
Laura bangun dan mendapati dirinya tengh berada di rumah sakit..awalnya Laura tak mengingatnya namun ketika Laura memaksakan diri untuk mengingat akhirnya Laura ingat kejadian sebelumnya.
Laura langsung teringat akan anaknya..Laura melihat perutnya yang sudah benar-benar rata..kemana bayiku..apa yang terjadi..berbagai pertanyaan muncul di kepalanya.
"Anakku.."ucap Laura lirih.
Rey merasakan pergerakan dari tangan Laura..Rey bangun dan mendapati Laura tengh meraba-raba perutnya..Rey tau pasti Laura merasakan perutnya sudah rata lagi.
"Baby..kau sudah bangun"
Laura beralih menatap Rey.
"Hubby..anak kita nggak apa-apa kan..?"tanya Laura penasaran.
Rey terdiam..dia tak tau harus bagaimana menjelaskannya..di satu sisi dia juga kehilangan tapi di sisi lain Laura lebih kehilangan karena dia yang mengandung.
"Hubby..kenapa diam..ada apa..kenapa perut Laura rata by..jawab by" tanya Laura sekali lagi di sertai air mata uang lirih begitu saja.
"Maaf sayang" Rey hanya bisa mengucapkan maaf pada Laura.
"By..ada apa..katakan by" teriak Laura ketika merasakan firasat buruk tentang anaknya.
Reng merengkuh tubuh Laura..dia belai rambut Laura..dia kecup keningnya dan berusaha menenangkannya.
"Tenanglah sayang..jangan begini" Rey menenangkan Laura yang terus meronta dalam pelukan Rey.
Rey tak tega melihat istrinya seperti ini..Rey harus apa..dia juga sedih tapi yang paling sedih di sini adalah Laura ibu dari anaknya.
__ADS_1
"Katakan by dimana anak Laura..by jawab by..hiks"
"Sayang..jangan seperti ini..kumohon tenanglah.."
"Nggak by..jangan bilang anak Laura udah nggak ada..itu nggak mungkin kan by..iya kan..jawab by..hahahha..dia masih ada di perut Laura by..hihihi..anak momy lagi tidur ya..maaf ya momy nakal tadi..maafin momy ya nak.." Laura tertawa sendiri sambil mengelus perut ratanya.
Rey yang melihat perubahan sikap Laura segera menghubungi dokter..Rey khawatir Laura akan depresi karena beban pikirannya begitu banyak di tambah anaknya sudah tiada.
"Sayang sadarlah..Laura dengarkan aku sayang..hey..Laura" Rey berusaha berbicara pada Laura namun tatapan Laura kosong. dia tak peduli dia hanya asik mengelus perutnya dan berbicara pada perutnya seolah-olah anaknya masih ada.
Sementara itu tuan Wilson dan istrinya menuju rumah sakit setelah Rey menghubungi mereka dan mengatakan bahwa Laura mengalami depresi karena kehilangan anaknya juga masalah yang terjadi baru-baru ini.
"Dad bagaimana ini..Laura dad..hiks..ya ampun Laura kenapa kamu seperti ini nak hiks" nyonya Wilson tak bisa berkata-kata lagi dia hanya menangis sepanjang jalan menuju rumah sakit.
"Tenanglah mom kita cari cara supaya Laura bisa pulih seperti sedia kala"
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit..tak berapa lama keduanya sampai di ruang rawat Laura..mereka masuk dan melihat Rey tengh duduk di samping brankar Laura sambil menundukkan kepalanya.
Rey mendongak dan melihat orang tuanya...Rey bangkit dan memeluk mamanya..Rey menangis dalam pelukan mamanya.
"Yang kuat nak..jangan lemah..jika kau lemah siapa yang akan menjaga Laura..kita hadapi ini sama-sama"
"Kau tenang saja nak..Dady akan sewa dokter terbaik untuk Laura..kita lakukan pengobatan pada Laura sedini mungkin..semoga Laura bisa seperti sedia kala berdoalah" ucap papa Rey menenangkan putranya.
"Terimakasih mom,dad..Rey tak tau harus bagaimana..Rey sakit melihat Laura seperti ini.."
"Sudah nak..sekarang bagaimana kondisinya"
__ADS_1
"Kata dokter Laura mengalami depresi karena kejadian yang menimpanya bertubi-tubi..di tambah kehilangan anak kami..mental Laura langsung down..Rey sedih melihatnya seperti ini mom,dad"
"Bersabarlah nak..semua cobaan pasti akan ada jalan keluarnya..mungkin sekarang kau sedang diuji..yang kuat dan tetap berdoa untuk kesembuhan istrimu"
Mama Rey mendekati brankar Laura..dia elus kepala Laura dan dia cium kening Laura sebentar.
"Laura sayang maafkan momy nak..momy gagal menjagamu..maafkan momy sayang..cepatlah pulih sayang..jangan seperti ini"
Mama Rey menangis di samping Laura..ketika mereka tengh berdiskusi tentang pengobatan Laura tiba-tiba Laura sadar dan langsung berteriak memanggil anaknya.
"Anakku..dimana anakku..hiks..sayang maafkan momy huuuhhuuu"
Rey yang melihat itu langsung mendekati dan memeluk Laura untuk menenangkan istrinya.
"Sayang tenanglah..Laura dengarkan aku sayang..hey Laura.."
"Anakku.......anakku......"
Papa dan mama Rey melihat Laura seperti itu juga merasakan sakit yang sama seperti Laura..mereka berpelukan..mereka bingung harus bagaimana menyikapi Laura..sedih sudah pasti tapi ini sudah takdir yang kuasa..mereka hanya bisa menjalani nya saja.
MAAFKAN AUTHOR GARING MANTEMAN.. AUTHOR NGGAK DAPET WANGSIT..MAKANNYA BARU UP LAGI..ππ
MAAF JIKA CERITANYA MENGGARINGKAN..π€π€
AUTHOR KASIH BONUS FOTO NYA BABANG REY SAMA MBAK LAURA YA BIAR MAKIN ADUHAI.
__ADS_1
Di tunggu kelanjutannya yaπππππ