PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 44_Hampa


__ADS_3

Lain halnya dengan Laura..dia kini terlihat sudah tenang..Laura sudah menceritakan semuanya pada orangtuanya..tuan Jonathan dan istrinya hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa ada kesalahpahaman saja..mereka maklum karena Laura tengh hamil jadi hormon nya sangat mempengaruhi kondisi moodnya.


"Sayang dengarkan momy ya..mungkin apa yang kau lihat dan dengar belum tentu faktanya seperti itu..bisa saja Rey waktu itu terkejut karena kemunculan mu yang dadakan itu.. sebaiknya dengarkan dulu penjelasan dari suamimu..ingat sebentar lagi kau akan jadi momy.. bijaklah dalam mengambil keputusan sayang" Nyonya Mariana menasehati Laura agar terbuka lagi dan tidak cepat mengambil keputusan yang salah"


"Entahlah mom..Laura untuk saat ini mau tinggal disini dulu..bolehkan..?"


"Tentu saja sayang..ini juga rumah mu..rumah ini akan terbuka untukmu kapanpun itu"


"Terimakasih mom..dad.."


"Sudah syaqng kau lebih baik istirahat saja ya..kasihan cucu-cucu momy dan Dady"


"Iya mom..dad..ya sudah Laura istirahat dulu"


"Baiklah"


Laura memasuki kamar tamu dan beristirahat di sana...dia lelah setelah menangis seharian..dia ingin rebahan..kasihan anak-anak nya.


Sementara itu di ruang tamu tuan Jonathan dan istrinya memutuskan untuk memberitahukan pada tuan Wilson bahwa Laura ada di apartemen nya..mereka takut tuan Wilson dan yang lainnya akan khawatir dengan keberadaan Laura.


"Sudah mom..ayo kita istirahat juga..haru sudah mulai gelap..biarkan Laura menyelesaikan masalahnya sendiri"


"Baiklah dad..ayo"

__ADS_1


*


*


*


Tuan Wilson yang mendapat kabar bahwa Laura ada bersama tuan Jonathan menghela nafas lega..Laura aman bersama orangtuanya..sekarang hanya tinggak mengurus anaknya sendiri yang super bodohnya tidak ketulungan.


"Mom Laura ada bersama Jonathan..dia tidur di sana malam ini..besok baru kita jemput dia.."


"Baiklah dad..kita bawa Laura ke rumah kita saja..biarkan anak bodoh ini sendirian di sini"


"Mom.. maafin Rey"


Rey menghela nafas berat..mampus kau Rey.. bagaimana caranya menghadapi bumil satu itu..moodnya saja selalu berubah-ubah..huhh.


Rey melihat kepergian orang tuanya..dia duduk sendiri di ruang tamu.. memikirkan bagaimana caranya mendapatkan maaf dan membawa Laura kembali ke rumah ini..huhhh rasanya lebih baik dia berkutat dengan segunung dokumen saja daripada menghadapi bumil.


"Shitttt bagaimana ini..akhhh..buntu..tidak ada ide..atau cari di Mbah Gugel saja ya"


Rey menuju kamarnya dan mulai search tentang menghadapi bumil ngambek..baru kali ini seorang CEO perusahaan besar kewalahan...buntu tidak ada ide..hanya menghadapi ibu hamil saja..ckckck kasihan.


"Sial..kenapa jika tentang Laura saja aku seperti orang bodoh begini..huhh salahmu Rey ini salahmu..kau yang bodoh..La maafin aku ya..semoga kamu mau maafin aku besok dan mau kembali lagi ke rumah ini"

__ADS_1


Rey memutuskan untuk tidur tapi rasanya ada yang kurang..ranjang besar itu rasanya begitu kosong..tidak ada Laura seakan tiada warna dalam hidup nya.


Benar-benar hampa..........


*


*


*


Pagi menjelang semua orang sudah bangun termasuk Rey yang bangun lebih awal..dia cuti karena ada misi penting yang harus dia lakukan yaitu mendapatkan maaf dari bumilnya.


"Pagi mom pagi dad.."


"Pagi" jawab tuan Wilson datar.


Sementara mama Rey..dia hanya mlengos seakan-akan tidak ada orang selain suaminya di meja makan..mama Rey benar-benar marah pada putra nya itu..ingin sekali rasanya memasukan Rey lagi ke rahimnya dan memproses otaknya agar sedikit pintar..tapi itu tidak mungkin.. begitu-begitu juga Rey anaknya..mau tidak mau dia harus menerimanya.


"Ayo dad cepat sarapan..momy sudah rindu dengan putri Momy"


"Iya mom sabar.."


Rey diam dan menatap sendu sang momy..mamanya sangat menyayangi Laura..begitu juga dengan papanya..tapi dengan kebodohannya dia malah menyakiti Laura berkali-kali..Rey tolong otaknya di refresh sedikit biar agak pinteran.

__ADS_1


"Maafin Rey mom..Rey selalu bikin Laura sedih..Rey bodoh..Rey janji ini terakhir kalinya Laura sedih Rey akan bahagiain Laura dengan sepenuh hati Rey" Rey membatin dan berjanji pada dirinya sendiri.


__ADS_2