjutin bikin popcorn nya..nanti masak popcorn nya pake sambel pasta aja sediki jangan terlalu banyak cuma buat rasa aja" ucap Vanya memberitahu menantunya.
"Ok mom..thank you".
Gio senang sekali mendengar kabar itu..dia tidak sabar untuk segera mengetahui hasilnya..benarkah dia akan menjadi seorang ayah..arghhh ingin rasanya dia menjerit.
"Aku jadi ayah..hahaha aku jadi ayah"
Gio memasak popcorn dengan perasaan bahagia bahkan dia menari di dapur sambil menggoyangkan panci pembuat popcorn nya..para maid hanya diam melihat tingkah menantu Keluarga tuannya.
Sementara itu Vanya dan Samuel tengah mengobrol dengan dokter pribadi keluarga nya..mereka memutuskan untuk memeriksa Alana setelah Gio selesai membuat pesanan Alana.
Tak berapa lama kemudian Gio terlihat sudah selesai kemudian mereka menuju kamar Gio untuk memeriksa keadaan Alana.
Tok..tok..tok..
Pintu terbuka dan terlihat lah Gio membukakan pintu untuk semua orang..mereka masuk.. Gio mempersilahkan dokter wanita itu memeriksa keadaan Istri nya.
Semua menanti hasilnya..akankah seperti dugaan mereka ataukah mereka harus menelan kekecewaan nantinya.
Dokter telah selesai memeriksa Alana..dia tersenyum melihat ke arah tiga orang di hadapannya.
__ADS_1
"Selamat tuan istri anda tengah hamil saat ini usianya di perkirakan baru menginjak 7 minggu..mohon di jaga karena masih sangat rentan"
"Arghhhh..benarkah dok..istriku hamil..baby kau hamil sayang" Gio tanpa malu memeluk Alana di depan mertuanya juga si dokter itu.
"By Nana hamil by..hiks..Nana akan jadi ibu hiks "
"Iya sayang..kita akan jadi orangtua.. terimakasih"
Samuel dan Vanya beserta dokter itu memilih keluar dan membiarkan sepasang suami istri itu menyambut kebahagiaannya.
Vanya menghubungi keluarga besannya dan mengatakan kabar gembira ini..Laura tentu saja heboh..dia akan menjadi grandma..dia bersorak gembira di rumah.
Besok keluarga Gio akan datang melihat keadaan Alana..bahkan kabar gembira itu sudah sampai ketelinga yang lainnya juga yaitu Vallery,Nila,dan juga Arny.
Laura sengaja memamerkan kabar gembira itu agar mereka iri dan cepat-cepat mendesak anak-anak mereka untuk menikah..Laura memang sudah tertular virus Vallery..Rey hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah usil istri nya.
Skip>>>>>>>>>>>
"Apa kau sudah menemukan wanita itu..?"
"Maaf tuan kami kehilangan jejak"
"Bodoh.. bagaimana bisa kalian kehilangan jejaknya..aku tidak mau tau kalian harus bisa menemukannya apapun yang terjadi"
"Baik bos segera kami laksanakan"
"Pergilah"
Orang itu kembali duduk sambil memandangi foto di tangannya..dia sesekali tersenyum melihat foto itu..dia memutuskan untuk pergi dan menemui seseorang yang akan membantunya untuk menemukan informasi orang yang dia cari.
Skip>>>>>>>
"Jadi perempuan murahan itu sudah mati..hahaha baguslah sampah memang harus di musnahkan"
"Jadi nona langkah apa yang akan anda ambil setelah ini..?"
"Pantau saja dulu..jangan gegabah"
"Baik nona segera kami lakukan"
"Hm..jangan berbuat macam-macam sebelum aku perintahkan"
"Baik nona..kami paham".
Wanita itu hanya duduk sambil menatap pemandangan di luar kamar hotelnya..dia tak ingin mencampuri urusan yang bukan miliknya..biarkan saja mereka berperang dia tak peduli.
*
*
*
GUYS SEASON 2 SEBENARNYA UDAH MAU OTHOR TAMATIN TAPI KARENA BANYAK YANG MENYAYANGKAN JADI AUTHOR AKAN LANJUTKAN SAMPAI AUTHOR NGGAK SANGGUP LAGI.
OTHOR MINTA DUKUNGANNYA SAMA KALIAN BIAR OTHOR MAKIN SEMANGAT LAGI NULISNYA..JUJUR INI ADALAH KARYA OTHOR YANG TERPANJANG DALAM SEJARAH PERNULISAN OTHOR.
MINTA LIKE NYA JUGA VOTENYA YA MANTEMAN JIKA MASIH ADA SISA.. OTHOR NULIS AWALNYA CUMA BUTA ILANGIN STRES TAPI LAMA KELAMAAN JADI KECANDUAN JADI OTHOR TERUSIN WALAU AWALNYA NGGAK BANYAK PEMINAT TAPI OTHOR PANTANG MENYERAH DAN AKHIRNYA OTHOR BIKIN KARYA INI ALHAMDULILLAH BANYAK PEMINATNYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG SELALU DUKUNG DAN SUPPORT OTHOR..OTHOR CUMA BISA DOAKAN SEMOGA REJEKI KALIAN MAKIN LANCAR DAN JUGA DI BERI KESEHATAN DAN PERLINDUNGAN DARI SANG PENCIPTA AMIN.
DI TUNGGU KISAH SELANJUTNYA YA GUYS..MAAF KALAU CERITANYA BELIBET KAYA BENANG KUSUT JUGA MENGGARINGKAN KAYA KERUPUK DI ANGETIN π.