
Acara pernikahan Gio dan Alana berlangsung lancar tanpa hambatan..semua keluarga besar sangat bahagia..Laura dan Vanya menangis haru..Rey dan Samuel hanya diam memperhatikan istri nya.
"Hiks aku nggak nyangka Van ternyata secepat ini harus melepas anak ku menjadi suami anakmu hiks" ucap Laura di sela-sela tangisnya.
"Aku juga La..aku nggak nyangka ternyata kita udah jadi besan sekarang.. anak satu-satunya udah di pinang sama lelaki yang di cintai nya..hampa sudah rumahku" curhat Vanya.
"Kenapa jadi curhat..harusnya kita bahagia ko malah curhat begini hahaha"
"Kamu duluan yang mulai"
"Benar..udah semua udah ada jalannya..doakan saja semoga mereka Bahagia"
"Kau benar La..semoga cepat kasih cucu"
"Amin"
Laura dan Vanya kembali bergabung dengan para ladies.. sementara Samuel dan Rey hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Istri nya.
"Kau lihat istri kita Rey.. benar-benar mendramatisir sekali"
"Ya kau benar Sam..tapi biarpun sudah ketularan virusnya Vallery aku tetep mencintai istriku Sam"
"Haha..akupun sama Rey"
Dan Rey beserta Samuel bergabung dengan para pria..mereka bercengkrama sedangkan pengantin nya terlihat sudah tidak sabar untuk kabur dari tempat itu.
"By kau kenapa sih gelisah sekali..?" tanya Alana pada suami nya Gio.
"Bukan gelisah aku sudah tidak sabar memakanmu sayang" jawab Gio dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan sih by..udah sabar dulu nanti selesai acara juga dapet jatahnya"
"Harus dapet dan nggak boleh gagal"
"Hahaha ok terserahlah"
Gio tidak sabar menunggu hingga selesai acara dia menggandeng tangan Alana pergi..Rey melihat Gio hendak pergi dan menghampiri anaknya.
"Hey kalian mau keman.. acaranya belum selesai loh..?" tanya Rey.
"Otw bikin cucu buat kalian..Daddy handle acaranya kita mau ke kamar capek"
"Astaga anak ini.. baiklah bikin yang banyak plus yang imut-imut"
"Tenang aja serahkan sama Gio"
Akhirnya Rey menghandle acara yang sebenarnya sebentar lagi selesai.. pengantin nya sudah kabur karena tidak sabar untuk unboxing.
Di Kamar Hotel...........
"Aku mandi dulu ya by gerah" ucap Alana ingin mengulur waktu.
__ADS_1
"Nggak usah mandi sayang..nanti kan mandi lagi" jawab Gio tak mau berlama-lama.
"Ya udah terserah kamu by"
Gio mulai melepaskan pakaiannya..dari jas..kemeja..hingga celana panjangnya dan hanya tersisa kolornya saja.
Alana sangat malu melihat kelakuan Gio yang blak-blakan.. Gio mendekati Alana dan membantunya untuk melepaskan gaun pengantinnya.. Gio menurunkan resleting gaun Alana dan dapat melihat punggung mulus nan putih milik Alana.
"Are you ready sayang..?"
"Ya..IM ready"
Gio mencium bibir Alana..bibir yang membuatnya candu sekarang telah menjadi miliknya..dia bisa sepuasnya menikmati bibir itu setiap saat.
Ciuman masih berlanjut llidah Gio menerobos masuk kedalam rongga mulut Alana..permainan llidah Gio membuat Alana terlena..tanpa sadar dessahan mulai terdengar di telinga Gio dia tersenyum melihat Alana begitu menikmati permainan llidah nya.
Tangan Gio sudah tidak bisa di kondisikan lagi..tangannya sudah kesana kemari menyentuh squisy Alana.. ciumannya kini mulai turun ke leher jenjang Alana..tanda merah sudah Gio ciptakan di leher itu.
"Ah by pelan-pelan" suara berat Alana semakin membuat api gairrah Gio membara.
Tanpa mau menjawabnya Gio meneruskan kegiatannya tanpa peduli ucapan Alana..dia sudah terbakar..di rasa cukup untuk pemanasan nya kini Gio merebahkan tubuh Alana setelah melepas semua kain yang ada pada mereka.
"Kau siap jika aku melakukannya sekarang..?"
"Siap.. lakukanlah"
"Thanks baby"
"Jangan melihatnya seperti itu by..aku malu"
"Hey jangan di tutup aku suka melihatnya.. baiklah aku mulai ya..tahan mungkin akan sakit sebentar"
"Iya"
Gio mulai memasukkan paku payungnya kedalam kue apem Alana..perlahan tapi pasti.. Gio mulai mendorong paku payung nya dengan pelan.
"Ah ssshh sakit by"
"Tahan sayang"
Gio mendorong lagi kali ini dengan sedikit tenaga sampai akhirnya dia berhasil membobol gawang itu..Alana mencengkram lengan Gio kuat hingga menimbulkan luka di lengan Gio..dia kesakitan saat paku Gio mulai menerobos pertahanan nya.
"Akhh pelan by sshh..sakit"
Sampai akhirnya Alana merasakan pertahanan nya sudah di terobos oleh Gio..dia lega karena sudah tidak sesakit sebelum nya.
"Aku mulai"
Alana hanya mengangguk sambil memeluk Gio.. Gio mulai melakukan senam maju mundur.. Alana mendessah saat Gio melakukan senam maju mundur itu..dia semakin mengeratkan pelukannya pada Gio.
"Ouh kau sempurna baby..ah"
__ADS_1
Alana terus mengeluarkan suara lucnut nya hingga membuat Gio semakin terbakar..dia mempercepat senamnya dan merasakan pasokan air tajinnya sudah mulai penuh dan bersiap untuk di muntahkan.
"Ahh Nana kau..milikku.."
Gio menyemburkan air tajinnya kedalam rahim Alana..dia berharap bibit unggul nya segera tumbuh di rahim Alana dan menjadi calon anak mereka.
Gio terbaring lemas di samping Alana.. Alana jangan di tanya dia sudah seperti tidak punya tenaga.. Gio melihat Alana tak bergerak..dia tersenyum ternyata Alana tertidur.
"Terimakasih sudah menjaganya untuk ku..aku akan setia hingga maut memisahkan kita..aku berharap semoga benihku bisa cepat tumbuh di sini" Gio mengusap perut rata Alana dan mencium kening istrinya.
Gio tertidur di samping Alana sambil memeluk tubuh Alana..dia senang karena menjafi yang pertama untuk Alana dalam segala hal..dia juga harus banyak berterimakasih pada Daddy nya karena sudah mengajarkan tutorial malam pengantin padanya.
Paginya..
Alana bangun dengan wajah di tekuk..dia kesal dengan Gio.. bagaimana tidak..setelah selesai mengunboxing hingga membuatnya tertidur.. bisa-bisanya tengah malam dia meminta jatahnya lagi hingga membuat Alana benar-benar menjerit..dia baru tidur jam 3 pagi tadi karena Gio bterus melakukan itu berkali-kali dan membuat pinggangnya sakit.
"Sudah jangan di tekuk gitu mukanya..jelek..nanti aku bawa ke salon buat pijit dan yang lainnya gimana..?"
"Bener..?"
"Iya sayang..maaf aku terlalu bersemangat menanam bibitku..maaf ya sini aku pijitin"
"Nggak usah nanti di *****-***** lagi..udah aku mau mandi dulu"
Alana hendak bangun tapi dia meringis merasakan bagian sensitifnya sakit..dia merutuki Gio yang sudah bermain tanpa henti bahkan berkali-kali.
"Akhh shhhh"
"Udah sini aku bantu..aku tau pasti masih sakit kan..?"
"Tau ah"
Gio hanya tertawa melihat kekesalan Alana..dia terhibur dengan sikap lucunya Alana..dia membantu Alana ke kamar mandi..membantu memandikan Alana.
Hanya mandi gaes no enak-enak yaπ.
Di tempat lain Carly tengah merencanakan sesuatu untuk Alana..dia akan membuat Alana menyesal karena telah membohongi nya..dia tidak terima dengan semua ini.
"Lakukan dengan hati-hati jangan sampai ketahuan"
"Baik bos"
"Aku mau hasilnya sempurna..jangan sampai ada yang melihat kalian"
"Siap bos..akan kami lakukan dengan sangat hati-hati"
"Bagus kalian bisa menjalankan tugas kalian jika sudah melihatnya sendirian"
"Siap bos"
Sambungan telepon terputus..Carly tersenyum melihat foto pernikahan Alana dan Gio..dia sangat membenci Alana..dia tak mau kalah dengan wanita sialan itu.
__ADS_1
"Rasakan pembalasan ku Alana.. nikmatilah sisa-sisa nafasmu yang sebentar lagi akan hilang..aku akan pastikan Gio menjadi milikku seorang"