
Hari telah berganti.. persiapan pernikahan El dan Gia juga hampir 90% siap..Gia dan El saat ini sedang berada di butik untuk memilih gaun pernikahan.
"El jadi kau maunya yang bagaimana..astaga ini sudah 10 gaun tapi tidak ada yang cocok menurut mu" ucap Gia kesal dengan El karena sudah berkali-kali Gia mengganti gaun.
"Sweetie aku hanya tidak mau bagian tubuh mu terekspos mata laki-laki lain..aku memilih gaun yang benar-benar bisa menutupi tubuhku dengan baik..itu saja" balas El dengan wajah di tekuk.
"Iya tapi sudah 10 gaun belum juga ada yang cocok dengan keinginan mu..astaga "
"Baiklah..yang ini saja Sweetie..lebih tertutup juga tidak terlihat norak..kau pasti akan cantik jika memakai nya"
"Hm..ini yang terakhir"
"Iya..iya Sweetie"
Gia masuk kedalam ruang ganti..dia mengganti gaun lagi dengan gaun terakhir yang El pilih.
Gia melihat di cermin yang ada di ruangan ganti..dia melihat pantulan dirinya di cermin dan terperangah.
"Apakah ini benar-benar aku..hihi ternyata aku cantik juga ya.."
Selesai dengan mengganti gaun nya..Gia keluar dari ruangan ganti dan menghampiri El yang tengah menunggunya dengan gusar.
"El.. bagaimana..?"
El berbalik dan melihat wanita di hadapannya..dia terpesona dengan keindahan dan kecantikan Gia..cantik sekali calon ibu dari anak-anaknya kelak.
"Cantik..indah..luar biasa..oke yang ini saja..lebih cocok dengan keinginan ku"
"Ya terserah kau saja"
Setelah dari butik Gia dan El menuju toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan mereka..El sudah memesannya lebih dulu.
"Bagaimana Sweetie..kau suka dengan pilihanku..?"
"Aku sanagt suka El.. terimakasih"
"Sama-sama Sweetie"
Setelah memilih cincin pernikahan Gia dan El mampir ke restoran dulu untuk mengisi perut mereka yang sudah memberontak sedari tadi.
"Kau pesan apa Sweetie..?"
"Pipirrana dan Bouillabaisse..kalau kau apa El..?"
"Samakan saja..aku suka semuanya"
"Baiklah.."
Setelah selesai memesan Gia dan El bercerita sejenak mengenai dimana mereka akan tinggal nantinya.
__ADS_1
"Jadi bagaimana Sweetie..kau mau di rumah mommy dan Daddy ku atau di rumah keluarga mu..aku ikut saja"
"Lebih baik kita tinggal di rumah sendiri saja El..aku tak mau menyakiti salah satu nya dengan tinggal di satunya lagi"
"Good choice Sweetie.. baiklah aku akan persiapkan segalanya"
"Good job El..kau yang terbaik"
"Of course..aku memang tiada duanya"
"Cih.. pedenya"
El tertawa mendengar Gia mendumel..dia suka menggoda Gia..lucu jika dia tengah kesal..ada manis-manisnya gitu.
Pesanan mereka tiba..El dan Gia segera menyantap makanan yang sudah terhidang di depan mereka..sesekali El menyuapi Gia..Gia menerimanya dengan senang hati walau sedikit malu.
Setelah selesai dengan urusan makannya Gia dan El memilih pulang..El meminta Gia ke rumahnya sendiri karena Gia belum pernah ke rumahnya selama mereka resmi menjalin hubungan.
"Wow..amazing..kau sendirian di sini El..?"
"Ya Sweetie..maukah kau menemaniku di sini Sweetie..?"
"Ya..jika kita sudah menikah"
"Tentu Sweetie..aku masih normal..aku bisa menahannya hingga malam pernikahan kita nanti"
"Ishhh mesum"
Gia berjanji akan memberikan hak suaminya nanti saat malam pernikahan..dia mau seperti Mommy nya yang tidak menolak suaminya walau belum ada perasaan.
Selesai melihat-lihat Gia lelah dna beristirahat sebentar di kamar El..El ikut berbaring di sebelah Gia dengan memeluknya..dia tak sabar menantikan hari seperti ini.
"Aku tidak sabar menunggu 2 hari lagi Sweetie..bolehkah aku menciummu..?"
Gia terdiam..dia ingin menolak tapi tidak bisa bibirnya Kelu dan akhirnya dia mengangguk sebagai tanda setuju.
"Thanks Sweetie"
El mencium bibir Gia dengan lembut..tangannya menarik tengkuk Gia untuk memperdalam penyatuan bibir keduanya.
"Enghhh"
El mendengar erangan Gia..dia semakin terbakar dengan api gairrah nya sendiri..El semakin memperdalam tautan bibirnya hingga suara decapan nya semakin keras.
El sulit untuk menghentikan tautan bibirnya hingga keduanya hanyut dalam api gairrah masing-masing..Gia juga sudah hilang akal akibat bibir manis El.
Tangan El mulai nakal..dia memegang yang seharusnya tidak boleh di pegang dulu sebelum sah..El meremmas squisy Gia hingga Gia mendessah di buatnya.
"Ahhhh"
__ADS_1
Suara dessahan Gia semakin membangkitkan si Ucup..Ucup minta di angetin..El semakin liar tak terkendali.
"Aku menginginkan mu Sweetie.." ucap El setelah melepaskan tautan bibirnya.
"Tidak sekarang El.. bersabarlah untuk malam pernikahan kita..apa aku bisa membantumu..?"
"Bisa Sweetie tapi aku ragu kau akan mau melakukan nya"
"Katakan lah El..selagi aku mampu akan ku lakukan"
"Huhhh..kau bisa membantu ku denagn tangan mu Sweetie..apa tidak masalah..?"
"Tangan.. bagaimana caranya..?"
El tau Gia pasti bingung dengan perkataan nya..dia mengambil ponselnya dan menunjukkan video edukasi intim dari film yang El setel.
"Astaga El..apa aku harus melakukan itu juga..!"
"Ya kau benar"
"Ya..ya..tapi..aku..aku..em..malu El"
"Tidak usah malu jika kau mau membantu ku tapi jika tidak mau tidak apa-apa..aku bisa mengusahakan sendiri"
Gia jadi merasa bersalah saat itu.. bagaimana kalau El sakit karena menahan naffsunya sendiri.
"El tunggu.. baiklah aku akan melakukannya"
El berbalik dan menatap Gia Sejenak..dia tersenyum melihat keberanian Gia..dia tau Gia pasti malu dan gugup sama seperti nya saat ini.
"Kau yakin Sweetie..apa kau tak keberatan"
"Tidak El..aku lebih tidak tenang jika kau menahannya"
"Baiklah.. terimakasih"
El duduk di tepi ranjangnya dan mulai membuka pengait celananya..dia membuka pengait itu dan menurunkan resleting nya.
Gia menatap kegiatan El dengan wajah memerah.. bagaimana ini apakah dia harus melakukan ini..astaga dia bahkan tidak pernah melihat sosis jumbo siapapun selain punya saudaranya sewaktu mereka kecil.
"Gia kau yakin..kau tak keberatan..?"
"Iya El.. percayalah.. itung-itung buat latihan"
El tersenyum..baiklah kapan lagi ada kesempatan begini..dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Gia mendekati El..dia mengikuti setiap langkah yang dia lihat di video itu..gia ingat sekali dengan adegan film itu..Gia mencoba meraih si Ucup yang sudah mengembang.
"Jika kau ragu sudahlah tidak apa-apa luapkan saja..biarkan aku menuntaskan di kamar mandi saja"
__ADS_1
"Tidak El..aku hanya gugup..this is my first time touch toys like this"
El tersenyum..dia akhirnya pasrah saja..jujur dia malu sekali dengan keadaannya saat ini tapi karena ulahnya juga dia harus lebih malu lagi dan melibatkan Gia.