PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 99_Jangan Salahkan Aku


__ADS_3

Steven Saat ini tengah menanti kabar dari anak buahnya mengenai Lala..dia sudah tidak sabar untuk mengetahui hasilnya..dia rindu dengan gadis kecilnya..sejak dia pindah dari negara X dia sudah kehilangan kontak dengan keluarga teman ayahnya.


"Bagaimana..?"


"Maaf bos tidak ada informasi apapun"


"Bodoh"


"Maaf bos..semua tentang Keluarga Anderson seakan lenyap di telan bumi bos..kami tidak bisa menemukan satu informasi pun"


"Kenapa bisa begitu..apa kalian tidak memiliki seseorang yang handal..?"


"Semua sudah kami kerahkan bos tapi tetap tidak ada yang bisa menemukan informasi mengenai Keluarga Anderson"


"Huh.. baiklah..tetap lanjutkan pencarian "


"Siap bos..permisi"


"Ya"


Anak buah Steven pergi dari ruang kerja nya..Steven sendiri memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing.. bagaimana bisa semua informasi mengenai Keluarga Anderson lenyap bagaikan di telan bumi..sungguh aneh.


"Sebenarnya ada apa ini.. bagaimana bisa anak buahku sampai tidak bisa menemukan petunjuk sekecil apapun mengenai mereka..huhh Lala aku harap kamu sekarang baik-baik saja ya..aku sangat merindukanmu La".


Steven kembali mengerjakan pekerjaan nya yang masih banyak..dia jadi berfikir kalau ini juga kesalahannya..semenjak pindah dia tidak pernah mencari informasi mengenai Keluarga Anderson lagi.


Steven hanya berharap semoga dia bisa di pertemukan dengan gadis kecilnya lagi..ya suatu hari nanti semoga Tuhan mau mengabulkan permintaan nya.


Skip......


Sarah saat ini tengah histeris melihat bagaimana Rey menghabisi Jeremy..dia jadi berfikir dua kali lagi tapi sayangnya sudah terlambat..hanya tinggal menunggu giliran nya saja.


"Rey tolong ampuni Tante Rey.."


Rey yang masih asik menguliti Jeremy terhenti dan menatap asal suara itu..dia melihat Sarah sudah bersimpuh di balik jeruji besi ruang tahanan nya.


"Kau bilang apa..Tante..aku tidak punya Tante gila sepertimu..sejak dulu aku sudah membiarkan Keluarga kalian untuk hidup bebas dan menikmati kebebasan kalian tapi dengan bodoh nya anakmu malah kau kirim untuk menghancurkan hubungan ku dengan istriku..hahahah kau pikir aku tidak tau alasan ja*ang itu datang ke rumahku jika bukan karena perintah dan atas rencanamu hah"


Sarah terkejut bagaimana bisa Rey mengetahui semuanya..apakah selama ini dia di mata-matai..oh tidak berarti dia sudah salah perhitungan.

__ADS_1


"Kenapa kau diam..apa kau sudah kehabisan kata-kata.."


"Rey..ma.. maaf..Rey tolong bebaskan aku Rey..ini semua karena salah paham Rey "


Rey bangkit dan mengambil potongan kaki Jeremy kemudian dia berikan pada Leon..Leon tentu saja tidak menolak..anak baik😁.


"Dulu sudah ku peringatkan kau agar tidak menggangu ketenangan keluarga ku tapi kau seakan-akan tuli dan tidak menghiraukan peringatan dariku maka sekarang rasakan sendiri hasil dari kebodohan mu..jangan salahkan aku jika aku menjadi seorang monster yang bisa saja menghancurkan mu sampai akarnya.."


Sarah sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi..memang dia yang salah karena tidak mengindahkan peringatan dari Rey..sekarang hanya ada kata penyesalan saja..andai dia tidak menuruti kemauan anaknya..andai dia tidak terpengaruh dengan kata-kata anaknya..andai....huhh sudahlah terima saja nasibmu Sarah.


Rey berjalan mendekati Leon yang tengh asik mengoyak makan siangnya..Leon begitu berselera jika memakan daging dan bagaian tubuh para keparat yang berusaha menghancurkan atau mengusik ketenangan keluarga Wilson.


"Hey boy apa kau sudah kenyang..?"


Leon seakan tau apa yang Rey katakan..dia mengaum tanda masih lapar..dia terus mengotak sampai tak tersisa.


"Ok boy masih banyak makanan untukmu..kau tenang saja dan nikmatilah jangan di sisakan ok boy"


Leon mengaum lagi tanda setuju..dia sempat menatap Sarah yang sudah ketar-ketir di dalam sel..dia tidak sabar ingin mencicipi rasa dari daging perempuan kampret itu.


Sabar Leon nanti juga dapet 😁.


Skip............


"Hubby kemana sih..Laura mau ke kamar mandi"


Laura mengambil ponselnya dan menghubungi Rey..dia pikir Rey masih di rumah saat ini.


Panggilan tersambung dia segera menanyakan keberadaan nya saat ini..Laura sudah tidak tahan ingin ke kamar mandi tapi kakinya masih belum kuat dia takut nanti jatuh dan merepotkan orang lagi.


"By kau dimana..?"


"Baby kau sudah bangun sayang..maaf saat ini aku ada pertemuan di luar "


"Yah..Laura mau ke kamar mandi tapi kakinya masih gemetaran dan juga nyut-nyutan by..gimana..?"


"Em.. sebentar aku kasih tau pelayan aja ya..biar kamu di bantu pelayan dulu..sebentar lagi aku pulang kok.."


"Ya udah jangan lama-lama by..Laura kangen"

__ADS_1


"Iya sayang sebentar ya..kamu jnagan coba-coba berdiri sendiri loh"


"Iya by"


"Bagus"


Laura memutus sambungan telepon dan menunghu seseorang masuk untuk membantunya ke kamar mandi.


Tak berapa lama masuklah seorang pelayan dan membantu Laura ke kamar mandi..setelah selesai Laura kembali ke atas ranjang dia begitu patuh dan tidak macam-macam.


"Bi tolong buatkan makanan ya..Laura tiba-tiba laper"


"Baik nona..mau makan apa..?"


"Em..itu mi yang panjang terus ada saosnya di atasnya itu apa ya bi namanya..?"


"Mi panjang ada saosnya..oh spageti..?"


"Ah iya itu..Laura mau spaghetti..apa bibi bisa buatin..?"


"Bisa nona.. sebentar ya bibi buatkan dulu"


"Terimakasih bibi"


"Sama-sama nona"


Dan bibi pun keluar dari kamar Laura..Laura sendiri memilih berbaring di atas ranjangnya..dia tak mau nakal dan merepotkan orang lain makannya Laura patuh sekali.


Skip..........


Rey saat ini sudah selesai dengan si Jeremy yang malang..sekarang giliran si Sarah yang meresahkan itu.


Rey mendekati kursinya dan memerintahkan pada anak buahnya untuk membawa Sarah ke hadapannya..mereka membawa Sarah ke hadapan Rey dengan kondisi tangan terikat Sarah benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.. akhirnya ajalnya tiba.


"Kau pikir aku akan membunuhmu dengan mudah hah..tidak..kau salah..justru ini akan menjadi kematian menyakitkan untukmu..bersiaplah untuk menemui anakmu bi*ch"


"Rey Tante mohon Rey..maafkan Tante..Tante khilaf Rey Tante hanya termakan hasutan Alya..tolong Rey..maafkan tant....arghhhhhhh"


Rey tak ingin mendengar suara Sarah lagi..dia menendang leher Sarah dengan sepatunya..tak hanya di situ saja..Rey juga mengambil sebuah tongkat yang sudah di tempeli paku di setiap sisinya hingga penuh.

__ADS_1


"Aku sudah muak mendengar ocehanmu..sekarang nikmatilah saat-saat terakhir mu menikmati udara kebebasan..kau itu bukan anak kecil lagi yang mudah terhasut akan sesuatu..jika kau bisa berfikir maka seharusnya kau tidak bertindak sebodoh ini tapi karena otakmu itu sudah tidak sinkron dengan hatimu maka tidak ada gunanya sama sekali"


Rey memukul kaki Sarah menggunakan tongkat itu..dia jadi teringat kata-kata Laura saat tadi menelfon nya dan mengatakan kakinya sakit dan masih gemetaran..inilah balasannya untuk menggantikan rasa sakit istrinya.


__ADS_2