
Setelah beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang perawatan Gian..Rey dan Laura dengan sigap langsung menyerang sang dokter dengan berbagai pertanyaan.
"Dok bagaimana keadaan anak saya..apa dia baik-baik saja..?" tanya Laura yang sudah tidak sabar ingin bertemu anaknya.
"Baby tenanglah jangan seperti ini..biarkan dokter menjelaskan pada kita" Rey menenangkan Laura yang terlihat begitu cemas.
Sang dokter menghela nafas sejenak kemudian dia menjelaskan pada keluarga Gian.
"Anak anda sudah tidak apa-apa nona..namun masih dalam perawatan agar tidak ada efek lanjutannya..melihat dari gejalanya anak anda menderita Febrile Seizure atau yang biasa di sebut Kejang Demam..Kejang ini bisa sangat mengkhawatirkan bagi orangtua dan pengasuhnya. Kejang demam di sebut juga dengan step pada anak.."
Jelas sang doker pada keluarga Gian..mereka tampak menghela nafas lega.. syukurlah tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Lalu apa yang harus kami lakukan dok..?" tanya Rey pada sang dokter.
"Saat ini kondisi anak anda sudah stabil dan tidak mengkhawatirkan lagi..untunglah anda dengan sigap segera membawa nya ke rumah sakit sehingga kami bisa langsung melakukan perawatan atau penanganan lebih cepat sehingga tidak menyebabkan kondisi pasien semakin mengkhawatirkan..".
Rey dan keluarganya Sekarang sudah lebih tenang..mereka masuk setelah di ijinkan oleh sang dokter..Laura melihat anaknya tengah tertidur di atas brankar khusus untuk bayi..hatinya bak tersayat pisau sungguh sakit melihat anaknya terbaring lemah seperti itu.
"Gian..ini momy nak..bangun sayang..hiks.." ucap Laura memeluk tubuh mungil Gian.
Rey merengkuh Laura..dia juga sakit melihat anaknya seperti ini..ini semua salahnya..jika dulu dia lebih tegas pada Alya mungkin anaknya bisa lahir dengan normal dan istri nya tidak depresi lagi..dia merasa bersalah pada Laura dan Gian.. Gian lahir 2 bulan lebih awal dari jadwal karena kondisi Laura sangat tidak memungkinkan waktu itu karena perbuatan Alya.
"Maafkan aku baby..ini salahku..aku yang bersalah"
"Tidak by..ini salah Laura..kalau saja Laura bisa mengontrol emosi Laura waktu itu mungkin Gian tidak akan seperti ini hiks..Laura yang salah hiks"
"Tidak sayang.. sudahlah tidak usah menyalahkan diri sendiri..Gian sudah baik-baik saja sekarang" ucap mama Rey yang juga ikut sedih melihat anak menantunya terpuruk.
Rey dan Laura berpelukan..mama Rey dan Dady Wil juga ikut sedih melihat cucunya seprti itu..mereka hanya bisa berharap semoga tiada lagi hal buruk yang terjadi pada keluarga mereka.
Skip......
Do kediaman Rey Dady Jo mendapatkan kabar bahwa salah satu gudang penyimpanan data perusahaan terbakar dan hanya bisa menyelamatkan sebagian dari data yang ada.
Dady Jo begitu terpukul..dia jatuh seketika dan bersimpuh di atas lantai..dia tak menyangka akan terjadi hak seperti ini..siapa yang mengusik ketenangan keluarga Richard..Dady Jo menghubungi orang kepercayaan nya untuk mengurus masalah ini dulu karena saat ini dia tak bisa,cucunya tengah sakit tidak mungkin dia meninggalkan cucunya hanya untuk mengurus masalh ini.
"Halo Ludrick kau uruskan semuanya dulu.."
"Baik tuan"
Dady Jo duduk di sofa sambil menatap ke arah luar jendela..dia sebenarnya tidak mau berbuat kejam pada orang yang telah mengusiknya tapi karena sudah keterlaluan begini jadi ya sudahlah apa boleh buat.
Orang suruhan Dady Jo langsung bergerak dan mulai mencari bukti-bukti yang bisa menyeret pelakunya..mereka bekerja dengan tidak kenal lelah..mereka sudah ikut Dady Jo bertahun-tahun lamanya.. kemampuan mereka tidak bisa di ragukan lagi..tunggulah sebentar lagi maka kematian akan dia dapatkan.
__ADS_1
Sementara itu di kamar si kembar Kanjeng momy Mariana tidak tenang memikirkan keadaan cucu bontotnya.
"Semoga Gian tidak apa-apa.."
Si kembar masih asik bermain dengan saling berebut mainan yang di pegang satu sama lain..bahkan Gio tak segan menggeplak kepala Gia hingga Gia menangis di buatnya.
Mama Laura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Gio yang seenaknya pada adiknya.
"Gio jangan seperti itu..kasihan Gia loh.."
Gio hanya mengoceh tak jelas membalas perkataan Oma nya..dia acuh meskipun Gia menangis begitu kencang..dia seolah tidak peduli dengan kelakuan nya.
Kembali ke rumah sakit......
Gian sudah semakin membaik setelah di beri perawatan intensif oleh pihak medis.
Gian sudah boleh pulang..Rey dan keluarganya senang mendengar itu.
Laura juga tak kalah bahagianya..dia senang dia memeluk tubuh mungil Gian..dia janji akan merawat Gian sendiri tanpa bantuan suster dulu.
"Baby ayo pulang..Gian sudah boleh pulang..biar aku gendong Gian saja..kau pasti lelah"
"Tidak apa by..biar Laura saja ya"
"Iya by "
Mereka semua pulang menuju kediaman Rey..sampainya di sana mereka turun Laura menuju kamarnya dan membaringkan Gian di box tidur Gian yang sudah Rey siapkan sebelumnya.
"By Laura mau nemenin Gian dulu.."
"Ya sudah tidak apa-apa..jangan terlalu lelah"
"Iya by.. terimakasih"
"Ya sudah aku ke kamar si kembar dulu"
Rey ke kamar si kembar dan menemukan mereka tengah berebut mainan..sungguh kedua anaknya itu seprti tom dan Jerry versi kecil.
"Astaga anak-anak ini..apa darutaci mereka seperti ini mom..?"
Mama Laura tersenyum melihat tingkah cucunya..
"Ya kau benar..mereka seperti ini sejak tadi..bahkan Gio dengan santainya menggeplak kepala Gia sampai Gia menangis"
__ADS_1
Rey geleng kepala mendengar jawaban mertuanya itu.
"Haduh kenapa mereka selalu bertengkar jika sudah bersama.."
"Sudahlah tidak apa-apa..namanya juga anak-anak.. bagaimana kondisi Gian Rey..apa dia baik-baik saja..?"
"Gian sudah baik-baik saja mom.sekarang di kamar dengan Laura"
"Baiklah momy ke sana dulu ya".
"Ok mom..biar si kembar sama Rey aja"
"Baiklah"
Mama Laura menuju kamar Laura..dia begitu penasaran dengan keadaan cucu bontotnya..sampailah di kamar Laura.
"Laura..."
"Mommy.."
"Bagaimana keadaannya..?"
"Gian sudah tidak apa-apa mom"
"Syukurlah..Mony khawatir sekali tadi"
Laura tersenyum..dia senang mempunyai keluarga yang begitu menyayanginya..dia beruntung setelah kehidupannya duku yang penuh dengan luka sekarang telah berubah menjadi penuh kebahagiaan.
Tak lama kemudian mama Rey masuk ke kamar Laura dan bergabung dengan Laura beserta besannya.
"Jeng kau disini juga..aku kira di kamar si kembar"
"Di sana ada Rey..tadi aku khawatir sekali sampai ingin menyusul kalian ke rumah sakit tapi tidak mungkin jadi aku hanya bisa bersabar menunggu kalian kembali"
"Terimakasih sudah menjaga si kembar ya jeng.."
"Mereka juga cucuku walau kadang tingkahnya begitu membuat pusing".
"Ya kau benar..aku juga kadang di buat keder dengan tingkah absurd mereka berdua.."
Mereka bertiga tertawa..jarang sekali si kembar akur..akur jika sedang berbagi makanan saja.
Nila di kamar tengah menidurkan Via..dia juga sempat khawatir dengan kondisi anaknya..tapi setelah Erick memastikan bahwa Via tidak memiliki riwayat apapun barulah Nila tenang.
__ADS_1
Pasalnya Via juga lahir prematur karena suatu kejadian tapi syukurlah tidak beresiko terhadap kesehatan Via.