
Rey memutuskan membawa Laura ke luar negeri untuk pengobatan Laura..alasan utamanya adalah agar terciptanya kenangan yang baru dan mengikis kenangan yang lama.
Rey akan melakukan apapun untuk kesembuhan istrinya..Rey dan Laura sudah tiba di negara A.. sekarang Rey dan Laura sudah berada di satu rumah yang tak terlalu besar namun begitu tenang,nyaman,dan hangat..Rey memilih daerah pedesaan untuk menciptakan kenangan baru bagi Laura.
"Semoga kami suka ya baby..aku harap secepatnya kamu bisa pulih sepwrti dulu sayang"
Laura masih diam dengan tatapan kosong..Laura berada di depan jendela kamar yang menghadap ke arah taman di samping rumah..taman itu sudah di tanami bunga-bunga yang begitu cantik jika di pandang..dan itu berhasil membuat Laura merespon..Laura tersenyum melihat bunga-bunga di taman itu.
"Syukurlah kamu suka sayang..mau ke taman..?" tanya Rey pada Laura yang di balas anggukan namun masih enggan menatap Rey.
Rey membawa Laura ke taman samping rumah.. sesampainya di taman Rey mendudukkan Laura di bangku yang ada di taman itu..Rey memetik satu bunga mawar dan memberikannya pada Laura.
Laura menerima bunga dari Rey..dia tersenyum manis melihat bunga di tangannya...Rey senang dengan kemajuan pemulihan Laura yang bisa di katakan ada perkembangan.
"Mau lagi hm..atau mau metik sendiri..?"tanya Rey lembut pada Laura dan di angguki Laura.
Rey membawa Laura mendekati bunga-bunga itu dan membiarkan Laura memetiknya sendiri.
Di suatu tempat tepatnya di satu rumah kecil seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik tengah duduk di depan jendela kamarnya sambil memandangi situasi sekitar.
__ADS_1
Dia melarikan diri karena sudah menembak seseorang.. sekarang dia menjafi buronan bukan hanya polisi yang memburu namun keluarga Wilson juga tengh memburunya dan siap membunuhnya jika tertangkap.
"Sial..ini semua karena anak angkat sialan itu arghhhh..akan ku bunuh kau jika kita bertemu lagi.. gara-gara kamu suamiku mati..seharusnya kau yang mati bukan suamiku arghhh brengsek kau Laura"
Wanita itu begitu geram dengan Laura ya siapa lagi kalau bukan istri tuan Anderson yaitu Helen..ibu angkat Laura yang sangat membenci Laura entah kenapa mungkin dia kesurupan..Laura tidak pernah menyinggung nya tapi dia selalu kalah akan nasib dan keberuntungan.
Maka dari itu Helen cemburu pada keberuntungan Laura yang begitu besar sedangkan dirinya harus hidup dengan banyak beban yang dia buat sendiri..orang kalau sudah itu hati akan susah sembuhnya harus di ruqiyah atau otaknya di kejutkan dengan setrum biar refresh lagi.π
Skip>>>>>>>>>>>>>>>
Tuan Jonathan dan istrinya sudah mendengar kabar tentang menantu sahabat nya yaitu tuan Wilson yang tertembak karena melindungi suaminya dan juga harus kehilangan calon anak nya karena tragedi itu..di tambah sekarang malah Laura depresi akibat kejadian itu sungguh mereka begitu miris dengan hidup menantu tuan Wilson.
Tuan Jonathan dan istrinya mengunjungi kediaman utama Wilson..mereka berbincang-bincang di ruang tamu bertukar informasi mengenai dokter hebat yang mampu mengobati Laura.
tuan Wilson dan istrinya sangat berterimakasih atas saran dari tuan Jonathan..mereka seperti mendapat pencerahan dan jalan keluar untuk mengatasi Laura.
"Terimakasih Jon kau memang paling tau.." ucap tuan Wilson berterimakasih pada tuan Jonathan.
"Sama-sama Wil..aku juga sedih melihat keadaan menatumu dan jug putramu..aku tau rasanya kehilangan anak maka dari itu aku menyarankan seperti itu"
__ADS_1
"Iya Jon terimakasih sekali lagi"
"Santai saja"
Mereka lanjut mengobrol perihal kemajuan kerjasama perusahaan mereka.. sementara para wanita memilih ke taman dan memtik beberapa bunga untuk menggantikan bunga yang sudah layu.
"Kamu yang sabar ya jeng..semua bisa di atasi selama Laura dan Rey mau berusaha..kita hanya bisa mendukung dan menyemangati serta mendoakan yang terbaik untuk mereka"
"Iya jeng terimakasih atas saran dan masukannya.."
"Sama-sama jeng aku sudah menganggap Laura sebagai putriku sendiri..ntahlah aku nyaman dan merasakan begitu dekat dengan Laura sejak pertama kali melihatnya"
"Benarkah..kenapa bisa seperti itu ya jeng..?"
"Ntahlah aku juga tidak tau..hatiku hangat ketika melihat senyum Laura..dan hatiku akan sakit ketika melihat kondisi Laura seperti sekarang.."
"Sudahlah jeng aku juga seperti mu..walau aku hanya mertuanya namun aku begitu menyayangi nya layaknya anak sendiri"
"Iya jeng lebih baik sekarang fokuskan pada kesembuhan Laura"
__ADS_1
"Iya jeng "
Mereka lanjut memetik bunga sambil menceritakan tentang kehidupan mereka masing-masing..mereka berdua menyayangi Laura layaknya anak sendiri karena Laura begitu manis juga sopan banyak yang suka dengan kepolosan dan kemurnian Laura..seolah Laura memiliki daya tarik sendiri pada setiap orang.