
Ketika El dan keluarganya sudah sampai di rumah Gia..Gia sendiri masih tidur karena dia pikir akhir pekan waktunya bersantai ria.
Gia terkejut ketika dia membuka mata dan melihat ciptaan Tuhan yang begitu sempurna ada di depan matanya.
"Apa aku sedang bermimpi.. kenapa ada pangeran di depanku..apa aku terlalu merindukanmu El..?" Gia bergumam seolah-olah dia tengah bermimpi.
El tersenyum melihat tingkah Gia yang masih belum menyadari bahwa dia ada di hadapannya dan nyata bukan mimpi atau halusinasi.
"Kau tidak mimpi Sweetie..ini aku pangeran mu" ucap El sambil mengelus pipi Gia.
Gia tersenyum dengan masih memeluk selimutnya..dia cengar-cengir sendiri dengan sentuhan tangan El di pipinya.
"Tidak mungkin kalau ini nyata..kamu kan sedang di luar negeri dan akan kembali 2 hari lagi..ini pasti hanya halusinasi ku saja"
"Ini aku beneran Sweetie..pegang tanganku dan rasakan apakah ini nyata atau hanya sekedar ilusi semata.."
Gia meraba-raba tangan dan wajah El..dia tersentak ketika menyadari bahwa ini bukanlah mimpi tapi nyata..astaga benarkah ini.
Gia bangun dari tidurnya dan duduk di ranjang masih dengan rasa keterkejutan nya..dia menatap El baik-baik dari atas hingga bawah.
"El..kau sudah kembali..kapan..kenapa tidak mengabari ku..?"
"Aku kembali lebih cepat karena urusannya sudah selesai..kemarin aku baru sampai di sini..maaf aku kan mau membuat kejutan untuk mu..apa kau terkejut..?"
Bukhhh..
Satu bantal melayang di wajah El..Gia melemoar bantal pada El karena kesal.. bagaimana bisa El tidak memberitahukan kepulangan nya pada dia..astaga tidak taukah El bahwa dia sangat merindukan El.
"Hey Sweetie kenapa aku di lempar bantal..bukannya di peluk atau cium ini malah di lempar bantal sebagai sambutannya"
"Salahmu..kau membuatku jengkel.. bisa-bisanya kau pulang tanpa mebgabariku lebih dulu..apa kau tidak tau kalau aku itu merindu....-"
Hi menutup mulutnya ketika sadar akan mengatakan apa..El menatap Gia dengan senyum cerahnya senyum paling cerah yang dia punya..akhhh gadisnya itu membuatnya melayang sekarang.
"Merindu...apa Sweetie..katakan yang jelas" tuntut El penasaran.
__ADS_1
"Tidak..tidak..sudah sana aku mau mandi dulu..keluar sana" ucap Gia ketus menyamarkan rona merah di wajahnya.
El tau Gia malu saat ini..dia semakin cute saja ketika wajahnya berubah merona begitu..dia jadi tidak sabar untuk meminang Gia segera.
"Ok mandilah dan jangan lupa berdandan yang cantik karena orangtuaku menunggumu di bawah"
Gia terjungkal kebelakang ketika mendengar kata-kata El barusan..apa El bilang.. Orangtuanya sedang menunggunya di bawah..tunggu..jadi maksud nya El datang dengan orangtuanya dan saat ini mereka sedang menunggunya di bawah.. menunggunya Yangs Edang tidur dan baru bangun ketika merasakan sentuhan di pipinya..astaga calon mantu laknat kau Gia.
"A..apa..kau bilang El..orangtuamu..di bawah..menungguku.. benarkah..kau bercanda..?"
"Hey im serious Sweetie..lekaslah mandi dan berdandan karena aku punya kejutan untuk mu"
"Hah..i..iya..b..baiklah..ak..aku..mandi.. sekarang"
"Baiklah aku tunggu di bawah Sweetie"
Cup........
Satu kecupan singkat di bibir Gia El daratkan..dia tak tahan melihat bibir pink muda Gia yang belum di poles apapun..dia juga suka melihat wajah Gia yang masih murni tanpa polesan make up.
El keluar dari kamar Gia..dia bergabung bersama keluarga nya dan juga orangtua Gia..Daddy El sudah meminta maaf pada Daddy Rey..Daddy Rey tidak terlalu memikirkan itu dia cuek saja..yang terpenting adalah kebahagiaan keluarga nya.
El juga meminta maaf atas nama keluarga nya..dia bahkan menekuk kakinya dan memohon maaf pada Rey agar memaafkan dan merestui hubungan Gia dan dirinya.
Rey memaafkan Keluarga El karena melihat betapa El berjuang demi kebaikan bersama..El adalah laki-laki yang patut di jadikan menantu untuknya.
Skip>>>>>>>>>>>
Gia turun ke bawah dan menghampiri mereka semua..dia berpakaian santai karena dia pikir hanya akan di rumah saja bercengkrama dengan keluarganya dan keluarga El.
Gia hanya memakai kaos putih dengan garis leher V.. rambutnya di kepang satu kebelakang..El menatao kekasih hatinya itu dengan tatapan mendamba..astaga belahan jiwa nya itu sangat cantik dan imut menurutnya.
"Hay mom..dad..paman..bibi..maaf Gia baru turun"
__ADS_1
"Nggak apa-apa sayang..duduklah ada yang ingin Daddy tanyakan"
"Apa itu dad.. penasaran"
"Sudah duduklah dulu"
Gia duduk tepat di tengah-tengah Rey dan Laura..sementara El juga sama dia duduk di tengah di antara mommy dan Daddy nya.
Seketika suasana menjadi serius..Daddy El mulai mengutarakan tujuannya ke sana..El menunggu sang Daddy dengan perasaan campur aduk.
"Jadi tuan Rey.. maksud kedatangan kami ke sini untuk meminang anak anda Gia untuk menjadi menantu Keluarga kami..apakah Anda keberatan tuan Rey..?" ucap Daddy El meminta ijin.
Rey masih menatap Daddy El dengan serius..Gia terkejut sekaligus terharu akan keberanian El meminang dirinya..Gia memang menantang El agar memberinya kejutan dan inilah kejutan yang El buat untuknya.
"Gia mau dad.."
Rey menatap anak gadisnya dengan tatapan sedikit tidak rela..Rey masih menatap Gia dengan intens..Laura tau betapa Rey sangat menyayangi anak-anaknya.
"Sudah by..biarkan Gia menjalani kehidupan nya..kita sebagai orang tua hanay bisa mendukung dan mendoakan saja agar anak-anak kita bahagia..Laura rela by"
"Baby..huhhh.. baiklah.. secepatnya atur acara pernikahan kalian..El bahagia kan putriku jangan buat air matanya menetes.."
El terkejut tapi segera ia normalkan lagi keterkejutan nya..El bangun dan menghampiri Rey..dia memeluk Rey denagn erat.
"Terimakasih paman.. terimakasih atas restunya..El janji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Gia..El janji paman"
"Hm..aku percaya padamu..mulai sekarang panggil Daddy dan Mommy karena kau sudah menjadi bagian dari keluarga Wilson"
"Baiklah Daddy terimakasih"
Akhirnya mereka sudah sepakat pernikahan Gia dan El akan berlangsung dalam 2minggu lagi..Gia dan El sangat bahagia dengan keputusan dari para orangtua.
Kabar pernikahan Gia langsung tersebar pada keluarga besar kedua belah pihak..Nila.. Vallery,dan Arny kelabakan dan merengek pada para suami masing-masing.
Sedangkan para suami hanya bisa pasrah.. istri-istri mereka memang begitu jika sudah menyangkut masalah pernikahan.
__ADS_1
Gio,Gian, Genie, Via,Sean, Rico, Nichole, Nelsy, dan yang lainnya turut senang mendengar kabar bahagia itu..mereka ikut membantu persiapan pernikahan El dan Gia dengan sangat semangat.