
Laura dan yang lainnya masih setia bercanda gurau..sesekali mereka menggoda Gio dengan menculik Laura.
"Astaga lihat wajahnya..anak ini benar-benar keturunan Rey sejati"
Semuanya tertawa tanpa kecuali Dady Jo yang juga sudah semakin pulih.
"Dad apa kau benar-benar sudah pulih..?" tanya Laura yang sejak tadi mendusel pada Dady Jo.
"Astaga Dady sudah benar-benar pulih putriku..jangan khawatir" jawab Dady Jo.
Laura mengeratkan pelukannya..dia tak rela berpisah jauh dari kedua orangtuanya..harapannya adalah semoga tiada lagi huru-hara atau apapun itu yang menimpa keluarga mereka.
"Kapan Dady keluar ..?"
"Hari ini" jawab Rey menimpali.
"Benarkah dad..?" Laura memastikan.
Laura mendapat anggukan dari sang Dady..Laura senang dia ciumi pipi yang sudah terlihat keriiput itu berulangkali.
Semua orang yang ada di sana termasuk Rey begitu bahagia akhirnya Laura tidak lagi sedih..sekarang tugasnya adalah menjaga keselamatan keluarganya dengan sempau dan sekuat tenaga.
*
*
Di negara A Deril dengan beberapa personil lainnya berhasil meringkus pelaku pembakaran rumah Rey..Deril tidak seprti yang dulu sekarang dia sudah l nih dewasa..beladirinya semakin mumpuni.. kemampuan ITnya pun tak bisa di pungkiri lagi.
"Bawa ke markas kematian..kita tunggu perintah dari bos" ucap Deril tegas layaknya orang dewasa pada umumnya.
"Baik"
Deril menghubungi Rey..dia ingin memberitahu bahwa dia dan tim sudah menangkap si pelaku..pasti bosnya senang..apalagi jika membayangkan wajah sedih istri bosnya Deril tak sanggup Deril sudah menganggap Laura seperti kakaknya sendiri.
"Hallo bos..maaf mengganggu waktunya"
"Ada apa Deril.. katakan"
"Pelaku sudah kami tangkap bos..mohon arahan selanjutnya"
"Bagus..kerja bagus..tunggu aku kesana.."
"Baik bos.."
"Bagaimana pekerjaan di sana..apa ada masalah..?"
"Em tidak bos..semua bisa saya handle lagipun saya juga di bantu rekan hebat lainnya.. terimakasih sudah mempercayakan perusahaan pada kami bos"
"Tidak usah di pikirkan..kau harus mampu memperdalam ilmu bisnis karena perusahaan itu akan aku berikan qsetengah sahamnya padamu..aku percaya kau mampu menjalankannya..belajar lebih giat lagi..jika sudah lulus kuliah maka di saat itulah perusahaan akan sepenuh nya kau miliki..aku hanya sekedar pemantau saja Deril..kaulah CEO yang sesungguhnya"
__ADS_1
Deril seperti sedang bermimpi..apakah bosnya masih waras.. jangan-jangan bosnya itu baru ketiban kelapa jadi kepalanya rada oleng.
"B..bos..Mak.. maksudmu apa bos..?"
"Perusahaan Cabang di negara A tempat kau bekerja saat ini akan aku serahkan sepenuhnya padamu..kaulah pemilik nya sekarang..aku hanya memantau dari balik layar..aku serahkan Wilson Group padamu Deril"
Deril menangis..dia tak tau lagi harus bersikap seperti apa..jika saja bosnya ada di hadapannya saat ini sudah dia peluk dari tadi.
"Terimakasih bos hiks..bos baik sekali..ini perusahaan besar loh bos..walau cuma hanya anak cabang tapi ini juga sudah besar..bahkan para investor kebanyakan dari negara lain bos..tolong bimbingannya..saya akan menjaga amanat dari bos dengan baik terimakasih"
"Sama-sama Deril..itu imbalan yang pantas kau dapat..kau sudah bekerja kerasa walau kita baru kenal tapi kemampuan yang kau milikilah yang membuatmu berada di atas saat ini..jaga dengan baik dan tunggu aku kesana dengan istriku"
"Apa ka Laura baik-baik saja bos..Deril jadi rindu"
"Hey kau mau ku kenalkan dengan Tiger kah..?"
"Hehe..canda bos..mana neraani Deril merindukan ka Laura.."
"Anak nakal..sudah aku tutup dulu tunggu kabar dariku seminggu lagi"
"Baik bos"
Sambungan terputus..Deril tersenyum dia bahagia mendapat bos seperti Rey..baik hati.. benar-benar bos idaman Deril berjanji jika sudah sampai sar kelak dia akan menjafi seperti bosnya Rey.
"Suatu saat aku akan menjadi seperti mu bos Rey..doakan aku..dan terimakasih atas semuanya yang sudah kau berikan padaku.. hidup ku menjadi berwarna setelah kau hadir dan merubah segala sesuatu nya.. terimakasih"
Usaha Rey berhasil Deril sedikit-demi sedikit bisa lebih terbuka dan menerima Leon kedua..dari elusan tangan yang gemetar Leon berhasil takluk..lama kelamaan Derik merasa nyaman dan akhirnya dia bisa berteman akrab dengan si Leon.
"Hey boy bagaimana kabarmu..apa kau sudah tak sabar menikmati makanan barumu itu..?"
Leon mengaum rendah..Deril tau artinya..dia tersenyum..duku jika melihat Leon dia akan bersembunyi di balik badan anak buah Rey sekarang tidak lagi..dia bahkan bermain dengan Leon dengan tanpa rasa takut.. seperti nya bibit-bibit Rey mulai muncul dalam diri Deril.
*
*
Rey dan Laura kembali ke hotel dia tau Laura pusing karena benjol di dahinya..dia sempat terkekeh melihat benjolan itu tapi ketika mendapati tatapan horor dari Laura Rey seketika tutup mulut tak berani membukanya lagi.
"Apa masih sakit baby..?"
"Tidak"
"Kau yakin..?"
"Ya"
"Baby"
"Apa"
__ADS_1
"Kau marah?"
"Tidak"
"Lalu..?"
"Apa..?"
Rey diam dulu ini salahnya..salah mulut sialan yang suka keceplosan tertawa di saat yang tidak tepat..awas jika Jono tidak mendapatkan jatah ku sumpal kau mulut sialan..umpat Rey dalam hati nya.
"Baby..maaf"
"Untuk?"
"Semuanya"
"Jelaskan"
"Apa baby..?"
"Salahmu"
"Huhh..maaf aku semoat menertawakan benjolan di dahinmu..aku kira apa karena bulat seperti kelereng lucu baby.."
"Oh"
"Eh..baby bukan seperti itu maksud ku..maaf ya..aku nggak Setega itu kok baby..sini aku obati biar cepet sembuh"
"Nggak perlu".
"Sudah sini..jangan membantah"
Laura hanya pasrah..dia menurut..toh kepalanya memang pusing. dia berbaring di pangkuan Rey..nyaman..dia menghadap perut Rey..Rey terlanjang dada dia bisa melihat bentuk kotak-kotak perut suaminya.
"Jika mau elus..elus aja baby itu juga milikmu"
Laura salah tingkah Rey ternyata memperhatikan nya sedari tadi..malunya kau Laura.
"Apa sih..tau ah.."
"Sih sok jual mahal lagi..gemesh ih "
Rey melihat Laura menutup mata.. sepertinya istrinya itu tidur..biarlah dia lanjut obati benjolan di dahi Laura.
"Selesai..cantik sekali sih istriku"
Rey menatap Laura yang tengah tertidur di pangkuannya..damai sekali wajah cantik itu..dia tak akan membiarkan siapapun mengusik ketenangan keluarga nya..apapun akan Rey lakukan untuk kebahagiaan keluarga terutama istrinya Laura.
Rey membetulkan posisi tidur Laura menjadi di ranjang..dia tak ingin Laura sakit..dia juga lelah dia akhirnya menuju alam mimpi bersama Laura saling berpelukan.
__ADS_1