
Gia dan Gian saat ini tengah berada di lokasi proyek..mereka memantau perkembangan proyek nya..Gian selalu di samping Gia..dia tak pernah meninggalkan Gia barang sedetikpun.
Gian sangat protektif pada wanita di keluarga nya..dia akan menjadi yang pertama untuk menyayangi dan melindungi para wanita di keluarga nya.
"Ka minum dulu"
"Thanks brother"
Gian menghapus peluh di kening Gia dengan sapu tangan..para karyawan yang melihat itu hanya bisa gigit jari..bagi yang tidak tau status mereka pasti akan mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
"Gian makan yuk Kaka laper.."
"Ok"
Mereka menuju tempat makan yang berada tak jauh dari lokasi..mereka tidak pernah pilih-pilih tempat makan..asalkan bersih mereka tak masalah.
Setelah memesan makanan beserta minuman mereka kembali ke tempat proyek untuk memantau perkembangan nya lagi juga memberi penjelasan pada para pekerja.
Mereka kembali ke hotel dan bersiap karena besok mereka akan kembali ke kota asalnya lagi..mereka mampir sebentar ke tempat oleh-oleh untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga juga saudara.
"Ka beli yang ini aja..lebih praktis"
"Kaka serahkan sama kamu aja brother"
"Hm"
Gia hanya mendengus mendengar jawaban dari Gian..mau ngamuk tapi nggak bisa..nggak ngamuk esmosi pula dianya.
Di saat mereka tengah asik memilih oleh-oleh tiba-tiba toko oleh-oleh itu di rampok semua pengunjung menjerik ketakutan melihat para perampok itu menodongkan pistol dan juga senjata tajam pada mereka.
Gia dan Gian tidak peduli mereka masih asik memilih oleh-oleh yang akan mereka bawa nanti.
"Gian ada perampokan tuh"
"Terus aku suruh teriak-teriak gitu..?"
"Nggak gitu juga kali Bambang..bantuin gih"
"Selama mereka nggak ganggu kita aku akan biarkan"
"Ah kamu mah..udah ah cepet pilih Kaka udah pengin pulang"
"Ya udah"
Gian dan Gia tak terpengaruh oleh para perampok amatiran itu..mereka hanya mendengus melihat aksi yang bisa di bilang masih setengah-setengah.
Di saat Gia tengah memilih di sebelah kanan dan Gian di sebelah kiri hanya berbeda barisan saja..Gia di todong pistol oleh salah satu perampok amatiran itu.
"Angkat tanganmu gadis cantik"
"CK..udah sana minggir deh aku mau pilih-pilih ini"
__ADS_1
"Ayo cantik angkat tanganmu sebelum Abang bikin kamu mendessah di bawah Abang"
"Cihh..sekali lagi aku ingetin minggir sebelum nyesel"
Di saat perampok itu akan memegang tangan Gia dari arah belakang perampok itu di pukul menggunakan satu toples kacang almond oleh Gian.
"Arkhhhh sialan"
"Apa.. sebaiknya pergi sebelum aku hilang kesabaran" ucap Gian dengan tatapan tajamnya.
"Siapa kau..lebih baik kalian angkat tangan dan serahkan barang berharg..arghhhhh"
Sebelum perampok itu selesai dengan kata-katanya Gia sudah menendang telur puyuhnya hingga pecah kemungkinan..Gia tak peduli dia sudah kehilangan kesabaran menghadapi perampok amatiran itu.
"Banyak omong..udah selesaikan aja aku males kalau belanja di ganggu..ayo brother let's play"
"Sure"
Gia dan Gian memulai aksinya menghabisi para perampok itu..mereka mulai melancarkan aksinya satu persatu hingga tersisa 2 orang yang tengah menyandra anak kecil.. Gia tak suka jika anak kecil yang tak tau apapun menjadi sasaran.
"Huhh beraninya manusia seperti nya menyakiti anak kecil..habislah kalian" Gia geram melihat aksi perampok kelas teri itu dalam menjalankan tugasnya.
Gian tak berkata apa-apa..dia hanya terus melihat situasi.. sebenarnya dia bisa menyelesaikan mereka dalam sekali beraksi tapi dia juga ingin melihat aksi kakaknya itu.
"Are you ready sister..?"
"Of course brother..let's play begin"
"Hey mau kemana kau..serahkan barang berharga mu dulu baru kau boleh pergi dari tempat ini"
"Bukan urusanmu"
Gian masih terus melangkah hingga langkahnya terhenti oleh suara tangisan anak kecil yang menjadi Sandra dari perampok itu.
"Lebih baik lepaskan anak itu sebelum tangan kalian patah"
"Banyak omong..serang"
Satu orang menyerang Gian tapi dengan mudahnya Gian menghindar..dia tidak membutuhkan tenaga banyak untuk menumbangkan 2 perampok yang tersisa itu.
"Lemah" cibir Gian melihat betapa lemahnya mereka.
"Bagaimana brother apa sudah tumbang semua..?"tanya Gia ketika melihat para perampok amatiran itu sudah tak berdaya.
"Sudah..kalian tidak eorlu takut lagi semua sudah aman.. hubungi pihak berwajib " ucap Gian menyarankan.
Skip>>>>>>>>>
"Baby kau sedang apa..?"
"Hubby..Laura sedang menyusun foto-foto ini by"
__ADS_1
"Untuk apa baby..?"
"Untuk di kenang..suatu saat nanti kita akan merindukan anak-anak kita di saat mereka masih kecil by..hanya ini kenang-kenangan yang bisa kita lihat"
"Ya kau benar baby..aku merindukan mommy"
"Laura juga rindu mommy by..kita berkunjung besok ya..?"
"Iya sayang"
Rey dan Laura mengenang masa dimana anak-anak mereka masih kecil juga saat Keluarga mereka masih utuh..rasaanya waktu begitu cepat berlalu.
Rey hanya bisa mengenang saat dia bersama mamanya..saat dia di marahi..saat dia di sayang..saat dia di gendong jika rewel tapi sekarang dia hanya bisa mengingatnya dalam hati dan jiwanya.
Laura memberikan sebuah pelukan hangat untuk suaminya..dia juga tau betapa Rey sangat menyayangi mamanya..dia juga sangat menyayangi mama Rey karena mama Rey adalah orang tua pertama yang memberikan dia kasih sayang yang begitu besar.
Yang bisa mereka lakukan adalah mendoakan yang terbaik untuk mama Rey..rindu pasti tapi mereka sudah di alam yang berbeda jadi hanya lewat doa saja mereka bisa menyampaikan rasa rindu nya.
Skip>>>>>>>>>>>>
Perjalanan Gia dan Gian lumayan menguras tenaga mereka.. belum lagi mereka harus menghadapi para perampok amatiran..melelahkan sekali.
"Masih jauh nggak Gian..?"
"Masih 3 jam'an tidurlah"
"Kau memang begitu perhatian..Kaka seperti ratu loh "
"Iya ratuku.. tidurlah"
"Okeh "
Gia tertidur dengan pulas..Gian menyetir dengan hati-hati..dia tak mau membuat kakaknya terbangun atau tidak nyaman dalam tidurnya.
Gian melihat spion belakang dan terlihat ada sebuah mobil yang mengikuti mereka..Gian masih berpositif thinking saja dia tak mau menerka-nerka.
"Mungkin arahnya kebetulan sama"
Gian acuh dan memilih berkendara dengan stabil..dia tak mau mengganggu waktu istirahat kakaknya itu..biarkan dia yang mengutus perjalanan.
Di saat mobil gin dan Gia berbelok mobil tadi juga berbelok..dia tak tau sedang diawasi oleh seseorang yang begitu ingin menghabisi semua keluarganya..tapi jangan sebut anak-anak Rey dan Laura lemah..mereka bisa dengan mudab menghancurkan atau menghabisi para cecunguk yang ingin mencoba bertukar nyawa.
*
*
Maaf gaes sabar ya nantikan othor up nya..hari ini othor mau beres-beres sisa semalem acara..othor bangun lebih awal biar bisa nulis satu bab dulu nanti kalau udah senggang othor akan nulis lagi..mohon mengertilah ππ.
Untuk karya othor yang lain maaf aja belum bisa up..di tunggu aja semoga hari ini othor bisa luang dan nulis tanpa halangan setelah semua selesai.
πππππ terimakasih semuanya..love you allβ€οΈπ.
__ADS_1