PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 126_Sudah Saatnya Hukuman


__ADS_3

Seminggu di Jepang Laura benar-benar di buat takjub dan puas karena Rey mengajaknya ke tempat-tempat yang indah..seprti Tokyo sky tree,masjid Kobe,taman Fujiko.F.Fuji,Hutan bambu dan masih banyak lainnya.


Laura benar-benar di manjakan dengan pemandangan baru yang memang baru pertama kali dia lihat..dia sangat antusias dan bahagia selama satu Minggu itu.


"Dady Jo apa Dady udah sanggup melakukan penerbangan..?" tanya Laura.


"Sanggup sayang..tenang aja Dady udah sembuh kok"


"Beneran..nggak bohong..?".


"Nggak sayang"


"Baiklah..kalau ada keluhan apapun bilang sama Laura ya dad..?"


"Siap putriku"


Laura ke kamarnya lagi setelah ngobrol kama dwngan kedua orangtuanya..dia masuk kedalam kamar dan menemukan suaminya tengah berkutat dengan laptop dengan memakai kacamata Rey benar-benar membuat Laura termehek-mehek.


"Hubby"


Rey menoleh ke arah suara..dia tersenyum dan melambaikan tangannya agar Laura mendekat..Laura mendekat kemudian dia di dudukkan di pangkuan Rey.


"By Laura berat loh..?"


"Kata siapa..?"


"Kata Laura"


"Nggak berat kok"


"Nggak berat cuma terlalu berisi"


Rey tertawa pelan..memang istrinya sedikit berisi tak seperti dulu awal bertemu amat kurus hingga tersisa tulang dan kulit saja.


"Sudah puas ngobrol nya?"


"Sudah..kita pulang kapan by..?"


Laura sibuk mengelus jakun Rey yang naik turun ketika bicara..dia gemas kadang dia kecup dan itu membuat Jono bangun.


"Baby.."


"Kenapa..?" tanya Laura polos.


"Kau membuat Jono bangun loh..tanggung jawab"


"Hah..kenapa Laura yang tangguh jawab..kan Jono punya hubby juga nempelnya di hubby jadi hubby lah yang bikin Jono bangun bukan Laura.."


"Huhhh..kau ini ya..diam dulu bentar lagi selesai"


"Iya"


Laura kembali memainkan rahangnya..dia elus di rahang nya tumbuh sedikit rambut-rambut halus..Laura merasa geli saat menggesek-gesekkan pipinya.


Rey sudah tak fokus lagi..dia mengakhiri pekerjaan nya..istrinya benar-benar sudah pandai memprovokasi dia rupanya.


"Ayo aku menginginkan mu"


"Hah"


"Aku tidak menerima penolakan baby"


Laura hanya pasrah..Rey benar-benar sudah on fire..si Jono sudah siap mencoblos sasarannya..tanpa peduli apapaun lagi Jono sudah dah mencoblos apa yang seharusnya dia coblos.


Permainan mereka benar-benar syahdu..di temani musik dari Shane Filan beautiful in white menambah kesan romantis nan indah suasananya.

__ADS_1


"Kau tambah pintar baby" puji Rey di sela-sela mencobloskan Jono.


"Laura belajar dari hubby..ah"


"Keluarkan baby"


"Hmp.."


Keduanya sampai di puncak kenikmatan nya..mereka cukup lama bermain hingga tenaga mereka sudah terkuras habis.


"Kau selalu bisa membuatku merasa tak pernah puas baby"


Laura sudah terlelap dia lelah..stamina Rey benar-benar luar biasa..dia selalu kalah jika bermain dengan Rey apalagi jangka cukup lama.


*


*


Di negara A Deril masih setiap menyiksa tahanan nya.. sebentar lagi bos Rey akan datang..dia hanya bertugas menjaga bajingan itu selama Rey tak di negara A.


"Bersiaplah bedebah..ajalmu sebentar lagi akan tiba"


Deril masih setia duduk di depan sel tahanan George dengan Leon di bawahnya yang sedang di elus-elus.


Leon terus menatap calon makanannya dengan tatapan lapar..andai bosnya segera tiba pasti dia sudah habis dari kemarin.


Deril menghubungi adiknya Dena..dia rindu dengan gadis kecilnya yang masih berusia 10 tahun itu.


"Hallo mom..kalian sedang apa..?"


"Kami baru saja makan nak..kau sudah makan..?"


"Deril sudah makan mom..Dena lagi apa..?"


"Adikmu itu sedang tidur badannya tadi demam tapi sudah di kasih obat..biasa cuacanya berubah-ubah "


"Tidak apa-apa nak..patuh sama bos karena jika tidak karena bosmu mana mungkin kita ada di titik ini"


"Iya mom..Deril juga tau..Deril akan jadi seperti bos Rey suatu saat nanti"


Dan obrolan masih berlanjut..Deril bercerita tentang keseharian nya di markas.. makanannya..bahkan tidurnya pun dia ceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat.


Hingga hari mulai malam dan dia sudah mulai mengantuk barulah sambungan telepon nya dia putuskan.


"Hoamm..boy aku tidur dulu ya..kau jaga di sini saja..anak pintar"


Leon mengaum rendah tanda setuju.. sementara George sudah tak bisa berkutik lagi dia ketakutan melihat seekor leopard dewasa berada di depan pintu tahanan nya.


Skip.......


Laura dan keluarganya kembali ke negara X..mereka sampai di siang hari karena tak ingin ada kejadian tak di inginkan.


Rey dengan hati-hati membantu Dady Jo turun dengan membawakan kursi roda nya..Laura memegangi tangan Dady Jo.


"Terimakasih anak-anak ku"


"Sama-sama dad" jawab Laura dan Rey bersamaan.


Momy Mari mendorong kursi roda nya dengan penuh cinta walau sudah berulang kali Laura memintanya tapi tetap saja Momy Mari tidak mengindahkannya.


Sampailah mereka di rumah Rey..mereka di sambut oleh oara pelayan di rumah Rey..dengan pelan Rey membantu Dady Jo turun dari mobil dan naik ke kursi roda nya.


"Biar momy saja Rey..kau bawa Gia saja daritadi dia pengin ikut kamu tuh" ucap momy Mari.


"Baiklah.."

__ADS_1


Rey mengalah..dia menggendong Gia..tak lama Gia tertidur di gendongan Rey karena memang dia sudah mengantuk di sepanjang perjalanan.


"Astaga langsung tidur by" ucap Laura yang gemas melihat Gia tidur di gendongan Rey.


"Biarkan saja baby..ayo ke kamar anak-anak..pasti mereka juga lelah"


"Iya by"


Mereka semua bergegas masuk menuju kamar masing-masing..Erick dan Nila juga masuk kamar mereka setelah menidurkan Sean dan Via di kamar khusus anak-anak.


Rey dan Laura juga sama mereka menidurkan ketiga anaknya dulu baru bisa kembali ke kamarnya.


"Kau lelah..?"


"Lumayan by"


"Mau di pijit..?"


"No..hanya butuh pelukan"


"Ok"


Rey memeluk Laura dengan mesra..dia kecup kepala Laura berkali-kali..dia tak menyangka akan di beri istri sebaik Laura.. benar-benar suatu anugerah bagi Rey.


*


*


Seminggu berlalu Rey harus ke negara A untuk mengeksekusi bedebah George yang sudah membakar serta membunuh pelayan yang tak bersalah.


"Baby aku ke negara A ya mau mengurus soal rumah itu"


"Laura ikut by"


"Tidak usah baby..nanti kau lelah"


"Laura mau ikut by"


"Huhh baiklah"


"Makasih"


Laura dan Rey bersiap mereka sudah mengatakan pada keluarga tentang rumah di negara A..awalnya para Kanjeng-kanjeng marah besar dan ingin melihat wajah si pelaku tapi Rey tak ingin para Kanjeng-kanjeng lelah karena baru melakukan perjalanan jauh.


Akhirnya Rey pergi ke negara A di temani Laura istri nya .. anak-anak sudah bisa di tinggal pergi..mereka sudah jauh lebih mengerti dan menurut.


"Waktu kematian mu semakin dekat George..kau salah sudah memusuhi Keluarga ku dan mengusikku hanya demi Safira yang bahkan tidak memberimu apapun.. benar-benar bodoh" batin Rey dalam hati.


"By Laura mau ikut lihat wajah orangnya ya..?"


Rey mengangguk apakah Laura siap pergi ke markas kematian nya..semoga saja tidak pingsan.


"Tapi jangan pingsan ya..di sana banyak kejutan"


"Kejutan..kejutan apa by..?"


"Kejutannya serem baby.."


"Laura nggak papa..nggak akan takut..kan ada hubby"


"Iya..iya..kau memang paling pintar memuji"


"Hehe"


Mereka sudah mengudara..hanya tinggak beberapa jam lagi mereka sampai di negara A..Rey sudah menghubungi Deril bahwa dia akan kesana dengan Laura dan menyuruhnya untuk menyiapkan segala sesuatunya.

__ADS_1


Maaf kalau kurang nyambung atau gimana tapi ini otak othor udah bener-bener buntu..asal aja yang penting ada bahan buat nulis.


Othor kehabisan wangsit siapa tau ada yang punya saran boleh kasih tau othor via komen atau chat pribadi nggak apa-apa..othor butuh saran dari kalian biar nggak kebingungan bahan buat nulis semakin langka๐Ÿ˜‚.


__ADS_2