PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 60_Sassy Berulah Lagi


__ADS_3

Di ruangan meeting Rey tengh melakukan meeting bersama rekan bisnis Rey..Rey begitu lancar dalam menjelaskan keuntungan dan manfaat yang di dapat dalam kerjasama ini.


"Kira-kira begitu konsep yang akan saya gunakan kedepannya tuan Mayashi" ucap Rey mengakhiri presentasi nya.


"Wah saya kagum dengan anda tuan Rey.. baiklah saya percayakan proyek besar kami pada perusahaan anda..semoga hasilnya memuaskan" ucap klien Rey.


"Terimakasih tuan Mayashi.. terimakasih atas kepercayaannya kepada perusahaan kami..kami akan memberikan yang terbaik untuk anda"


"Sama-sama tuan Rey..kalau begitu kami pamit dulu karena saya masih ada janji dengan klien lain..mari fuan Rey"


"Baiklah terimaskaih"


Klien Rey pergi untuk menemui klien lain..Rey begitu senang dan puas.. akhirnya proyek besar ini bisa dia dapatkan..ah dia jadi merindukan istri dan anak-anaknya.


"Erick jadwalku apa masih ada..?"


"Sudah selesai bos.."


"Baiklah aku akan pulang..kau pulanglah temani istrimu"


"Baiklah bos.. terimakasih dan permisi"


"Ya"


Erick pamit menuju ruangannya..lagi dan lagi ketika Erick sampai di ruangannya Sassy sudah ada di sana dan tengh duduk di kursi kebesarannya.. benar-benar mau apa sih perempuan plastik satu ini.


"Apa yang kau lakukan di sini..keluar sekarang juga"


"Hey sayang tenanglah..aku hanya ingin menunjukan sesuatu padamu"


"Cihh..dasar murahan..KELUAR"


Sassy masih tak bergeming..dia masih kekeh dan mwngambil sesuatu dari dalam tasnya..dia menunjukan pada Erick foto-foto dirinya yang sudah di edit oleh orang suruhannya.


"Lihatlah sayang.." ucap Sassy sambil mengelus lengan Erick dan langsung Erick tepis kasar.


Erick mengambil foto-foto itu dan melihatnya..dia terkejut namun hanya sesaat..dia kemudian tertawa renyah.. bisa-bisanya perempuan plastik seperti Sassy bermain dengannya..belum tau dia siapa Erick jika sudah tidak punya stok sabar.


"Cih..trick basi.."


Sassy masih diam dia bingung kenapa tak ada reaksi apapun yang Erick tunjukan..harusnya dia ketakutan melihat foto itu..tapi ini dua malah tertawa.


"Ekhem..apakah jika istrimu tau..dia akan baik-baik saja Erick..?"


Eri k sudah tidak tahan dengan ocehan tak bermutu Sassy dia merogoh laci mejanya dan mengambil pisau lipat yang dia siapkan memang untuk Sassy.

__ADS_1


"Sekarang aku tanya padamu..berhenti mengganggu hubungan kami atau kau mati di tanganku..?"


Erick mengeluarkan pisau itu dan memainkannya..Erick mendekati Sassy dia memakai sarung tangan agar tangannya tidak terkontaminasi oleh bakteri yang Sassy bawa.


"Aku sebenarnya orang yang simple..jika kau ingin tau.."


"Aku tak suka bermain-main.. memuakkan"


"Aku tak suka kesabaran ku terus di uji.. melelahkan"


"Aku tak suka orang luar mengganggu ketenangan rumah tanggaku..menjijikan"


"Kau tidak tau malu dan tidak kenal takut tapi..Nila..jauh lebih dari segalanya di bandingkan kau..bahkan nila masih menjaga yang seharusnya hanya suaminya saja yang mendapatkan nya..tapi kau..huhh kau pasti sudah bekas banyak orang..men-ji-ji-kan"


"Sekarang ada dua pilihan..karena aku tak suka basa basi"


"Enyah dari kehidupanku atau Mati di tanganku"


Tubuh Sassy bergetar hebat..dia tak tau jika Erick punya sisi lain mengerikan seperti ini..Sassy merasakan lehernya perih akibat pisau Erick yang berhasil menggores kulit mulusnya.


"Ba..baik..aku..aku..akan pergi..ma..maaf"


Sassy hendak melangkah keluar tapi Erick sudah lebih dulu menahannya.


"Kau tak bisa keluar dengan kondisi utuh begini nona Sassy.."Erick menyeringai dan..


"Akhhh..sshh..kurang ajar. beraninya kau..."


"Apa...kau tak terima..ini hanya goresan kecil nona..apa mau aku tambahkan..atau kau mau tanganmu yang indah ini terlepas dari tempat nya.."


"Dasar psycopat gila"


Sassy berlari keluar dari ruangan Erick..dia berlari dengan gemetaran dan juga kesakitan karena lengannya di sayat oleh Erick..saat Sassy keluar dengan keadaan seperti itu Rey juga melihatnya..dia tersenyum puas.


"Apa kau bermain sebentar adikku..?"


Erick menoleh ke asal suara..dia tersenyum smirk..


"Tentu saja ka.. perempuan murahan seperti dia memang harus di beri pelajaran sedikit"


"Bagus..aku suka gayamu"


Rey berjalan santai menuju lift..dia tak sabar bertemu istri dan anak-anaknya..sepanjang perjalanan dia tersenyum sejuta gula pasir..dia berhasil memenangkan proyek besar dan juga dia tak perlu susah-susah mengusir perempuan murahan itu..karena Erick sudah memberikan pelajaran pada perempuan murahan itu.


"Ah.. seperti nya aku butuh pasokan gula putih agar senyumku tak berkurang kadar manisnya"

__ADS_1


Rey pulang di antar supir..dua tak sabar untuk segera sampai di rumah..jika punya kekuatan maka dia akan memilih untuk terbang saja agar cepat sampai di rumah.


"Kenapa jalannya macet sekali sih.. menyebalkan" Rey menggerutu karena makanannya padat..maklum jam pulang kerja.


Rey sampai di rumahnya dan segera masuk..dia seperti biasanya di sambut hangat oleh istri dan anak-anaknya..Rey senang dengan kegiatan dan kebiasaan seperti ini..membuat hatinya berbunga-bunga.


"Hay sayang-sayangku..Dady pulang"


Si kembar merangkak mendekati Rey..Rey berjongkok dan meraih sibkembar ke dalam pelukannya..dia ciumi kedua pipi gembul Anaknya.


"Da..da..da..da"


Si kembar seakan tau jika dady-nya pulang dan mereka segera mengocehkan dan menyebutkan kata Dady sepanjang merangkak.


"Phh anak Dady..kalian sudah wangi ternyata..sini Dady cium dulu..cup..cup"


Si kembar tertawa geli karena ulah Rey..Rey menurunkan si kembar dan si kembar melanjutkan bermainnya..kini Rey meraih Laura kedalam pelukannya..dia kecup keningnya..bibirnya dan kedua pipi yang sudah terlihat chubby.


"Kau cantik sekali baby..semakin seksi..nanti malam 3 ronde ya"


"Ishhh..mulutmu itu minta di getok pakai sapu kah by..di filter dulu kenapa ada anak-anak juga iiishh"


"Hahaha..tidak apa-apa baby.. anak-anak tidak akan mengerti omonganku"


"Sudah sana mandi dulu aku siapkan makan malam dulu kau pasti lelah"


"Terimakasih sayang"


Laura meninggalkan si kembar pada kedua Oma nya.. kemudian Laura bergegas menuju dapur dan memanaskan makanan yang dia masak tadi.


Sementara itu di rumah Erick..Erick sudah sampai di rumah dan di sambut hangat oleh istri nya yaitu Nila..dia senang dengan aktifitas seperti ini setiap hari.


"Sayang bagaimana..apakah baby nakal hari ini..?"


"Tidak sayang..baby perhatian sama momy nya.."


"Maksud nya..?"


"Tadi aku di bikin ngantuk terus sama si baby. jadi seharian aku tiduran aja bawaannya..udah kaya kebo yank makan tidur terus"


"Hahaha..nggak lah sayang..kamu tetep cantik kok di mataku..ayo makan dulu "


Mereka berdua menuju meja makan..Nila melayani suaminya dengan telaten..sesekali dia garus memegangi perutnya agar tidak terbentur meja karena harus mengambilkan lauk yang jaraknya agak jauh darinya.


"Sudah sayang biar aku aja yang melayanimu..kasihan si baby"

__ADS_1


"Terimakasih sayang"


"Apapun untuk kalian sayang"


__ADS_2