
Tak terasa waktu berlalu begitu saja..usia kandungan Laura sudah memasuki bulan ke 5..Rey semakin overall dalam segala hal.
Contohnya hati ini..mereka semua akan berlibur di taman dekat kediaman Rey..tuan Jonathan dan istrinya juga ikut.
"Sayang jangan pakai yang ngepres di badan ya kasihan anak kita loh..pake ini aja oke"
"Astaga by..huhh ya udah lah mana sini "
"Bagus..momy pinter deh..kan anak-anak juga nanti nyaman mom "
Laura dan Rey akan memiliki anak kembar..kemarin setelah USG baru kelihatan kalau Laura hamil anak kembar karena sebelumnya yang satu masih ngumpet.
"Ya udah by..ayo nanti keburu panas"
"Siap nyonya..ayok"
Laura dan Rey turun ke bawah dan mendapati mama dan papa nya tengh berbincang-bincang dengan santainya..tuan Jonathan dan istrinya juga ada di sana tengh ngobrol juga.
"Morning mom,dad.."
"Morning juga Rey..Laura sayang apa kamu yakin mau ikut piknik"
"Yakin mom.."
"Baiklah tapi kalau nanti capek bilang ya.."
"Iya mom"
Mereka berangkat menuju taman..semua sudah di persiapkan oleh para anak buahnya tuan Wilson dan Rey..hanya menunggu penghuninya saja.
__ADS_1
Laura di tuntun Rey dengan sangat hati-hati..bahkan Rey tak membuatkan batu kerikil menghalangi jalan istrinya..dia langsung buang batu itu ke sembarang arah.
Para orangtua yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja.. benar-benar bucin bin posesif akut.
"Astaga lihat itu si Rey.. benar-benar menggelikan.."
"Sudah biarkan saja..tandanya Rey benar-benar sayang dengan Laura dan cucu kita"
"Ya kalian benar..aku bersyukur punya menantu seperti anakbkalian Wil.. terimakasih sudah menyayangi putri kami dengan sepenuh hati"
"Sudah itu sudah jadi tugas kami Jo.."
Mereka sampai di tempat pikniknya..Laura begitu antusias..bahkan Laura tanpa sadar hendak berlari namun tertahan oleh sang suami.
"Baby kau ini ishhhh..jangan seperti itu" tegur Rey ketika Laura hendak berlari menuju danau.
"Hehe..maaf by..Laura kelepasan..Laura seneng banget by.. terimakasih hubby"
"Iya"
Rey menuntun Laura untuk duduk.. sementara para orangtua juga ikut duduk di karpet yang sudah di sediakan.
Mereka mulai membuka bekal makanan yang di bawa dari rumah masing-masing..Laura menelisik setiap makanan yang ada di hadapannya.
"Kau mau makan apa baby..?"
"Laura mau burger tapi dagingnya ayam by..terus rotinya tipis nggak mau yang tebel..beliin ya by please" Laura merengek meminta burger pada Rey.
Glek........
__ADS_1
Rey menelan ludah dengan susah payah setelah mendengar permintaan Laura..astaga kenapa liburan aku juga harus merana sih..
"Baiklah tunggu di sini ya..biar aku pesankan".
"Oke"
Kemudian Laura makan buah yang sudah di siapkan nyonya Mariana..Laura memakannya dengan lahap..para orangtua yang melihat itu tersenyum bahagia.. biasanya Laura akan muntah lagi seelah di isi makanan..namun ini tidak.. syukur lah.
Tak berapa lama pesanan Laura datang..Laura begitu antusias menerima nya..dia endus burger itu kemudian dia teliti setiap isi di dalamnya..sesuai pesanan.
Laura memakan burger pesanannya dengan raut wajah bahagia..Rey yang melihat itu ikut bahagia juga.
"Enak baby..?"
Laura buru-buru menyembunyikan burgernya di belakang punggungnya.. dia takut Rey akan memintanya.
Rey paham akan hal itu akhirnya dia menjelaskan bahwa dia tak bermaksud meminta makanan nya.
"Kenapa hubby nanya gitu kan bikin curiga"
"Iya maaf ya.."
"Hm"
Laura mlengos menatap danau sambil makan burgernya..Rey setia menjaga Laura di sampingnya takut-takut Laura tiba-tiba butuh sesuatu..Rey jadi suami siaga sekarang.
Saat mereka tengh asik berpiknik ria dari arah lain ada sepasang mata yang melihat kebahagiaan mereka dengan tatapan penuh iri dan benci.
"Akan ku hancurkan kebahagiaan kalian..aku pastikan kau jadi milikku Rey"
__ADS_1
Orang itu pergi setelah beberapa saat melihat dengan intens kebahagiaan keluarga Rey..dia cemburu karena tak bisa masuk kedalam Keluarga Rey.