
2 hari kemudian..........
Gio kembali ke markas untuk mengakhiri Carly..dia tak mau berlama-lama lagi membiarkan Carly hidup..sudah saatnya Carly membayar mahal atas semua kesalahannya selama ini.
"Bawa Cheetah dan Tiger ke sini..aku akan memberi hadiah pada mereka"
"Baik bos"
Gio duduk di kursi..dia melihat Carly sudah tidak berdaya..dia tersenyum melihat penderitaan Carly..itulah balasannya jika menjadi manusia tidak tau bersyukur.
Tiger dan cheetah sudah di bawa masuk.. Gio mendekati dua kesayangannya dan mengelus kepala nya..mereka nyaman dengan belaian tangan Gio.
"Sudah waktunya kalian berpesta boy..Daddy akan berikan hadiah jika kalian bisa menghabiskan dia dalam waktu singkat" ucap Gio sambil menunjuk Carly yang tidak berdaya.
Carly tidak memiliki tenaga lagi..dia sudah pasrah akan nasibnya..hidup segan matipun tak kunjung datang.. Gio hanya ingin bermain-main dulu..dia sudah tidak sanggup menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"Cepat bunuh aku brengsek.."ucap Carly dengan suara lemah.
Gio tersenyum miring melihat itu.. dia tentu saja akan mengakhiri hidupnya tapi nanti setelah dia puas bermain-main dulu.
"Kau tenang saja.. sebentar lagi juga kau akan menyusul rekanmu yang terdahulu.."
"Cepat bunuh aku Brengsek arghhhhhhh..sialan kau"
Carly sudah putus asa akan nasibnya nanti..dia tak tau akhir seperti apa yang akan dia terima dari seorang Georgio Grey Wilson.
"Waktunya mengakhiri hidupmu Bich"
Gio mengambil air keras dan meletakkan di atas meja..dia menyuruh anak buahnya untuk menyeret Carly ke hadapannya.
"Bawa dia menghadap ku"
"Baik bos"
Anak buah Gio menyeret Carly ke hadapan Gio.. Gio bangkit dan memakai sarung tangan terlebih dahulu sebelum mulai mengeksekusi korbannya agar steril.
"Cepat bunuh aku..jangan banyak tingkah kau brengsek"
"Tenang saja..santai.. sebentar lagi"
Gio menarik tangan Carly..dia celupkan tangan Carly pada air keras itu seketika tangan Carly meleleh dan terlihat tulang nya saja..Carly menjerit dan meronta kesakitan tapi Gio bodo amat.
"Arghhhhh..sakit..arghhhhh bunuh aku brengsek..jangan siksa aku lagi arghhhh"
Gio terus melakukan kegiatannya sampai kesepuluh jari Carly hanya tinggak tulang nya saja.. Gio tersenyum senang melihat korbannya kesakitan.
__ADS_1
"Sebentar lagi kau akan berjumpa dengan mereka yang sudah mendahului mu"
Gio menuangkan cairan keras itu pada wajah Carly dan membuat wajah wanita itu mengelupas kulit nya.. Carly kesakitan dan semakin menjerit tapi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Arghhhhhhh sakit..panas..."
"Arghhhhh lepaskan aku..bunuh aku kumohon..panas arghhhhh"
Gio puas sudah menghancurkan wajah wanita itu.. Gio beralih pada kedua kakinya.. Gio menuangkan cairan keras itu pada kaki Carly dan membuat Carly menjerit kesakitan.
"Arghhhhhhhh ampun...arghhhhhhh"
"Terlambat Bi*tch..rasakan karma atas perbuatan mu" ucap Gio dingin dengan sorot mata tajam.
Carly hanya bisa menangis..menjerit dan meronta minta belas kasih pada Gio tapi Gio tak peduli dia terus melakukan kegiatannya sampai puas.
Setelah puas membuat kaki Carly hancur kini Gio membiarkan Carly di santap hidup-hidup oleh kedua kesayangannya.
"Ok boy's enjoy your meal"
Gio membiarkan Carly di lahap oleh dua kesayangannya.. Gio hanya menonton saja..dia membiarkan Carly melawan dua kesayangannya meskipun akhirnya Carly tewas dan di lahap habis oleh dua kesayangannya.
"Good boy's..kalian bersihkan sisanya aku akan pulang"
Gio melangkah menuju mobil..dia ingin pulang dan segera bertemu istrinya..dia rindu dengan Alana..baru di tinggal sebentar saja sudah rindu lalu bagaimana jika harus berjauhan..bisa gila Gio jadinya.
Skip>>>>>>>>>>
"Alana maafkan aku..aku bersalah padamu" ucap seorang wanita yang terlihat sederhana di depan Alana.
"Ada apa..apa salahmu..?"
"Maaf Alana.. sebenarnya Carly memperalat ku agar bisa dekat dengan suamimu..dia mengancam ku melalui Keluarga ku waktu itu..aku sudah berusaha mengabaikan nya tapi ternyata dia tidak main-main dengan ancamannya..dia membuat adikku terluka dan harus di larikan ke rumah sakit karena aku tidak memberikan informasi tentang mu secara mendetail..maaf Alana aku sangat menyesal..maafkan aku"
"Huhh.. sudahlah Tara tidak apa-apa..toh Carly juga sudah tidak bisa menggangu kita lagi.. terimakasih sudah mau jujur denganku..kau memang yang terbaik" ucap Alana bangga pada kejujuran Tara sahabat sekaligus asisten pribadi Alana di kantor.
"Benarkah kau memaafkan ku.. terimakasih Alana.. terimakasih..aku harap perempuan gila itu tidak lagi mengganggu ketenangan kita"harap Tara ingin Hidup nya tenang.
"Tenang saja kalian tidak akan diganggu lagi oleh perempuan itu..sudah aku urus semuanya hingga usai" ucap Gio yang tiba-tiba saja sudah berada di pintu masuk.
"Hubby kau sudah pulang..darimana saja..?" tanya Alana bangkit dan menuju Gio.
Gio tersenyum melihat Alana..dia peluk dan kecupi kening dan pipi Alana..dia membawa Alana duduk kembali di depan tamu istrinya.
"Aku habis menyelesaikan tugas..siapa dia..?"tanya Gio penasaran.
__ADS_1
"Oh..dia Tara sahabat sekaligus asisten pribadi saat di kantor dan yang menghandle pekerjaan ku by..Tara ini Suamiku Gio kau sudah kenal kan..?" Alana memperkenalkan Gio pada Tara sahabat nya.
"Tentu sudah kan dulu kau sering cerita tentang dia eh " Tara langsung menutup mulut embernya dengan kedua tangannya.
Gio melirik ke arah istrinya dan kembali melirik ke arah Tara.. sepertinya ada sesuatu.
"Ekhem senang bertemu dengan anda tuan Gio..kalau begitu saya pamit dulu.. mari" Tara bangkit dan menuju pintu.
Tara akhirnya pulang sekarang hanya tersisa Gio dan Alana..Alana salah tingkah karena di tatap begitu intens oleh Gio..dia berlalu menuju kamar saja untuk bersembunyi.
"Nana ke kamar dulu by..hehe"
Gio hanya tersenyum kecil melihat sikap salah tingkah Alana..dia gemas melihat wajah merona istrinya.. sepertinya si Otong sudah minta jatah.
"Benar-benar menggemaskan"
Gio menuju kamar mereka..dia masuk dan mendapati sang istri tengah mandi..dia melepas semua pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.
Gio melihat Alana tengah berendam di bathtub..Alana memejamkan matanya menikmati aroma terapi dan musik klasik yang dia nyalakan sebelum berendam.
Gio tersenyum dan ikut masuk kedalam bathtub dan itu sukses membuat Alana menjerit tapi segera di tahan oleh tangan besar Gio.
"Arghhmpp" Alana membuka matanya dan melihat suaminya di hadapan nya.
"Ssst it's me baby"
"Hubby..astaga kau membuatku jantungan.. Nana pikir ada orang yang berani masuk dan berniat jahat huhhh huhhh"
"Sorry..aku hanya tak mau mengganggu mu sayang"
"Huhh sudahlah.. hubby mau mandi juga..?"
"Of course"
"Baiklah hubby lanjut saja Nana sudah selesai"
"No..kita bersama"
"Tapi by..."
"No protes"
"Huhh baiklah"
Akhirnya Alana mengikuti kemauan Gio berendam dan saling memijat satu sama lain..mereka bercerita di dalam bathtub dan menikmati waktu bersama.
__ADS_1