
Seminggu setelah lamaran sepihak El membawa Gia menemui orangtua nya..ada perasaan bahagia juga khawatir..entahlah hanya El yang tau.
"El aku takut Orangtua mu tidak merestui kita"
"Hey jangan berfikir macam-macam..trust me"
"Aku ingin percaya pada tapi entahlah El..aku hanya takut"
"Sudah ayo masuk..kita hadapi bersama.. apapun yang terjadi aku tetap memilihmu"
"Terimakasih El"
El menggandeng tangan Gia masuk kedalam rumah..Gia benar-benar merasa takut..takut tidak mendapat restu dari orangtua El..tapi dia akan berusaha keras untuk mendapatkan restu itu..dia akan bertahan apapun yang terjadi.
Sampailah mereka di rumah tamu..mereka sudah di sambut oleh kedua orangtua El..Gia memberi salam dan menyapa kedua orangtua El.
"Pagi paman..bibi.." sapa Gia ramah walau hatinya tengah berpacu dengan cepatnya.
"El..apa dia yang kau bicarakan..?" tanya mama El.
"Iya mom.. perkenalkan dia Gia calon istri El..Gia ini mommy dan Daddy ku"
Gia dan orangtua El berkenalan sebentar.. mereka duduk dengan tenang..papa El terus memperhatikan Gia dengan seksama..wajah Gia mengingatkan nya pada seseorang.
"Selamat pagi paman..bibi..maaf mengganggu waktunya" ucap Gia sopan pada kedua orangtua El.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak..kapan kalian akan menikah,.?"tanya mama El dengan binar bahagia.
Gia menoleh pada El..dia meminta penjelasan pada El kapan pastinya akan melangsungkan pernikahan..dia juga tak tau kapan karena semua El yang mengaturnya.
"Sebaiknya mommy dan Daddy bertemu keluarga Gia dulu..tidak mungkin kan tiba-tiba menikah tanpa bertatap muka dengan keluarga calon besan..?" jelas El pada kedua orangtuanya.
"El benar mom..lebih baik besok kita menemui keluarga calon menantu kita..kita sebagai pihak laki-laki harus memberikan kejelasan " timpal papa El membenarkan ucapan El.
"Baiklah..besok kita temui keluarga Gia..maaf ya nak Gia kami baru sempat akan menemui keluargamu..kami sibuk sekali hingga tak ada waktu..maaf" sesal mama El berterus terang karena memnag mereka di sibukkan dengan berbagai urusan akhir-akhir ini.
"Tidak apa-apa paman..bibi..saya ikut saja bagaimana baiknya"
Akhirnya obrolan masih terus Berlanjut..Gia senang El memiliki orangtua yang hangat..dia tak perlu merasa terintimidasi dengan kata mertua kejam seperti yang ada di sinetron-sinetron.
"Nak Gia bolehkah bibi bertanya siapa orangtua mu..bibi hanya ingin mengenal mereka sebelum bertemu langsung" tanya mama El dengan wajah penuh harap.
"Boleh bibi..ayah saya sangat menyayangi saya dan anak-anaknya..dia ayah terbaik yang tidak akan pernah tergantikan..dia selalu melindungi keluarganya dengan nyawa dan hidupnya..dia akan menjadi yang terdepan jika Keluarga nya di sakiti atau ada yang berusaha menyakiti..saya bangga dengan ayah saya..tiada lelaki terbaik selain ayah saya..Ibu saya orangnya ramah baik dan penyayang..dia tidak berpendidikan karena suatu kejadian di masa lampau..dia mendidik kami menjadi orang yang punya pendidik..dengan kasih sayangnya kami tumbuh menjadi anak-anak yang begitu sayang pada keluarga..kami akan melakukan apapun demi kebahagiaan orangtua kami..sudah cukup mereka merasakan asan garam dalam perjalanan menuju kebahagiaan mereka..sekarang waktu nya bagi kami untuk melindungi mereka..saya bangga dengan kedua orangtua saya paman bibi..mereka mendidik kami menjadi pribadi yang lebih baik lagi" jelas Gia menjabarkan sosok kedua orangtuanya.
El tersenyum pada Gia..dia membenarkan semua ucapan Gia..El memegang tangan Gia lembut dan dia bawa pada bibirnya untuk di kecup..memang begitulah yang El rasakan waktu bertatap muka dengan kedua orangtua Gia..mereka begitu hangat dan penuh kasih sayang..dia merasa di terima dengan cepat walaupun ada restu dan juga peringatan dari ayah Gia.
"Kami jadi penasaran dengan keluarga mu nak Gia..siapa namanya..kami tidak sabar bertemu keluarga hangat kalian" ucap ayah El penuh harap.
El semakin berdebar mendengar itu..dia hanya bisa pasrah..biarkanlah rahasia terungkap dia juga penasaran dengan kejadian sebenarnya.. bukankah lebih cepat lebih baik.
"Namanya Reyhan Jade Wilson dan Laura Fransisca paman..bibi" ucap Gia dengan senyum manis di bibir nya.
__ADS_1
Mendengar nama Wilson di akhir nama ayah Gia papa El seketika menegang..hatinya tiba-tiba memanas merasakan sakit yang teramat dalam.
"Wilson..apa kau anggota keluarga Wilson yang memiliki kerajaan bisnis tersukses itu..?" tanya papah El dengan nafas naik turun menahan gejolak amarah dalam hatinya.
Gia yang tadinya tersenyum seketika berubah menjadi kaku..dia tak suka Keluarga nya di usik..ada rahasia besar yang Keluarga El sembunyikan tapi Gia tidak tau apa itu..dia hanya tau ini ada hubungannya dengan keluarganya.. Daddy nya tidak mungkin mengusik ketenangan orang lain selain orang itu mengusik ketenangan keluarga Daddy nya terlebih dahulu.
"Iya benar..saya anak dari Reyhan Jade Wilson cucu dari Opa Wilson dan opa Jonathan Richard..apa paman mengenal keluarga saya atau.....maaf jika saya kurang sopan..mungkinkah paman oernah terlibat masalah dengan keluarga saya..?" Gia memberanikan diri untuk bertanya karena rasa penasarannya.
El menenangkan Gia yang sepertinya sudah berubah emosi..dia tau Keluarga via bagaimana.. walaupun kejadian 30 tahun lalu dia tidak tau kepastiannya tapi El yakin Keluarga Wilson tidak akan memulai sebelum di usik.
"Jadi kau anak dari Rey..hahaha kenapa dunia sempit sekali..El tinggalkan gadis itu dan carilah yang lebih baik darinya..cari dengan latar Keluarga penyayang bukan pembunuh" ucap papa El yang memantik api amarah Gia.
Gia tidak terima Keluarga nya di bilang pembunuh..dia akan melakukan apapun demi keluarganya walaupun melepas El adalah pilihan terbaik untuk keduanya.
"Maaf paman tolong jangan bicara yang tidak-tidak terhadap keluarga saya..saya tidak tau ada masalah apa Keluarga anda dengan keluarga saya tapi satu yang saya tau Keluarga saya tidak akan mencubit jika tidak di cubit terlebih dahulu..saya kenal Keluarga saya sejak saya masih kecil..saya hidup dengan keluarga yang begitu menyayangi saya..jika anda tidak merestui hubungan kami maka saya tidak masalah untuk melepaskan El tapi jangan sekali-kali anda menghina dan mengatai keluarga saya keluarga seorang pembunuh..carilah faktanya sebelum anda menyesa di kemudian hari..permisi"
Gia melangkah pergi setelah mencurahkan kekecewaan nya pada keluarga El..El mengejar Gia setelah mengatakan dia akan tetap memilih Gia apapun yang terjadi.
"Seharusnya Daddy cari tau kebenarannya dulu sebelum menghakimi orang lain..El tidak menemukan sisi kejam dari keluarga Gia..jujur El kecewa pada Daddy yang hanya mengandalkan sebuah informasi yang tidak pasti kebenarannya.. apapun yang terjadi El tetap memilih Gia..maaf El melawan kalian kali ini..tapi El yakin Keluarga Gia tidak akan berbuat di luar batas jika tidak di usik terlebih dahulu".
*
*
*
__ADS_1
Maaf gaes othor kesiangan jadi baru up..biasanya othor udah nulis semalem tapi tadi malam othor bener2 nggak kuat matanya.,baru nulis 10pkata lebih mata othor udah merem melek gaes.. Maaf ya di tunggu aja kelanjutan nya pasti othor up walau telat soalnya othor juga harus beresin rumah plush masak dan ngurus anak.π