
Pagi hari di kediaman Rey tampak tengh riuh karena akan ada acara ultah anak kembarnya yaitu Gio dan Gia yang ke 1tahun.
Sebenarnya sudah lewat 1tahun tapi karena waktu itu Rey dan Laura tidak ada di negara A maka saat ini lah baru di adakan acara nya.
"Baby apa kau sudah siap..?"
"Sudah by.. bagaimana si kembar..apa sudah siap..?"
"Tenang saja baby..mereka sudah siap sedari tadi.."
"Baiklah..ayo ke bawah"
Rey dan Laura turun ke bawah dan suasananya benar-benar meriah..para kolega Rey dan juga teman perkuliahan nya juga turut hadir dan membawa serta anak-anaknya.
Rey menyapa salah satu rekan bisnis nya yang membawa bagi kecil seperti anaknya.
"Halo Mr Samuel..apa kabar anda..?"
"Wah tuan Rey..kabar baik.. bagaimana dengan anda.. sepertinya saya kalah dengan anda.. saya baru satu dan anda sudah 3 benar-benar tokcer"
Mereka tertawa bersama..Rey menggendong baby G dan Mr Samuel juga menggendong baby Alana yang cantik bak boneka hidup.
"Wah anak anda benar-benar cantik seperti boneka ya Mr Samuel.. saya mendaftarkan anak saya jadi menantu anda kelak bagaimana..?"
"Hahaha..boleh tuan Rey..siapa tau anak-anak kita memang berjodoh..iya kan..?"
"Haha iya anda benar..mari saya permisi dulu seperti nya jagoan saya sudah mulai bosan dengan berdiam saja"
"Baiklah tuan Rey.."
Rey melangkah mendekati Erick yang juga tengh menggendong baby Savia..Mereka mengobrol soal bisnis dan perkembangan kantor.
Tak terasa acara pun di mulai dan dengan lancar tanpa hambatan..di saat Rey dan baby G tengh duduk di kursi karena baby G tengh menyusu lewat dot.. tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri nya.
"Rey..apa kabar..?"
Rey mendongak dan melihat seorang wanita berpenampilan cantik tapi masih cantikan Laura kemana-mana menghampiri Rey dan baby G.
"Siapa..?"
"Kau tak kenal aku Rey..aku Talia teman kuliahmu dulu"
"Maaf aku tidak mengingat orang yang tidak ku anggap penting"
Talia benar-benar nyesek mendengar ucapan menyakitkan dari Rey.. Talia mencoba duduk di samping Rey.. tapi dengan cepat juga Rey bangkit dan pergi begitu saja menuju istrinya yang tengh menyuapi si kembar.
"Rey.. tunggu..!"
Rey berhenti sejenak dan melirik..
"Ada apa..istriku tengh butuh bantuanku jangan berbelit-belit jika kau bertujuan untuk menggodaku maka hilangkan pikiran dangkal itu dari otakmu karena walaupun kau mencoba dengan bagaimana pun caranya aku tidak akan pernah tergoda oleh rumput liar seperti mu"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Rey benar-benar pergi meninggalkan Talia sendirian di bakar api amarah.
"Kurang ajar..apa lebihnya istrimu Rey di bandingkan aku..lihat saja akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan ku"
Talia adalah teman kuliah Rey lebih tepatnya hanya Talia yang menganggap mereka berteman sementara Rey..dia mah bodo amat tidak peduli dengan para wanita yang ingin menempel padanya..Rey tak pernah bertegur sapa dengan Talia..Rey tidak menganggap Talia ada..hanya ada satu nama yang menetap di hatinya saat ini yaitu Laura tidak ada yang lainnya.
Talia..sejak pertama kali melihat Rey dia sudah jatuh hati namun tidak berani mengungkapkan perasaannya karena takut di tolak walau sebenarnya pasti Rey juga akan menolaknya mentah-mentah.
Sejak lulus kuliah Rey tak pernah bisa dia jamah..sulit sekali untuk di dekati..mereka pernah bertemu beberapa kali tapi Rey tidak pernah mengenalinya.
Sampailah pada acara ulang tahun anak kembarnya..Talia mempunyai kesempatan untuk bertemu lagi dengan Rey setelah bertahun-tahun lamanya.
"Kau masih sama seperti dulu Talia..murahan..sadar sedikit Rey sudah beristri dan memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil..jadilah perempuan cerdas dan berselera tinggi bukan berselera makan bekas orang" ucap slaah satu sahabat Rey yang lumayan dekat.
"Diam kau..kau tau apa hah..aku sudah tidak peduli dengan selera tinggi atau rendah yang aku mau hanya Rey dan akan aku lakukan apapun untuk mendapatkan nya"
"Baiklah silahkan kau coba jika tidak ingin menyesal..aku sudah memperingati mu sebelumnya"
"Bulshitt..pergi kau"
Orang itu adalah Thomas teman dekat Rey sejak kuliah dan juga rekan bisnisnya.
Thomas akan selalu berdiri di garda depan jika ada yang mencoba untuk mengusik ketenangan Rey..Thomas pernah di tolong oleh Rey karena waktu dulu keluarga Thomas bangkrut dan benar-benar tidak memiliki apapun..di saat seperti itu lah Rey datang dan menyelamatkan keluarganya..maka dari itu Thomas berjanji akan mengabdikan hidupnya untuk setia pada Rey.
Talia pergi dari sana dan menuju toilet kebetulan dia bertemu Laura di dalam sana..Talia mengamati dari atas sampai bawah penampilan Laura.
'Cantik tapi masih cantikan aku huhh' batin Talia menatap Laura sinis.
"Ya" jawab Laura sekenanya.
"Boleh kenalan..?"
"Ya"
"Aku Talia..teman dekat Rey sejak kuliah"
"Oh..Laura.. ISTRI SAHnya REYHAN JADE WILSON"
Laura sengaja menegaskan statusnya sebagai istri sah dari Rey..dan itu membuat Talia geram..dia pergi Setelah itu..Laura hanya bodo amat karena dia sudah belajar banyak dari yang namanya masa lalu.
"Cih..jangan anggap aku Laura jika tidak bisa menyingkirkan rumput liar seperti mu"
Laura bergabung dengan Rey dan keluarga besarnya lagi.. Rey sedari tadi melihat Laura dengan senyuman sejuta gula pasir di bibirnya..Laura heran dengan sikap suaminya..apa Rey ketempelan demit ulang tahun ya.
"By kau kenapa..?"
"Tidak apa-apa baby..aku bangga padamu sayang..love you "
"Ishhh kau itu kenapa sih..aneh sekali"
"Aku aneh karena terlalu mencintaimu sayang"
__ADS_1
"Ishhh Laura takut..hubby ada selingkuh di belakang Laura..jadi sikap hubby berubah manis..begitu..?"
"Astaga..istriku yang paling cantik
..imut kaya semut..jangan salah paham sayang..aku bangga padamu karena bisa mengatasi rumput liar seperti dia"
"Oh... itu hal mudah bagi Laura by..tenang saja"
"Baiklah..baby apa sudah selesai masa nifasmu..?"
"Sudah by..nanti malam ya.."
"Yes...thank sayang.. bersiaplah si Jono sudah tak sabar"
Laura dan Rey tertawa dan itu tak luput dari pandangan Talia yang merasa kepanasan sendiri walau di ruangan ber AC.
Erick dan Nila sekarang tengh duduk karena Savia sedikit rewel maklum sudah waktunya jam tidur.
"Biar aku aja yang boboin Via yank"
"Baiklah"
Nila menyerahkan Via pada Erick.. Erick menimang-nimang Via dalam gendongannya..hingga tak lama Via tertidur karena lelah bermain dengan si kembar juga baby G.
"Sayang Via sudah tidur..lebih baik taruh di kamar saja"
"Iya yank..biar sama sus aja ya..kamu temenin aku..banyak lalet di sini yank"
"Baiklah..Dady"
Erick membawa Via naik ke atas dan menidurkan nya di box bayi..ada suster yang berjaga di kamar nya.
"Sus titip Via ya..kalau kalian lapar ganti-gantian saja mainnya..jangan pernah di tinggal sendirian ya sus anak-anak"
"Baik tuan"
"Ya sudah nanti biar saya suruh pelayan bawakan makanan untuk kalian kalau ada apa-apa langsung kabari saya atau tuan Rey mengerti..?"
"Mengerti tuan.. terimakasih"
Erick dan Nila pergi dari kamar bayi..mereka bergabung bersama Rey dan Laura juga para Kanjeng-kanjeng Mommy juga Kanjeng-kanjeng Dady.
Acara berlangsung lancar..si kembar juga sudah potong kue..mereka sekarang sedang asik sendiri dengan sepiring kue yang ada di hadapannya.
"Astaga Gio jangan gitu kasian Gia boy.." ucap Rey yang melihat Gio melumuri wajah Gia dengan cream yang ada pada kuenya.
"Dadada"
"Sudah Dady suapi ya..kasihan tuh Gia belepotan karena ulahmu haduhh"
Rey menyuapi gio dan Gia bergantian..Laura hanya melihat interaksi antara Dady dan anak-anaknya..sungguh pemandangan yang indah.
__ADS_1