PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 58 #S2_Penangkapan


__ADS_3

"Lepaskan aku brengsek..siapa kalian berani-beraninya kalian menangkapku..lepaskan aku arghhhhhh"


"Hahaha melepaskan bedebah sepertimu hanya akan menambah daftar kejahatan di muka bumi ini" jawab seorang pria muda yang begitu marah dengan pria berumur di hadapannya.


Pria berumur tadi hanya bisa berteriak minta di lepaskan..dia tak tau kesalahan nya kenapa tiba-tiba dia di tangkap oleh orang-orang itu.


El..ya pria yang begitu marah dengan pria berumur di hadapannya itu adalah El..El,Milan dan temannya satu lagi berhasil menangkap Matteo yang hendak melarikan diri.


El dan Mila mengejar Matteo ketika Matteo menyadari bahwa rumahnya sudah terkepung oleh El dan pasukannya.


"Sudah waktunya kau menebus segala dosa-dosa mu bedebah" ucap Milan yang menatap Matteo dengan tatapan kebencian.


El mengambil ponselnya..dia diam-diam merekam semua pembicaraan antara Matteo dengan mereka..akan dia jadikan bukti untuk dia tunjukkan pada sang Daddy.


Flashback Penangkapan>>>>>>>>>


Di saat El, Milan dan temannya sedang menunggu kira-kira waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam di negara S..El mengecek ponselnya berkali-kali untuk melihat jam di ponsel nya.


"Kau yakin tuan Milan..ini sudah jam 10 malam tapi belum ada tanda-tanda kemunculan bedebah itu..?"


"Bersabarlah tuan El..mungkin sebentar lagi "


Benar setelah Milan berkata seperti itu tak lama kemudian Matteo keluar dari rumahnya dan hendak menuju mobilnya tapi langkahnya terhenti ketiak menyadari bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikannya.


Matteo menyadari bahwa mereka tengah mengintainya..El dan Milan merasa aneh dengan sikap Matteo..El punya firasat bahwa mereka sudah ketahuan..El mengintruksikan kepada Milan dan yang lain untuk keluar dan mengepung Matteo.


"Kita ketahuan..keluar dan kepung bedebah itu..jangan sampai kehilangan jejaknya" ucap El bergegas keluar dari tempat persembunyiannya bersama Milan dan temannya.


"Ya kau benar tuan El.. sebaiknya kita keluar sekarang" ucap Milan yang juga menyadari keanehan Matteo.


Di sisi lain Matteo melihat tiga orang laki-laki dua sudah berumur dan satu masih muda menghampiri nya..Matteo mengumpat kesal karena kecolongan.


"Sialan..siapa mereka..aku harus lari dari sini"


Matteo berlari meninggalkan mobil yang hendak dia tumpangi..anak buahnya juga membuat perlindungan untuk bosnya tapi mereka kalah cepat dengan pasukan El.


El sudah mengantisipasi hal-hal seperti itu..dia dengan sigap mempersiapkan nya..El berlari sekuatnya mengejar Matteo yang sudah terlebih dulu berlari meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Sialan.. berhenti kau bedebah" umpat El mengejar Matteo.


El dan Matteo beserta Milan dan temannya terlibat pengejaran..Matteo berlari sekuat tenaga tapi sayangnya faktor umur tidak bisa menghianati nya..dia kelelahan dan terjafuh.


El berhenti tepat di depan Matteo yang terengah-engah mengatur nafasnya..El tersenyum miring melihat wajah kelelahan Matteo.


Sepertinya kau kurang berolahraga pak tua..hahahha menyerahkan dan ikut aku baik-baik" ucap El dingin menatap Matteo datar.


"Siapa kau huhhh..huhhh kenapa kau mengejar ku brengsek" teriak Matteo lantang.


El hanya tersenyum miring menanggapi pertanyaan Matteo..belum saatnya dia mengakui identitas nya..dia akan mengakui identitas nya ketika sudah berhasil menemukan bukti kejahatan Matteo.


"Banyak omong bangun dan ikutlah"


El membawa Matteo lebih tepatnya menyeret Matteo ikut dengan nya.


Milan dan temannya mengikuti El dari belakang hingga mereka semua masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju tempat yang akan menjadi saksi akhir dari hidup Matteo.


Sampailah mereka di tempat yang akan menjadi saksi akhir hidup Matteo..mereka keluar bersama..Matteo di seret anak buah Milan masuk kedalam.


Sampailah Matteo dan anak buah Milan di ruangan khusus..El menyiapkan kamera tepat di hadapan ruangan itu.


"Matteo..apa kabar..apa kau tidak mengenaliku..tuan Matt..?" ucap Milan menatap Matteo dingin.


"Siapa kau..aku tak mengenalmu..lepaskan aku "


"Hahahah kau sepertinya butuh di segarkan otaknya..apa kau ingat salah satu anak buahmu 30tahun yang lalu dimana kau perkossa istrinya di depan matanya..apa kau lupa itu tuan Matt..?"


Matteo mengingat kembali kejadian dan peristiwa 30tahun yang lalu..setelah mengingat kembali akhirnya dia mendapatkan satu ingatan sepeti yang Milan katakan.


"Hahahaha...hahahha...jadi kau suami dari Abel..hahahha kau tau tubuh istrimu itu sangat nikmat hahaha.." ucap Matteo mengandung ledekan.


"Saialan kau bedebah..akan ku bunuh kau" geram Milan tidak tahan dengan perkataan Matteo.


El juga geram dengan perkataan Matteo tapi dia tahan karena dia belum mendapat apa yang dia inginkan.


"Matteo apa kau yang telah meledakkan rumah Ludrick Owen 30tahun yang lalu dan juga mengadu domba antara Ludrick dan seorang pengusaha sukses yaitu Reyhan Jade Wilson..?" tanya El memulai misinya.

__ADS_1


Matteo melihat El dengan tatapan penuh tanya.. siapa anak muda itu..kenapa dia bisa tau kejadian ledakan di rumah Ludrick Owen dan pemfitnahan Ludrick dengan Rey.


"Siapa kau..aku tidak ada urusan denganmu..tidak perlu ku menjawab pertanyaan mu" sinis Matteo masih bungkam.


"Begitu.. baiklah seperti nya kubserahkan saja bukti kejahatan mu pada pihak berwajib..karena aku sudah tau semua kejahatan mu pak tua"


"Hahaha..aku tidak mengenalmu anak muda..jadi lebih baik kau pergi dan jangan merecokiku..urus urusan mu sendiri"


"Baiklah sepertinya kau butuh sentuhan pisau tajam ku pak tua"


Milan dan temannya saling tatap.. sepertinya akan menyenangkan menyiksa bedebah itu.


Matteo melihat dua orang pria denagn tubuh gemulai menghampiri El dan mikan..dua orang pria setengah wanita itu berjalan melenggak-lenggok bak daun kelapa tertiup angin.


"Tuan mana orang yang harus saya garap..?" ucap salah satu pria setengah wanita itu denagn suara khas nya.


"Itu..kau bebas menggarapnya hingga kau puas" ucap El santai.


Matteo tidak menyangka bahwa siksaan yang harus dia alami adalah dua pria setengah wanita yang akan menggarapnya..lebih baik dia di siksa hingga mati daripada harus di garap oleh para bancci itu.


"Sialan kau..lepaskan aku brengsek..jangan mendekat.. PERGIIII.."


El tersenyum melihat raut ketakutan di wajah Matteo..El mengehentikan aksi bancci itu dan berkata.


"Maka jawablah pertanyaan ku.."


"Baiklah..baiklah..suruh dia bancci itu pergi aku jijik melihatnya"


"Baiklah sekarang jawab apa kau yang meledakkan rumah Ludrick Owen..?"


"Ya kau benar..aku yang melakukan nya"


"Kenapa..?"


"Aku ingin memanfaatkan kebodohannya untuk membalaskan dendam ku pada Rey.."


"Lalu"

__ADS_1


"Aku melakuakn itu agar Ludrick mengira bahwa reylah yang telah menyakiti nya dan menyebabkan rumahnya hancur..aku sangat membenci Rey dan juga beruntung bisa bertemu dengan si bodoh Ludrick"


"Apa kau juga yang telah mengatur agar anak buah Rey menangkap Alan sahabatmu dan mengorbankan nya hingga dia tewas karena terlalu bodoh dan percaya padamu..?"


__ADS_2