PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 75 #S2 Happy Ending


__ADS_3

"Arkhhhhhh..sakit kaaaa" teriak Gia ketika merasakan perut nya seperti di remas kuat.


"SWEETIE"


Tiba-tiba entah bagaimana caranya El sudah berdiri di samping Gia dan memegang tangan istrinya dengan erat.


Gio terus membawa Gia yang masih kesakitan..El mengikuti Gio dari belakang sementara Gian menjadi supir karena kemampuannya dalam menyetir dalam keadaan panik memang pantas di akui jempol.


"Tenangkan dirimu El..fokus pada Gia.,beri semangat dan tetap buat dia terjaga " ucap Gio kemudian beranjak duduk di kursi sebelah pengemudi.


El dengan perasaan berkecamuk hanya bisa berdoa semoga mereka anak istrinya tidak apa-apa..sungguh dia tidak bisa jika harus memilih.


Mobil mulai meninggalkan gedung itu..mereka menuju rumah sakit.. Gio sudah menghubungi pihak medis untuk berjaga di depan dengan membawa serta alat-alat yang di perlukan.


Gio tak ingin terjadi sesuatu apapun pada adik dan keponakan nya..dia hanya bisa berdoa semoga adik dan keponakannya baik-baik saja.


Gio juga tak lupa menghubungi Orangtua nya juga orangtua El..awalnya terkejut tapi akhirnya mereka mau mengerti dan sekarang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Flashback........


"Ka orang yang bernama Raffael menyandra mertuaku..aku minta bantuan Kaka supaya mereka bisa di bebasin sementara aku mengalihkan perhatiannya"


"Kau jangan gila Gia.. bagaimana kalau anakmu kenapa-kenapa bisa di hajar habis Kaka oleh suamimu"


"Ayolah ka..kita tidak punya banyak waktu..mereka terancam"


"Hubungi suamimu dulu"


"El sedang sibuk ka.. panggilanku tidak di jawab..aku bingung waktunya sudah mepet"


"Astaga Gia..kau membuatku gila kau tau..huhhh baiklah Kaka akan bawa Gian juga"


"Ok ka..lokasi sudah Gia kirim"


Gia, Gio,dan Gian akhirnya berada di sebuah gedung yang sudah lama tak terpakai..hanya ada kesunyian karena mereka tengah bersembunyi dengan jarak tak jauh dari Gia berdiri sekarang.


"Kau hati-hati Gia jangan ceroboh..kau membawa nyawa lain dalam dirimu"


"Iya ka..Gia tau".


Flashback end.....,


"Maaf ka El nggak becus jagain Gia..El minta maaf"


"Ini bukan salahmu..sudah tidak usah di pikirkan..fokus pada Gia dan anak kalian"


"Terimakasih ka.. terimakasih"


Setelah lama menunggu akhirnya terdengar suara tangis bayi yang begitu menggema di telinga El..dia tanpa terduga sudah menangis diam-diam untuk meluapkan perasaan nya.


El memeluk Gio refleks..dia terlalu bahagia hingga tanpa sadar memeluk Kaka ipar nya..El akhirnya sadar dan cengengesan melihat ke arah Gio yang menatapnya datar minim ekspresi.


Mampus kau El..rutuknya.


"Maaf ka refleks"


"Hm"


Nggak adik nggak Kaka sama aj dinginnya.


El memilih melangkah sedikit menuju pintu ruang bersalin..tak berapa lama kemudian tampaklah dokter yang menangani masalah Gia keluar dan tersenyun pada mereka.


"Bagaimana kondisi istri dan anak saya dok..?"


"Tenang tuan..nona dan anak anda semuanya baik-baik saja..kami terpaksa melakukan tindak operasi karena terjadi pendarahan..kami tidak mau mengambil resikonya jika terjadi sesuatu pada pasien..maaf kami tidak minta persetujuan dulu dari anda.."


"Tidak apa-apa..kau berhasil membawa penerus kerajaan bisnis Wilson.. Terimakasih apa boleh saya masuk..?"


"Sebaiknya nanti saja tuan ketika pasien sudah di pindahkan ke ruang rawat nya.."


"Baiklah".

__ADS_1


Dokter yang menangani Gia pamit ke ruangannya..dia lelah setelah berhasil mengoperasi Gia istri dari seorang Lionel Owen.


Gia di pindahkan ke ruangan rawatnya sendiri..El dengan setia menemani Gia di sisinya..dia terus mengucap Terimakasih pada Gia entahlah dia tidak pernah bosan.


"Sweetie..kau sudah bangun..?"


"Anak kita mana El..?"


"Dia sedang tidur di box baby nya Sweetie"


"Boy or girl El..?"


"Boy Sweetie..so handsome like me"


"Cih..pede sekali kau"


"Hey memang benar dia sepertiku.. miniatur diriku Sweetie.. terimakasih ya Sweetie sudah memberikan ku kebahagiaan yang tak terkira..aku mencintaimu Sweetie"


"Sama-sama El..aku mencintaimu..siapa nama anak kita?"


"Namanya.. Edward Owen Wilson"


"Namanya bagus ..aku suka"


Semua keluarga El dan Gia berkumpul di ruang rawat Gia..mereka benar-benar menyambut dengan kebahagiaan cucu kedua mereka.


"Aku iri ka Laura.." ucap Vallery


"Astaga tampan sekali kau boy" timpal Nila


"Hey kau sangat menggemaskan" Arny tak mau kalah


Semuanya tertawa mendengar celotehan mereka..sungguh Keluarga Wilson dan Owen tengah di limpahkan kebahagiaan yang tak terkira.


Setelah kelahiran Giana sekarang Edward semakin menambah suasana keluarga besar menjadi penuh tangis dan tawa dari tubuh mungil kedua bayi itu.


Skip>>>>>>>


2 Bulan kemudian.........


"Mom..maafkan Achel..Achel hanya ingin memulai semuanya dari awal..Achel mau belajar hidup mandiri..Achel nggak mau terus merepotkan kalian"


"Tapi kenapa harus pergi Rachel kau kan bisa kuliah atau sekolah di negara ini..mom akan sedih jika kau pergi Rachel"


"Mom Achel kan bisa pulang kalau ada liburan..mom dan yang lainnya juga bisa mengunjungi Achel di sana..Achel akan sangat merindukan kalian"


"Hiks.. baiklah jika itu menjadi pilihanmu nak..ingat kembali ke rumah kau adalah anak mommy mengerti"


"Iya mom..Achel janji akan kembali ke rumah ini.. Achel akan buktikan kalau Achel layak berada di sini dengan kalian"


Semua anggota keluarga melepas kepergian Rachel untuk melakukan pendidikan di luar negeri..Gian sudah mengatur semuanya dengan sangat baik..mulai dari tempat tinggal, tempat kuliah karena sebelumnya Gian sudah mengajarkan baca tulis serta pelajaran dari anak SD sampai Perguruan tinggi.


Gian benar-benar mempersiapkan segala nya dengan sangat rapih..bahkan Gian mengatur pengawal untuk mengawasi Rachel selama di negara A..entahlah hanya Gian yang tau perasaan nya pada Rachel.


Rachel ke kamar Gian karena Gian tidak terlihat sedari tadi..Rachel ingin berpamitan pada Gian..dia tak bisa pergi sebelum melihat Gian..entahlah ada apa dengan perasaan nya.


Tok..tok..tok...


"Masuk"


Rachel masuk kedalam kamar Gian..dia menutup pintu kamar Gian..dia melihat Gian sedang berdiri di depan jendela kamarnya.


"Kau sedang apa Gian..?"


"...."


Rachel mendekati Gian dan memeluknya dari belakang..dia tak peduli di anggap wanita tak tau diri atau apalah itu..yang dia mau sekarang memeluk Gian sebelum pergi.


"Biarkan begini dulu..Achel hanya ingin memelukmu sebentar sebelum pergi"


"Kau benar ingin meninggalkan ku dan keluarga ku..?"

__ADS_1


"Demi kebaikan semua.. Achel akan kembali lagi "


"Kau jahat Achel"


Rachel mendengar suara parau Gian..dia menatap Gian yang kini sudah berhadapan dengan nya.


"Maaf"


"Ini bukan kesalahan mu Achel"


"Maafkan Achel..tapi Achel harus pergi untuk membuktikan pada semua jika Achel pantas bersamamu Gian"


"Pergilah dan kembali saat kau sudah merasa pantas bersanding dengan ku"


Rachel tersenyum..dia akan membuktikan bahwa dirinya pantas untuk bersama Gian..dia hanya akan pergi menjemput mimpi nya dan juga masa depannya bersama Gian.


Sejenak Gian menatap wajah cantik nan polos Rachel..dia harus rela melepas Rachel..Gian tau betapa Rachel sangat keras untuk bisa belajar dewasa selama ini..dia akan mendukung impian dan kebahagiaan Rachel.


"Bolehkah aku mencium mu..?"


Rachel mengangguk sambil tersenyum..dia akan memberikan apapun untuk Gian selama dia mampu.


"Boleh"


Mereka berkissing dengan penuh perasaan..pertama kalinya Gian merasakan kelembutan bibir wanita..dia suka..manis dan membuat nya gila.


"Pergilah..aku akan mengantarmu sampai bandara..jaga kesehatanmu..jaga dirimu..kembalilah ketika kau sudah berhasil menata hidupmu..aku akan menunggumu sampai kau kembali"


"Terimakasih Gian..Achel janji akan kembali..tunggulah sebentar"


Mereka menuju bandara..Gian tak mengijinkan siapapun ikut mengantar Rachel ..dia ingin menikmati waktunya bersama Rachel..hanya berdua sebelum jarak memisahkan mereka untuk waktu yang belum bisa di pastikan.


Sampailah mereka di bandara..Rachel turun bersama Gian..Gian tak sedetikpun melepaskan genggaman tangannya pada Rachel.


"Pergilah jemput mimpimu..jangan lupa kembali pada hati yang tengah menunggu mu..aku akan selalu setia menunggumu di sini"


"Ya..Achel akan berusaha sebaik mungkin agar Achel bisa kembali ke hati yang tengah menunggu Achel..Achel akan merindukanmu Gian"


"Jangan menangis.. tersenyun lah..semangat dan jangan lupa selalu mengabariku"


"Terimakasih Gian.. terimakasih"


Gian melepas Rachel..dia kembali ke mobilnya dan menatap ke arah bandara..setitik cairan keluar dari pelupuk matanya..dia sedih tapi juga tak boleh egois.


Pertemuan mereka mungkin tak terlalu bermakna karena hanya ada rasa kasihan yang melingkupi Gian tapi semakin dia mengenal Rachel dia semakin mengangumi nya.


Gian menatap pesawat yang di tumpangi Rachel dengan berat hati..dia rela melepas kepergian Rachel karena dia tau itu yang terbaik..suatu saat dia hanya berharap semoga Rachel kembali sebagai Rachel yang baru yang tak bisa di tindas ataupun di rundung.


"Pergilah jemput mimpimu dan kembalilah ketika kau sudah siap untuk kembali..aku akan menunggumu sampai kau kembali Rachel..aku mencintaimu..cepatlah kembali"


*


*


*****THE END***.


Akhirnya selesai juga..maaf ya gaes jika endingnya tidak sesuai dengan keinginan kalian karena memang jalan ceritanya harus begini.πŸ™πŸ˜Š.


Nantikan cerita anak-anak keluarga Wilson selanjutnya ya gaes..special edition.. author akan buat cerita tentang anak-anak di keluarga Wilson tapi bukan di sini karena lapaknya ada sendiri.πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Bocoran....


Author akan rilis dua cerita yang pastinya tentang anak-anak di Keluarga Wilson..di cerita kali ini mungkin akan bikin kalian gregetan🀭.




Sampai jumpa di cerita selanjutnya 😊ya gaes...


Terimakasih sudah setia sampai akhir.. author minta maaf kalau ada salah kata atau menyinggung kalian baik itu di sengaja ataupun tidak.. sekali lagi author ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada oara reader tercinta yang sudah selalu mendukung karya author.

__ADS_1


Salam sayang dariku author garing


Bye..bye..sayonaraπŸ˜ŠπŸ™β€οΈπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜**


__ADS_2