
Satu bulan kemudian........
Gio kembali ke aktivitas nya seperti biasa dia bukan lengah tapi dia masih waspada untuk menantikan pergerakan dari Amelly..dia sudah menduga pasti Amelly tidak akan langsung menyerang.
Gio sudah mengerahkan penjagaan untuk para anggota keluarga termasuk Keluarga Samuel..dia tak mau terjadi sesuatu pada Alana..lebih baik mencegah daripada mengobati..dia merasa sedikit mereka dan bisa beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaganya sebelum berperang.
"Bos nona Alana menunggu anda" ucap Arick.
"Suruh masuk"
"Baik bos"
Arick membukakan pintu untuk Alana..Alana masuk dan menyalami Gio..mereka tengah membahas mengenai acara fashion show yang akan di gelar 1 Minggu lagi dan Alana lah yang akan menjadi fashion designer nya juga yang menyediakan pakaian yang akan di kenakan oleh para model.
Sebenarnya Gio tidak pernah ingin tau urusan begini tapi lain cerita jika kekasihnya yang menjadi rekan bisnisnya..dia akan begitu antusias untuk melakukan yang terbaik dan juga untuk pertama kalinya seorang Georgio Grey Wilson mau melakukan penyambutan di acara fashion show nantinya.
"Jadi bagaimana tuan..saya merekomendasikan beberapa gaun ini karena saya merasa gaun-gaun ini adalah yang terbaik dari gaun lainnya" ucap Alana profesional.
"Sebenarnya saya tidak terlalu memahami masalah fashion tapi saya setuju dengan usulan anda nona Alana..senang bekerjasama dengan anda"ucap Gio sambil tersenyum melihat tingkah Alana.
Alana begitu gerogi..dia harus profesional dia tidak boleh terbawa suasana karena dia tau Gio sedang tersenyum penuh arti ke arahnya.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan Georgio Grey Wilson"
"Apa tidak sebaiknya kita makan siang dulu nona Alana..?"
"Huhh baiklah jika anda memaksa"
Gio tersenyum senang.. setelah keluar dari ruangannya dia mengajak Alana makan di restoran hanya berdua..dia ingin kencan dengan kekasihnya.
"Kau mau pesan apa Nana..?"
"Pasta atau steak menurut Kaka bagaimana..?"
"Hmm..menurutku lebih baik memakanmu saja".
"Ka Gio..apa sih"
"Hahha kau kepanasan kah sayang".
__ADS_1
"Nggak lucu..ngeselin"
"Hahaha baiklah.. baiklah aku menyerah..steak saja lebih sehat..ingat jangan banyak makan makanan seperti pasta,itu kurang baik untuk jantung mu kau mengerti sayang"
"Iya ka..Nanan mengerti"
Pesanan mereka tiba..mereka makan dengan tenang dan sesekali Gio menggoda Alana..kadang Alana kesal dengan tingkah Gio tapi kadang dia juga di buat mlenyot oleh kemanisan Gio.
Di saat mereka tengah asik mengobrol sambil makan cemilan tiba-tiba seorang wanita menghampiri Alana..dia menyapa Alana juga tebar pesona dengan Gio.
"Alana..benarkah itu kau..?" ucap wanita yang mengenal Alana.
Alana menoleh dan melihat wanita itu..seketika ekspresi nya berubah dingin..dia tidak menyangka bisa bertemu dengan perempuan iblis seperti nya.
"Kau.. untuk apa kau disini..?" ucap Alana dingin.
Gio hanya menjadi penonton..dia terus menatap ekspresi Alana yang berubah dingin ketika wanita itu datang..dia jadi bertanya-tanya apakah Alana ada masalah dengan wanita itu.
"Aku di pindahkan ke salah satu perusahaan di negara ini juga kota ini apa kau tak tau Alana..?"
"Oh selamat"
"Dia suamiku.. kenapa..?"
Wanita itu tampak terkejut tapi sesaat kemudian dia tertawa..pasti Alana sedang bercanda..mana mungkin dia menikah secepat ini.
"Alana..Alana..jangan bermimpi terlalu tinggi atau kau akan jatuh.. ada-ada saja..em tuan saya Carly teman dekat Alana "
Ya wanita itu adalah Carly bukan teman tapi pesaing Alana di perusahaannya yang dulu sewaktu di luar negeri.
Gio hanya cuek..dia masih menatap Alana..dia tak peduli wanita itu..yang dia pedulikan hanya Alana.
"Sayang ayo pulang kasihan anak kita nanti dia lelah di perutmu" ucap Gio tiba-tiba dan Alana tersenyum.
Alana bangkit dan menyambut uluran tangan Gio kemudian dia tersenyum manis ke arah Carly dan berbisik.
"Aku belum selesai membuat perhitungan dengan mu..jika aku melihatmu mendekati suamiku maka bersiaplah menerima tendangan dariku kali ini aku tidak akan segan padamu..kau sudah melewati batasanmu Carly..ingat semua kejahatan mu akan aku bongkar dan kau akan berakhir di balik jeruji besi atau di kandang macan mungkin"
Setelah mengatakan itu Alana menggandeng lengan Gio dan mereka pergi.. Carly masih bingung dengan perkataan terakhir Alana.. kandang macan..apa maksud Alana.
__ADS_1
Alana masuk kedalam mobil dengan Gio dengan masih menekuk wajahnya..dia masih kesal kenapa bisa bertemu dengan wanita iblis itu.. benar-benar membuat moodnya hancur.
"Hey kenapa masih cemberut hm..?"
"Tidak apa-apa ka..Nana hanya kesel"
"Sudah..boleh aku tau siapa dia ..?"
Alana menoleh ke arah Gio..jangan bilang Gio tertarik dengan Carly.
"Hey jangan melihat ku begitu sayang..kau membuatku takut..aku hanya ingin tau apakah dia jahat padamu atau baik padamu begitu.."
"Oh..dia pesaing ku di perusahaan sewaktu di luar negeri.. dia juga yang telah merusak seluruh karyaku..Kaka tau dia telah merebut proyek yang selama ini ku impikan..dia sengaja merobek semua gaunku agar proyek ku gagal dan dia sukses membuatku di pindahkan ke kota ini dan akhirnya bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan Kaka"
"Begitu..apakah dia pernah melukaimu..?"
Alana tampak diam sebentar.. apakah dia harus mengatakan kebenaran nya pada Gio..dia tak tau nasib apa yang akan Carly dapatkan setelah dia mengatakan faktanya pada Gio.
"Em.. sebaiknya jangan kita bahas lagi ka aku lelah.."
"Baiklah jika kau tak mau memberitahu tapi ingat Alana aku bisa mencari tau sendiri dengan caraku..kau tentu tau bukan apa yang akan ku lakukan..?"
"Huhh.. baiklah tapi bukan hari ini ka..Nana benar-benar lelah..nanti sore juga harus cek ke dokter lagi"
"Oh ya aku lupa.. baiklah nanti akan aku temani ke dokter.. senyumnya mana".
Alana tersenyum tulus pada Gio..dia merasa di cintai oleh pria di hadapannya itu..dia beruntung bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Gio.
Skip>>>>>>>>>
Sementara itu setelah kepergian Gio dan Alana Carly menatap mereka dengan cemburu..dia tak terima harus kalah dari Alana..dia akan membuat Alana menangis darah.
"Awas kau Alana..akan ku ambil siapapun yang dekat denganmu termasuk suamimu sekalipun..akan aku pastikan kau menangis darah ketika melihat kehancuran mu sendiri"
Carly begitu membenci Alana karena Alana lebih berbakat dalam hal mendesign..dia melakukan apapun agar bisa masuk kelas design dan menyaingi Alana.
Dia bahkan membayar mahal agar bisa menjadi designer seperti Alana..dia membayar orang untuk membuat karya yang dia beli dan menjadikan karya itu miliknya.
Wanita itu benar-benar licik seperti rubah..tunggulah akhir dari hidupmu Carly.
__ADS_1