
Erick seperti biasa..bangun pagi kemudian berangkat kantor tapi kali ini berbeda dia pamit dulu dengan Nila..ntahlah semakin hari semakin dekat pula mereka.
Ya sudah 2bulan Nila tinggal di apartemen Erick..dia juga semakin banyak bercerita pada Erick..nyaman..tenang..dan damai jika di dekat pria itu..apakah ini artinya dia mulai ada rasa oada Erick..?.
"Nila aku berangkat ya..kalau mau pergi-pergi hubungi aku..tidak baik gadis cantik pergi sendirian"
"Ishh..apaan sih..lebay tau..ya sudah hati-hati di jalan"
"Baiklah bye.."
Erick berangkat ke kantor..sementara itu Nila kwmbaki ke rutinitas nya yaitu membersihkan apartemen Erick..dia tak menyangka sudah 2bulan dia tinggal bersama Erick..apakah itu juga yang menyebabkan perasaan mulai tumbuh di antara keduanya.
"Kenapa sih setiap Deket Erick pasti gerogi juga deg degan"
"Ah..apa mungkin aku menyukainya..huhh ntahlah"
Nila kembali melakukan tugasnya..dia mencuci baju Erick.. kemudian dia menyapu dan mengepel lantai apartemen..setelah itu dia membuang sampah di depan.
Erick sampai di kantor..dia keluar dari mobil..gayanya persis seperti bosnya..acuh,dingin,jutek,dan cuek..banyak rekan karyawan yang menyapanya namun dia acuh saja seakan tak mengenal.
"Huftt.. lagi-lagi bos bucin nggak berangkat..nasib..nasib"
Erick mengerjakan pekerjaan nya yang masih menumpuk di atas mejanya..dokumen itu seperti musuh bebuyutan bagi nya.. benar-benar tidak ada habisnya.
Waktu menunjukkan pukul 11 siang..perut Erick berbunyi..dia pulang untuk makan siang.. sekarang setelah pulang kerja rumah adalah tempat pertama yang ingin dia kunjungi.
"Ah..Nila masak apa ya..jadi kangen..huh..haruskah aku menyatakan perasaan ku yang sebenarnya..?"
"Tapi bagaimana jika di tolak..aku bisa malu..huhh sudahlah pikirkan nanti saja"
Erick pulang ke apartemen nya..dia ingin makan masakan Nila..dia rindu makanan Nila..makanan Nila benar-benar candu bagi nya..tiada dua.
Sampailah Erick di apartemennya..dia segera masuk ke dalam dan mendapati Nila baru saja selesai memasak..dia sedang menata makanan di atas meja..aroma masakan Nila benar-benar membuat perutnya berdemo.
"Kau sudah pulang..ayo duduk makan siang dulu.. kebetulan aku baru selesai memasak"
"Baiklah"
Erick duduk dengan tenang..dia menantikan pelayanan Nila.. Nila mulai mengambilkan makanan untuk Erick..dengan telaten sudah seperti istri saja.
"Sudah cukup La..jangan kebanyakan nanti aku malas ke kantor jadinya"
Nila tersenyum mendengar celetukan Erick..
"Ok.. nikmati makananya.."
"Hm"
Erick mulai memakan makanannya.. benar-benar tidak ada duanya..setelah masakan sang ibu kini masakan Nila jadi favoritnya..sudah pantaskah dia membina rumah tangga.
"Apa kau akan kembali lagi ke kantor Rick..?" tanya nila saat sudah selesai dengan makanannya.
Erick menatap Nila kemudian dia mengangguk sebagai jawaban.. sebenarnya Erick enggan berangkat ke kantor lagi tapi dia harus bekerja lagi demi sesuap nasi..etdah sesuap nasi katanya.
__ADS_1
"Apa perlu aku bungkuskan maknan untukmu..?"
"Tidak usah..aku sudah benar-benar kenyang..makananmu selalu membuatku hampir tak bisa berdiri"
"Hahaha..bisa saja kau ini"
"Ya sudah aku berangkat dulu..jangan lupa makan malam di luar saja malam ini.. bersiaplah setelah pulang kerja akan ku jemput"
"Haha.. maksud nya..?"
"Nanti malam kita makan di luar saja..nanti setelah pulang dari kantor akan aku jemput jadi bersiaplah "
"Memang ada acara apa..?"
"Tidak ada..sudah nanti juga kau akan tau..aku berangkat hati-hati di rumah"
"Iya..kau juga hati-hati"
Erick meninggalkan apartemen nya dan menuju kantor lagi..dia harus segera menyelesaikan pekerjaan nya sebelum nanti malam..dia akan nmembuat kejutan untuk Nila..dia akan membuat malam ini jadi malam terbahagia bagi mereka.
Erick sampai di kantor..dia berkutat dengan dokumen lagi.. sementara itu Nila masih bingung dengan penuturan Erick.
"Apa Erick ulang tahun ya jadi makan di luar saja..huh tidak tau ah.. nanti juga akan tau"
"Lebih baik sekarang aku mandi.. pekerjaan sudah selesai.. istirahat sebentar saja tidak masalah kan..?"
Nila mandi setelah selesai dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk..dia begitu beruntung bisa bertemu dengan Erick..pria baik hati juga pengertian...tidak neko-neko.. benar-benar idaman.
"Huh kenapa aku jadi deg degan ya... sebenarnya Erick mau apa sih makan malam di luar kan aku bisa masak di rumah aja..huh "
nila menunggu Erick di ruang tamu.. perasaannya benar-benar tidak karuan..dia gerogi seperti mau kwncan saja rasanya.
Erick sampai di apartemen..dua segera naik dan menemui Nila..sampailah dia di pintu apartemennya..dia memencet bel di sebelah pintu..tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan terlihatlah Nil la yang sudah cantik.
"H..Hay..kau sudah pulang..masuk dulu" ajak Nila ketika melihat Erick.
"Ah..i.. iya.."
Erick masuk dan menuju kamarnya..dia berganti pakaian sebentar juga membersihkan diri.
Selesai dengan acara mandinya kini Erick sudah terlihat tampan dan rapih..dia keluar dari kamar dan menghampiri Nila yang sudah menunggunya.
"Ayo berangkat..nanti kemalaman" ajak Erick ketika sampai di ruang tamu.
Nila menoleh ke arah Erick dan tersenyum seraya mengangguk kemudian dia bangkit dan mengikuti langkah Erick.
"Kita mau kemana sih sebenarnya..?"
Erick menoleh sebentar lalu berjalan lagi sampai mereka tiba di tempat parkir mobil..Erick membukakan pintu mobil untuk Nila.
"Masuklah.."
"Baiklah"
__ADS_1
"Gadis pintar" ucap Erick sambil mengelus kepala Nila.
Nila tersipu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Erick karena selama ini belum ada satupun pria yang dekat dengannya..Nila seperti memasang tembok pembatas antara dia dan kaum Adam siapapun.
Sampailah mereka di restoran yang sudah Erick reservasi terlebih dahulu..mereka masuk dan menuju ruangan khusus yang Erick pesan.
Nila tampak ternganga melihat betapa mewah dan mahalnya restoran di mana mereka berada saat ini..Erick benar-benar sudah gila.
"Ayo duduk..mau pesan apa..?" tanya Erick ketika mereka sudah sampai di ruangan khusus yang Erick pesan.
"Ah..em..aku ikut saja"
"Baiklah.."
Erick memwilih steak untuk mereka berdua.. sementara minumannya dia lebih suka wine dan untuk Nila dia memesankan jus jeruk karena Nila suka jus jeruk jadi Erick memilih itu.
"Kau suka jus jeruk kan..?" tanya Erick
"Iya.. bagaimana kau tau..?"
"Aku sering melihatmu membuat jus jeruk di apartemen.."
"Ouh begitu..maaf aku tak bilang "
"Hey tidak apa..aku tidak marah..aku senang berarti kau sudah menganggap aku sebagai keluarga mu juga"
"Terimakasih"
Makanan yang di pesan sudah terhidang di atas meja..mereka makan dengan tenang..Erick sesekali menoleh ke arah Nila..dia begitu nyaman berada di dekat Nila.
"Nila aku ada sesuatu untukmu"
"Apa itu..?"
"Tutup matamu dulu"
"Baiklah"
Nila menutup mata..Erick mengeluarkan sebuah map..dia sodorkan ke arah Nila.
"Buka matamu"
Nila membuka matanya dan melihat ke arah meja yang sudah ada Mao di hadapannya..dia melihat itu dengan heran..apa ini.
"Ini apa Rick..?"
"Open it.."
Nila membuka map itu dan terkejut melihat isi di dalamnya.. bagaimana bisa sertifikat tanah milik orang tuanya kembali lagi dan ada pada Erick.
"Ini..i..ini..Rick..apa..apa maksudnya..bagai.. bagaimana bisa..?"
"Sekaang tanah dan rumah itu sudah kembali jadi milikmu..apa kau senang..?"
__ADS_1