PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 105_Shopping-Shopping


__ADS_3

Tak terasa sudah 5bulan mereka tinggal di negara X..Laura sudah mulai terbiasa dengan suasananya..para bocil juga sudah semakin besar..banyak tingkah polah mereka yang membuat para orangtua kadang mengelus dada.


"Laura kau mau ikut momy ke pusat perbelanjaan bersama Nila dan momy Mariana nanti..?" tanya mama Rey pada Laura.


"Pusat perbelanjaan..tapi Laura belum ijin sama Rey mom"


"Udah nanti momy aja yang ijinin ke Rey..ikut ya please"


"Baiklah..Laura ikut saja"


"Ok siap-siap ya nanti siang kita berangkat.. anak-anak sama suster aja tapi Gian sama Via di ajak karena masih kecil"


"Iya mom"


Mama Rey masuk ke kamarnya dan menghubungi Rey untuk memintakan ijin agar Laura boleh ikut bersamanya ke pusat perbelanjaan..awalnya Rey menolak karena tidak ingin istri nya kelelahan dan di lirik pria lain tapi karena ancaman maut mama Rey akhirnya Rey mengijinkan Laura ikut toh bukan hanya berdua saja mereka berempat jadi banyak yang menjaga Laura nanti.


Setelah selesai mama Rey mulai bersiap..begitu juga dengan mama Laura dia juga sudah bersiap sejak tadi..dia tidak sabar untuk menghabiskan waktu bersama para wanita.


"Dad nanti momy sama Laura dan yang lainnya pergi ke pusat perbelanjaan ya"


"Iya mom asal tetap hati-hati"


"Ok darling"


Dady Jo hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang semakin hari semakin menjadi...istrinya semakin bertingkah layaknya ABG saja.


"Istriku seoerti anak mudah saja jika seperti ini"


Dady Jo mengelus dada dengan segala keanehan istrinya yang kian menjadi-jadi.


Sementara itu di kediaman Rey Nila dan Laura juga sudha bersiap tentu saja atas desakan dari mama Rey.. benar-benar para Kanjeng-kanjeng Mommy itu sudah tidak sabar untuk bershopping ria dwngan para wanita.


Selesai dengan segala persiapan akhirnya para ladies berangkat menuju pusat perbelanjaan..tentu saja para lelaki tidak membiarkan nya sendirian..mereka mengutus beberapa pengawal bayangan demi keselamatan para ratu-ratunya.


Sampailah keempat wanita itu di pusat perbelanjaan..mama Rey dan mama Laura begitu antusias untuk menghabiskan uang para suami mereka..lain halnya dengan Laura dan Nila..mereka berdua begitu canggung..tidak terbiasa juga tidak pernah melakukan aktivitas menghabiskan uang suami hanya untuk sekedar membeli baju.


"Mom Laura nggak nyaman"


"Nila juga mom"


"Hey anak muda sudahlah..buat apa suami kalian itu bekerja keras setiap hari jika uangnya tidak kalian gunakan untuk menyenangkan diri kalian sesekali..sudah nikmati saja dan jangan mengeluh" ucap mama Rey pada kedua anak muda itu.


"Benar sayang..nikmati saja toh hanya sesekali kan.."

__ADS_1


"Baiklah" jawab Laura dan Nila bersamaan.


Skip.......


Seorang wanita paruh baya tengah memandangi sebuah foto seorang wanita yang usianya hampir sama dengan nya..dia memandangnya dengan tatapan penuh kebencian..entah ada apa di antara dia dan wanita yang ada di bingkai foto itu.


"Tunggu pembalasanku..kau akan merasakan kepedihan yang ku rasakan juga.. nikmatilah sisa-sisa kebebasanmu Mariana"


Wanita itu begitu membenci mama Laura..dia punya masalah pribadi dengan nya.. berpuluh-puluh tahun lalu tepatnya ketika Laura masih ada bersama Mariana dan Jonathan.


Dendam masa lalu yang sudah dia tahan sejak dulu kini saatnya dia lampiaskan pada yang bersangkutan..dia tak peduli lagi amanat dari ibunya..yang dia tau Keluarga nya tidak ada yang berpihak pada nya.


Awalnya keluarga Mariana baik-baik saja sampai suatu kejadian yang merenggut nyawa suami wanita itu dengan tragis..sejak saat itu dendamnya pada keluarganya semakin mendarah daging..bahkan sang ibu harus meregang nyawa di tangannya sendiri.


Skip.......


Tuan Jonathan mendapatkan sebuah telfon dari nomor tak di kenal..dia awalnya bingung dan membiarkan saja karena paling orang iseng namun lama-kelamaan telfon itu begitu mengganggu nya akhirnya dia mengangkat nya.


"Hallo siapa ini..?"


"Apa kabar Jo..lama tidak bertukar kabar"


"Siapa kau..?"


"Kau tak mungkin melupakan ku kan "


"Hahaha.. Jonathan.. Jonathan..begitu cepat kau melupakanku setelah harta kekayaan Mariana berhasil kau dapatkan"


"Safira..k..kau.."


"Ya aku Safira..ternyata kau tidak melupakan ku "


Dady Jo terkejut karena sekian lama tidak ada kabar tapi sekarang kenapa wanita busuk itu kembali dan menghubungi nya.


"Apa maumu..?"


"Mauku..kau tentu tau apa mauku"


"Cih tidak usah bertele-tele..cepat katakan"


"Ternyata kau masih sedingin dan segalak dulu ya..mauku adalah sebagian saham Richard Corp harus atas namaku"


"Cih.. kau pikir kau itu siapa..kau bukan siapa-siapa bagi Richard familly..kau sudah keluar dari batasanmu Safira"

__ADS_1


"Aku seperti ini juga karenamu brengsek"


Dady Jo sudah muak mendengar alasan itu lagi..dia memilih menyudahi percakapannya..dia tak ingin berurusan dengan wanita busuk itu..karenya wanita busuk itu adiknya meninggal dunia dan mereka sempat berselisih paham karena ulah Safira.


"Tidak akan ku biarkan keluargaku hancur karena mu lagi Safira..kau yang bersalah atas semua yang menimpa keluarga ku selama ini"


Dady Jo memblokir nomor Safira..dia tak ingin berurusan dengan wanita gila itu lagi..sudah cukup adiknya yang tertipu akan muslihatnya hingga nyawanya melayang.


Dady Jo menghubungi istrinya namun tidak tersambung..dia cemas karena wanita gila itu sudah kembali dan mengincar harta keluarga Richard..Dady Jo juga menghubungi Dady Wil dan Rey beserta Erick untuk meminta saran.


Mereka para lelaki akan mengadakan pertemuan mendadak nanti di ruang kerja Rey..ini bukan masalah sepele ini menyangkut kepentingan keluarga besar.


Skip.....


Rey pulang dari kantor bersama Erick..mereka sampai di rumah dan menemukan keempat ratu itu tengh asik bercengkrama entah apa yang mereka bahas.


"Hay girls.." sapa Rey ketika sudah sampai di depan pintu masuk.


Keempat wanita itu menoleh dan mendapati Rey dan Erick sudah ada di rumah..Laura dan Nila beranjak dari duduknya dan menghampiri para suami mereka.


"By sudah pulang..ko cepet..?"


"Aku merindukanmu baby"


"Astaga merinding momy mendengar kalimat horormu Rey" sela mama Rey.


"Apa sih mom..iri bilang "


"Anak nakal"


"Sudah sudah ayo masuk..by mandi dulu sana"


"Ok baby.."


Erick dan Nila juga seprti itu mereka sudah terbiasa menunjukkan kemesraan di depan Keluarga nya.. seperti nya Erick ketularan Rey makannya jadi begitu.


Mereka semua masuk kedalam menuju menja makan..sementara oara bocil bermain bersama susternya.. sesekali para Kanjeng-kanjeng Mommy menculik bocil-bocil itu hanya ini sekedar bermain-main saja.


"Bagaimana Rey pekerjaan mu..?" tanya Dady Wil.


"Ya seperti biasa dad..sudah mulai stabil"


"Bagus pertahankan jika tidak Dady akan memecatmu"

__ADS_1


"Kalau Dady memecat Rey maka Rey akan makan tidur saja di rumah"


Semua orang tertawa mendengar penuturan Rey.. benar-benar Rey seprti mood booster bagi mereka..kadang juga Rey bisa bersikap layaknya lebih dewasa dari yang dewasa sekalipun.


__ADS_2