
Hari telah berganti..malam yang gelap telah tersingkir oleh cahaya sang Surya yang menghangatkan suasana pagi yang cerah.
Laura dan Rey masih asik bermain di atas ranjang hangatnya..bercerita tentang kehidupan satu sama lain..kalau bahasa gaulnya sih PDKT.
"Jadi kau tak pernah pegang ponsel atau telefon rumah..?"tanya Rey heran dengan sikap keluarga Anderson.
"Iya by..kalau hubby udah bisa melihat sepenuh nya ajarin Laura ya by..Laura nggak pengin di bilang geprek"
"Hah..geprek..?"
"Iya orang yang nggak tau ponsel atau alat elektronik lainnya by..namanya geprek kan..?"
"Hahahaha...baby kenapa kamu menggemaskan sekali sih hahah" Rey tertawa karena Laura benar-benar polos dan tak tau banyak.
"Kenapa by..Laura salah ya..maaf"
"Bukan baby..namanya gaptek atau di sebut gagap teknologi..kamu tenang aja ya kalau aku udah sepenuh nya sembuh akan aku ajarin kok"
"Beneran by.. terimakasih..cup"
"Iya sayang..tapi itu nggak gratis loh..?"
Laura bingung maksud dari tidak gratis..apa Laura harus membayar biaya les private nya..?.
"Maksud nya..?"
"Kamu harus bayar dengan memuaskan si Jono.."
"Hah..si Jono..siapa by..?"
"Udah nanti aja ya kalau aku udah sembuh.. sekarang aku kedinginan baby..hangatin ya"
__ADS_1
"pakai selimut by nanti nggak kedinginan"
Rey begitu senang dengan sifat Laura yang polos..dengan mudahnya dia modusin hahaa..Rey awas kau di geprek sama momy mu loh.
Dan terjadi lah olahraga pagi yang menghangatkan tubuh..Rey begitu sulit mengontrol diri saat di dekat Laura..ada gejolak yang sulit ia kendalikan.
Di tempat lain tuan Anderson dan istrinya memberanikan diri untuk mendatangi kediaman Wilson tentunya untuk mendapatkan sesuatu dari keluarga Wilson.
Sampailah mereka di depan gerbang kediaman Wilson yang megah bak istana.
"Dad rumahnya besar banget..huh beruntung sekali Laura tinggal di sini.." gerutu istri tuan Anderson kesal dengan kehidupan Laura yang beruntung.
"Sudahlah mom..kita kesini untuk mendapatkan keuntungan.. bagaimana pun caranya kita harus membuat mereka mengeluarkan uang untuk perusahaan dad yang hampir bangkrut"
"Apa dad yakin ini akan berhasil dad..?"
"Sudah ayo masuk"
"Baiklah"
Penjaga tersebut tak bergeming saat tuan Anderson dan sang istri menyebutkan bahwa mereka adalah orang tua Laura.. sesuai perintah dari tuan besar Wilson para penjaga sudah di beritahu bahwa Laura sudah bukan lagi keluarga Anderson atau sudah tidak memiliki hubungan dengan keluarga Anderson.
"Maaf tuan nona Laura tidak punya keluarga"
"Apa maksudmu hah..?"
"Maaf sebaiknya anda dan istri anda pergi sebelum urusannya panjang"
"Beraninya kau"
Keributan terjadi di depan gerbang kediaman Wilson tentunya membuat para bodyguard yang ada di sana turun tangan dan mengusir paksa tuan Anderson beserta istrinya.
__ADS_1
Para bodyguard itu lantas melaporkan kepada tuan dan nyonya besar Wilson tentang kejadian di gerbang tadi.
"Maafkan kami tuan kami lalai"
"Sudah tidak apa-apa..lain kali langsung usir saja"
"Baik tuan..kami permisi"
"Hm"
Para bodyguard pergi dari ruang kerja tuan Wilson dan kembali menjalankan tugas mereka.
Sementara tuan Wilson begitu geram dengan kedatangan para penjilat itu..bisa-bisanya mereka berani mendatangi kediaman Wilson hanya untuk meminta suntikan dana huh jangan harap.
"Sepertinya aku harus memberi pelajaran berharga pada kedua manusia iblis itu"
Tuan Wilson menghubungi seseorang untuk memberikan pelajaran pada tuan Anderson beserta istrinya..inilah akibat nya jika berani mengganggu atau mengusik ketenangan keluarga Wilson.
"Lakukan perlahan jangan gegabah..jangan sakiti mereka cukup buat mereka stres "
"Baik tuan segera laksanakan"
"Bagus"
Di Paris Laura dan Rey tengh berada di bawah menara Eiffel..Laura begitu takjub melihat menara Eiffel yang sesungguhnya..biasanya Laura hanya melihat itu di majalah atau di koran saja tapi kali ini dia benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Hubby terimakasih..Laura senang sekali by"
"Sama-sama sayang.. hadiahnya mana..?"
"Hadiah..?"
__ADS_1
Tanpa pikir panjang lagi Rey Mellummat bibir manis Laura..di cecap dan di hisap atas bawah secara bergantian..sampai Laura mulai kehabisan stok oksigen barulah Rey melepaskan tautan bibirnya.
"I love you Laura"