
Pagi hari di kediaman Rey suasana tampak masih nyaman sebelum para bocil itu bangun..sudah menjadi rutinitas setiap hari para penghuni rumah untuk jogging dan olahraga ringan setiap hari.
Mama Rey dan Dady Wil juga baru selesai berolahraga di lapangan sekitar komplek rumah Rey.
"Dad momy capek..padahal cuma 2 puteran ko rasanya kaya 100 puteran ya dad huhhh.. huhhh" ucap mama Rey sambil mengatur nafas nya.
Dady Wil hanya terkekeh..dia juga lelah maklum faktor U memang tiada duanya.
"Dady juga capek mom..kita kan udah tua lihatlah cucu saja udah 5" ucap Dady Wil menyadarkan istrinya.
Keduanya tertawa ketika sudah menyadari bahwa mereka memang tidak lagi muda.
Di saat mereka tengah asik bercanda mama Laura dan Dady Jo datang..mereka datang dengan membawa seorang pria yang usianya tak jauh berbeda dengan Rey.
"Selamat pagi Wil..Mira..baru olahraga kah kalian..?" Tanya Dady Jo.
"Pagi juga Jo..iya biasa rutinitas..em siapa dia Jo..?" Tanya Dady Wil yang penasaran.
Dady Jo seakan tau rasa penasaran sahabat serta besannya..dia mengajak mereka untuk dusuk dulu karena tak enak jika terus berdiri di depan pintu.
"Kenalkan ini Bastian..dia keponakan ku..anak dari Safira Wil..Mira" ucap Dady Jo memperkenalkan Bastian.
Bastian bangkit dan membungkuk memberi hormat pada Dady Wil dan mama Rey.
"Saya Bastian paman..bibi..maafkan kesalahan momy saya..saya malu sebagai anaknya..sekali lagi maaf atas nama momy saya" ucap Bastian tulus.
Dady Wil dan mama Rey melihat ketulusan Bastian..mereka tak menaruh dendam atau apapun toh Bastian tidak tau apapun soal masalah itu.
"Sudah tidak usah di fikirkan lagi..yang lalu biarlah berlalu jadikan sebagai pelajaran saja untuk kedepannya..kau anak baik Bastian" ucap mama Rey.
Bastian tersentuh mendengar penuturan mama Rey..dia malu sebagai anak Safira..dia tak punya muka berhadapan langsung dengan orang-orang baik di hadapannya.
"Terimakasih paman..bibi.. terimakasih tidak menaruh dendam pada saya..sekali lagi maaf dan terimakasih"
Semuanya tersenyum melihat ketulusan dari Bastian..suasana mulai kondusif lagi..Rey turun dengan Laura.
"Morning para Kanjeng-kanjeng.. bagaimana kabar kalian..?" Ucap Rey menyapa.
Mereka hanya menatap jengah Rey..mereka sekan sudah tau kebiasaan Rey di pagi hari.
"Morning Laura sayang.." ucap mama Rey yang membuat Rey melongo.
Semuanya menahan tawanya ketika melihat wajah kesal Rey..Rey seakan-akan tak terima dengan sahutan dari mamanya.
Rey menatap mamanya tak percaya.. sebenarnya yang anak kandung itu siapa sih.
"Momy kan Rey yang menyapa kenapa Laura yang di sapa balik..Rey ini anak yang tertukar atau bagaimana mom..kesel ihh"
"Suka-suka momy lah..kan mulut ya mulut momy..kenapa kamu yang sewot..oh iya kenalkan ini Bastian"
Rey menatap tajam pada Bastian..dia seakan ingin mengintrogasi Bastian itu siapa dan ada tujuan apa dia kesini.
Mama Rey paham dengan tatapan penuh tanya Rey..dia sengaja mengerjai Rey.
__ADS_1
"Oh Momy lupa..Bastian itu calon suami baru Laura" ucap mama Rey dengan santainya.
Rey menganga lebar..dia tak percaya dengan kata-kata mamanya..apakah dia sedang bermimpi.
Yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kejahilan mama Rey..ada saja tingkah nya untuk menjahili anaknya.
"Mom..momy apa-apaan sih..nggak ada drama suami baru atau apalah itu..Rey nggak lagi mau bercanda mom.."
"Momy nggak bercanda Rey..ini serius"
"Dady Jo.. momy Mari..dady Wil..jelasin sama Rey kalau ini cuma bohongan kan..iya kan..?" Tanya Rey masih kekeh tak percaya.
Yang lain sudah mendapat kode dari mama Rey hanya bisa pasrah saja..mereka mengiyakan saja perkataan mama Rey.
Sementara Bastian..dia melongo lebar.. bagaimana mungkin dia menikahi sepupunya sendiri..tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin..toh dia sudah punya kekasih.
Rey frustasi..dia segera memeluk Laura dia tak melepaskan pelukannya barang sedetikpun.
"Baby kau jangan mau ya sayang hm...aku mencintaimu baby..aku tak bisa hidup tanpa mu..hiks..jangan tinggalkan aku baby" Rey merengek pada Laura.
Laura hanya bisa geleng-geleng kepala saja..betapa mudahnya suaminya itu percaya dengan kata-kata mamanya..huhh seperti bocah TK saja si Rey.
"By..apa kau tak sadar jika kau sedang di jahili momy..?"ucap Laura mencoba memberikan pengertian kepada Rey.
Rey seakan baru sadar dari alam mimpi nya..dia buru-buru melihat wajah-wajah tak berdosa para Kanjeng-kanjeng.
"Momy.. momy apaan sih ngerjain Rey kaya gini..bikin sport jantung tau nggak" ucap Rey kesal ketika dia baru menyadari kebenaran nya.
Para Kanjeng-kanjeng hanya tertawa melihat kekesalan Rey..mereka puas jika sudah menjahili Rey.
"What's..mom nggak akan ada drama suami baru titik..jika ada yang berani deketin istriku maka di saat itu juga habislah riwayatnya" ucap Rey kesal.
"Terserah kau saja Rey..momy puas..kenalkan ini Bastian sepupu Laura..keponakan Dady Jo"mam Rey memperkenalkan Bastian pada Rey.
Rey masih menatap tajam Bastian seakan dia ingin menegaskan bahwa tidak ada kesempatan untuk merebut miliknya.
"Rey.." Rey memperkenalkan diri nya singkat.
"Bastian..sepupu ka Laura" ucap Bastian ramah meski sedikit merinding dengan tatapan Rey.
Laura juga menyalami Bastian..dia senang bisa mengenal saudaranya..entah ada apa di masa lalu dia tak peduli selama Bastian baik dan tak macam-macam maka dia juga akan baik pula padanya.
"Senang bertemu dengan mu Bastian..aku Laura.." Laura memperkenalkan diri pada Bastian.
Bastian menyambut uluran tangan Laura..hampir menyentuh tapi sudah di tarik dulu oleh Rey.
"Tidak ada acara pegang memegang..cukup tau nama dan posisi sudah cukup..ayo baby ke kamar saja aku gerah"
Yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rey..jika saja ada alat kejut listrik di sana pasti sudah mama Rey kejutkan otak anaknya itu.
"Maaf ya Bastian..Rey memang begitu..jangan di ambil hati" ucap mama Rey tak enak pada Bastian akan sikap Rey.
"Tidak apa bi..Bastian mengerti ko.."
__ADS_1
Akhirnya mereka sarapan bersama..Bastian di terima dengan baik di keluarga Wilson..dia jadi merasa punya keluarga lagi.
"Bastian..anggap saja paman dan bibi itu orangtuamu..jangan sungkan..kita masih saudara meski kau sudah tau kebenarannya..itu tidak akan merubah apapun..kau tetap keponakanku" ucap Dady Jo yang seakan-akan tau kesedihan Bastian.
"Iya Bastian..jangan sungkan pada kami..kami juga Keluarga mu..meski tiada hubungan darah tapi tetap itu tidak merubah apapun kau tetap keponakanku..kau mengerti kan..?" Tegas mama Laura menimpali Dady Jo.
Bastian begitu terharu dengan kasih sayang dan kelembutan keluarga Richard dan Wilson..dia tak tau harus bagaimana membalas kebaikan mereka.
"Terimakasih paman..bibi..sudah mau menerima Bastian..maafkan jika kesalahan momy sangat fatal..Bastian malu pada kalian..Bastian tidak punya muka untuk sekedar menatap kalian.." ucap Bastian jujur apa adanya.
Dady Jo dan mama Laura memeluk Bastian dengan hangat..mereka tau kesedihan Bastian dari kecil..mereka juga tau sepak terjangnya mulai dari dia di kirim ke luar negeri hingga dewasa dan membangun usahanya sendiri.
Skip......
Rey dan Laura sudah di kamarnya..mereka bermesraan..Rey masih kesal dengan sang mama.
"Sudah by jangan cemberut gitu nanti tampannya ilang gimana..?" goda Laura yang membuat Rey mendelik tak suka.
"Baby kau menyebalkan seperti momy..hibur aku dong baby"
"Hibur bagaimana by..Laura tidak tau cara menghibur suami yang sedang merajuk"
"Ishhh..baby apa sudah bisa bermain-main di sana" tunjuk Rey pada inti Laura.
Laura paham dengan maksud Rey.. sebenarnya sudah bisa tapi dia ingin menguji suaminya sehari lagi apakah bisa bertahan atau tidak.
"Belum bisa by..masih sedikit ngilu..sabar ya dua hari lagi" ucap Laura dengan wajah yang di buat sedih.
Rey menghela nafas panjang..dia harus sabar..ini demi kebaikan bersama..ini juga salahnya..eh bukan ini salah si Jono yang selalu minta jatah.
"Baiklah baby..asalkan kau cepat sembuh aku rela menahannya sedikit lagi"
Laura sebenarnya kasihan dengan Rey..tapi dia harus bisa menguji seberapa sayang nya Rey padanya..dia tak mau hanya sekedar sayang dengan naffsunya saja.
"Maaf by.."
"Tidak baby..ini salahku..sudahkah istirahat saja..aku ke ruang kerjaku dulu ya..bye baby cup"
Rey keluar dengan wajah tak bersemangat..dia kecewa tapi bisa apa..andai dia tak sebringas itu waktu di sana pasti sekarang dia sudah bisa enak-enak dengan Laura.
Laura kasihan pada Rey..ada rasa tak tega tapi dia harus tega dan kuat agar Rey bisa lebih menahan diri lagi.
"Tidak apa-apa Laura..demi kebaikan bersama..hubby sabar ya..maafkan Laura by" gumam Laura pelan.
Di ruang kerja Rey mengerjakan pekerjaan nya yang masih belum selesai..dia ingin mengalihkan perhatian nya agar tidak selalu terbayang akan hal enak-enak dengan Laura.
"Sabar Rey dua hari tidak lama..sabar Jon..kau jangan melewati batas mu lagi kali ini..jika tidak awas saja ku goreng kau jadi terong balado"
Rey berusaha fokus dengan pekerjaannya..dia tak mau menyerang Laura di saat istri nya benar-benar belum siap dan sembuh.
Sebenarnya waktu dokter memeriksa Laura..dokter mengatakan hanya 5 hari saja agar libur tak berhubungan intim dulu tapi karena Laura ingin menguji sang suami jadi lah dia mengatakan seminggu pada Rey.
Laura hanya kram otot intinya..dokter sudah memberikan salep agar kramnya tidak berkelanjutan.
__ADS_1
Laura sudah merasakan lebih baik di bagian intinya..dia sudah tidak merasakan sakit atau apapun itu pada area sekitar itu.
"Tidak apa-apa Laura..kau pasti bisa"