
Hari ini tepatnya dua hari setelah Dady Jo sadar Rey beserta yang lainnya berkunjung ke Jepang untuk melihat sendiri bagaimana kondisi Dady Jo.
Laura terus melihat jam di tangannya sesekali Laura juga bertanya pada Rey kapan akan sampia,apa masih lama,masih jauh atau sudah dekat dan banyak pertanyaan lainnya.
"Kita sudah sampai baby..wake up "
Laura terbangun mendengar suara Rey..benar pesawat sudah landing..dia pasti tertidur karena lelah.
"Sudah lama by..?"
"10 menit yang lalu..sudah tidak apa-apa ayo turun"
"Hmm"
Mereka turun karena yang lainnya sudah lebih dulu turun dan menuju mobil meninggalkan dua sejoli itu..Rey meminta mobil sendiri agar Laura bisa puas tidur dengan nyaman.
"Yang lain mana by..?"
"Udah di perjalanan ke hotel baby..ayo naik"
"Ok deh"
Mereka meninggalkan landasan pacu itu..Laura benar-benar takjub dengan suasana malam Tokyo..sungguh indah.
"By..itu yang kelap-kelip warna warni itu apa by..?"
Rey mengikuti arah telunjuk Laura..Laura menunjuk lampu otomatis yang ada di setiap jalan.
"Itu lampu baby..lampu jalan tepatnya tapi berganti-ganti setiap detiknya..kau belum pernah lihat..?"
Laura menggeleng cepat..dia baru oertama melihat lampu-lampu seperti itu..sungguh indah sekali.
Rey merasa gagal menjadi suami..dia tak pernah membawa Laura jalan-jalan ke luar negeri untuk sekedar melihat-lihat jalanan..dia selalu membawa Laura jalan di sekitar hotel tempat mereka menginap ketika berlibur atau di kamar.
"Aku sungguh tak berguna sebagai suami..Laura begitu bahagia hanya dengan melihat lampu-lampu itu..aku smaa sekali tak pernah menunjukkan keindahan jalanan pada Laura..bodoh kau Rey" Rey memaki dirinya dalam hati.
"Besok kalau sudah bertemu Dady Jo kita jalan-jalan ya malamnya..aku akan membawamu melihat yang lainnya juga"
"Benarkah by..Laura mau.. terimakasih hubby..Laura akan selalu mencintaimu"
"Sama-sama sayang..love you more"
Perjalanan mereka terasa menyenangkan..tak terasa Laura tertidur lagi di mobil karean lelah setelah melakukan perjalanan udara beberapa jam.
"Cantik sekali sih..gemesh deh"
Rey mengusap pipi gembul Laura..dia selalu gemash dengan pipi itu..rasanya ingin dia cubit terus.
Rey kembali fokus pada jalan..tanpa sengaja mobil Rey di serempet oleh seseorang..Rey mengerem mendadak dan membuat Laura terbentur kaca pintu samping.
"Akhshhh.."
__ADS_1
"Baby..maaf..kau tak apa .?"
"Ada apa sih by..ko ngerem mendadak..kepala Laura kejedot kaca ssshh pusing"
"Maaf sayang..itu ada yang nyerempet mobil kita..bentar jangan keluar biar aku temuin orangnya dulu"
"Ikut by..Laura takut sendirian"
"Baiklah"
Rey dan Laura keluar..dia mendapati mobilnya lecet lumayan besar serta lampunya retak..dan penyok di bemper depan.
Orang yang menyerempet mobil Rey keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati Rey dan Laura..Rey kaget melihat siapa yang ada di hadapannya..begitu juga sebaliknya tak kalah kaget dengan Rey.
"Loh tuan Rey..?" ucap orang itu.
"Anda di sini..?" tanya Rey.
"Iya saya sedang menjalankan bisnis dengan salah satu pengusaha di sini..anda sedang apa di sini tuan..dan ..."
"Oh ini istri saya..Laura"
"Oh..halo nona..saya Stevan rekan bisnis suami anda tuan Rey"
Steven mengulurkan tangannya tapi Laura tak membalas dia tak mau bersentuhan dengan laki-laki lain selain Rey saja.
"Maaf saya tidak bisa menjabat tangan anda tuan..tidak baik seorang wanita bersuami bersentuhan dengan laki-laki lain" jelas Laura yang membuat Rey tersenyum melayang.
"Oh...maaf..tidak ada maksud lain..sekali lagi maaf..dan untuk mobil Anda saya benar-benar minta maaf tuan Rey..tadi saya sedang buru-buru"
""Tidak apa.. baiklah kami permisi dulu"
"Ya silahkan.. hati-hati di jalan"
Rey berbalik dan menggandeng Laura dengan mesra..dia membukakan pintu untuk Laura dengan perlahan mengulurkan tangannya agar kepala Laura tak terbentur atas mobilnya.
Semua itu tak luput dari perhatian Stevan yang seperti merasa cemburu saja oadahak dia bukan Lala taou kenapa perasaan nya malah semakin aneh.
"Tidak boleh..hatiku hanya untukmu Lala..aku tidak boleh egois..Lala..Lala..hanya lalal Stevan.."
Steven pergi ke mobilnya lagi dan melajukan mobilnya menuju tempat janjiannya.
Skip........
Rey dan Laura sampai di hotel..Rey meluhat Laura tertidur lagi..dia merasa bersalah karena telah membuat wanitanya kesusahan.
"Aku angkat saja lah..kasihan"
Rey mengangkat tubuh Laura..dia bawa ke kamarnya..Rey tak sengaja melihat memar merah yang pekat di dahi agak kesamping..apakah memar ini karena tadi.
Rey segera membawa Laura ke kamar..dia baringkan perlahan agar tak mengganggu istirahat Laura.
__ADS_1
Rey mengambil kompresan untuk meredakan nyerinya Rey tau pasti Laura tidur karena rasa nyeri di dahinya..Laura memang tak ingin merepotkan Rey karena Rey sedang fokus menyetir.
"Baby..maaf ya..karenaku kau seprti ini"
Rey mengelus pelan memar itu..Laura menggeliat tanda sakit..Rey tau hanya dari ekspresi wajah Laura saat Rey pegang dahinya.
*
*
Keesokan Paginya Rey dan Laura bangun..Laura merasakan nyut-nyutan dibdahinya tapi dia berusaha biasa saja..yang ada Rey malah menyuruh nya menginap di rumah sakit.
"Morning baby"
"Morning hubby..mandi dulu terus jenguk Dady Jo".
"Iya baby.."
Laura mandi dulu..dia tak mau Rey tau jika Laura tengh merasakan dahinya berdenyut seperti di tusuk jarum.
"Ssshh..sakit ihhh..dasar orang gak punya mata..nyetir seenaknya sendiri jadi kan yang celaka orang lain"
Laura mengomel di depan kaca..dia mengeluarkan unek-uneknya pada Stevan di depan kaca itu.
Selesai dengan mandinya Laura bergegas mengenakan pakaian kemudian bersolek untuk menutup memarnya agar Rey tak melihatnya.
"Ok perfect.."
Rey selesai juga..dia keluar dengan sudah berpenampilan rapih..mereka menuju rumah sakit dimana Dady Jo di rawat.
Sampailah mereka di rumah sakit..Rey dan Laura sudah tau kamar rawat Dady Jo..mereka bergegas menuju kamar rawat itu.
"Dady.." ucap Laura lirih saat sudah sampai dna membuka pintu dan mendapati dady-nya tengah tersenyum dengan Gia.
Semua orang menoleh ke arah pintu dimana Laura dan Rey berada..semuanya tersenyum..mama Rey langsung memeluk Laura meluapkan kerinduan nya selama ini.
"Sayang momy kangen banget loh..kamu makin cantik aja"
"Hehe..kan sesuai ajaran momy"
"Apa yang momy ajarkan baby..?"
"Diam kau anak nakal tidak usah ikut campur urusan wanita huh"
Mama Rey membawa Laura mendekati Dady Jo..Rey di cueki oleh para Kanjeng..sudah biasa.
.........."To Be Continue"..β¦...
Tenang ya readers Stevan di sini nggak macem-macem kok udah othor kasih tau tadi sama Steven.
No baper..no bully..no copy juga πππ.
__ADS_1