
Gio dan Alana meninggalkan hotel hari ini..mereka akan kembali ke rumah Samuel.. Gio dan Alana sudah memutuskan untuk tinggal di rumah Alana karena Alana anak satu-satunya.
Sebelumnya...........
"By kita mau tinggal di mana..?"
"Dimanapun asalkan sama kamu sayang"
"Kalo tinggal di rumahku gimana by..soalnya Nana kan anak satu-satunya..kasihan mommy dan Daddy sendirian"
"Ok no problem sayang..aku ikut saja"
"Terimakasih by sudah mengerti Nana..love you"
"Kau nakal ya..nanti kalau dia bangun gimana..?"
"Tinggal di boboin lagi susah amat hahaha"
"Astaga..kau pikir semudah itu sayang..ayo tanggung jawab dia sudah bangun"
"Jangan bercanda by..nggak lucu..apa dia nggak ngantuk udah kerja kerasa semaleman..?"
"Dia nggak akan puas sayang"
Alana hanya bisa pasrah..dia juga suka Gio memperlakukan nya dengan sangat lembut.. sama-sama menikmati.
Skip>>>>>>>>
"Kita pulang ke rumah ku dulu untuk mengambil barang-barang ku"
"Ok by"
Alana dan Gio menuju kediaman Rey..mereka bercerita tentang perasaan masing-masing yang mereka pendam dulu..di saat asik bercerita di tengah jalan tiba-tiba mobil mereka di cegat oleh beberapa orang.
"By siapa mereka..mau apa mereka..?"
"Kau di sini saja..jangan keluar"
"Tapi by...."
"Percaya padaku"
"Baiklah"
Gio turun setelah mengambil sebuah pistol di dashboard mobil nya.. Gio selalu menyimpan pistol di mobilnya untuk sekedar berjaga-jaga jika ada situasi darurat.
"Katakan"
"Serahkan wanita itu maka kau bebas"
"CK..kalian pikir aku bodoh menyerahkan istriku pada kalian..ckckck..jangan mimpi"
"Jika itu pihanmu maka kau juga harus mati bersama istrimu"
__ADS_1
"Terserah kalian"
Gio tak banyak omong..dia menembaki orang-orang yang berani ingin menyakiti istrinya..3 orang terkapar tak bernyawa setelah Gio melubangi kepalanya dengan timah panas pistolnya.
Satu orang maju dan membawa pisau..dia hendak menyerang Gio tapi dengan lihainya Gio menghindar.. Gio mengambil pisau itu dan dia sabetkan pada leher orang itu seketika darah segar mengalir dari leher orang itu dan orang itupun tewas ditempat.
Yang lainnya hanya melihat nasib rekannya..nyali mereka seakan menciut..satu lawan 7 orang..4 berhasil di lumpuhkan dan sudah tewas kini hanya tinggal 3 orang.
"Masih ingin lanjut..?"
"Kau pikir kami akan menyerah..serangggg"
Mereka menyerang Gio bersamaan.. Gio menghindar..salah seorang dari mereka sudah berhasil Gio lumpuhkan..tinggal dua orang tersisa.. Gio menembak salah satu dari mereka..sekali tembakan seketika orang itu tewas.
"Sekarang giliran mu..kau mau jujur atau bernasib sama seperti rekanmu"
"Baik aku akan jujur.."
"Katakan siapa yang menyuruhmu..?"
"Seorang wanita bernama Carly..dia menyuruh kami untuk menghabisi wanita yang bersamamu"
"Bagus..kau hubungi dia dan ajak bertemu di tempat yang akan ku tentukan nanti..ingat jika kau masih ingin hidup maka turuti saja apa yang aku katakan.."
"Baik..baik aku mengerti"
Gio sudah meminta anak buahnya datang dan membereskan kekacauan tadi..dia juga menyuruh anak buahnya untuk menjalankan rencananya..dia menugaskan pada anak buahnya untuk mengawasi orang itu.
"Seperti nya kau kelelahan sayang..maafkan aku tidak bisa mengontrol diri ku"
Gio melajukan mobilnya menuju kediaman Rey..mereka sampai..Alana bangun ketika merasakan pipinya di usap-usap oleh Gio.
"Kita sudah sampai by..?"
"Iya..ayo turun"
"Hm"
Gio dan Alana turun dan masuk kedalam..di dalam semua keluarga tengah berkumpul menanti pengantin baru itu..mereka semua melihat kedua pasangan pengantin baru itu masuk.
"Hay everybody.." ucap Gio.
Laura bangkit dan menuju ke arah Gio beserta Alana..dia memeluk Gio kemudian berganti memeluk Alana..dia senang melihat anaknya bahagia.
"Oh boy kau itu main kabur saja..untung Daddy bilang kalian mau membuat cucu jika tidak sudah aku tabok paku payung mu" ucap Laura sedikit kesal dengan tingkah Gio yang tak sabaran.
"Astaga Mommy ku yang paling cantik.. Gio harus cepat memberikan cucu untumu agar kau tak kesepian "
"Siapa bilang mommy kesepian..kau tak lihat adik-adik mu itu selalu saja menempel pada mommy sampai-sampai Daddy mu kesal di buatnya"
"Hahaha biarkan saja..toh Daddy sudah tua..sudah harus banyak istirahat"
"Hey anak nakal bicara apa kau..tua begini juga masih kuat" sahut Rey
__ADS_1
"Kuat apa dad..jangan aneh-aneh"
"Terserah kau saja anak nakal"
"Sudah-sudah lebih baik kita masuk..kalian sudah sarapan belum..?"
"Belum mom..aku sangat lapar..istriku juga"
"Baiklah.. Alana ayo masuk nak..biarkan Gio dan Daddy bertengkar dulu"
"Iya mom"
"Mom jangan tinggalkan Gio..Daddy sih bikin ulah terus"
"Apa kau bilang.. Daddy..bukannya kau yang selalu mengusili Daddy huh"
"Terserah Daddy.. Gio laper mau makan huh"
Akhirnya perdebatan usai..memang jika Gio sudah bertemu dengan Rey maka akan ada perdebatan konyol yang terjadi di antara mereka..sudah menjadi hal biasa bagi anggota keluarga yang lain menyaksikan perdebatan konyol antara ayah dan anak itu.
Di meja makan....
"Gio.. Alana..apa kalian sudah memutuskan mau tinggal dimana..?" tanya Laura pada anak dan menantunya.
Alana merasa tak enak..dia sudah membahas mengenai ini tadi pagi dengan Gio..apakah mertuanya bisa menerima keputusan nya.
"Sudah mom..kami akan tinggal di rumah Nana..dia anak satu-satunya.. Gio nggak mungkin membawa Nana pergi dari rumah.."
"Baiklah.. keputusan bijak..mommy juga merasa lebih baik begitu toh di sini juga masih ada adik-adikmu yang selalu membuat suasana ramai"
"Iya mom.. Gio juga berfikir begitu..jadi mommy dan Daddy nggak keberatan kan kalau Gio dan Nana nggak tinggal di sini..?"
"Nggak sayang..kalian bebas memilih..mommy dan Daddy hanya bisa mendukung kalian saja"
"Thanks mom..dad.. you are the best"
Alana senang mendengar keputusan mertuanya..dia berjanji akan berkunjung dan menginap sesekali di rumah mertuanya bersama Gio.
Selesai dengan sarapannya.. Gio naik ke kamarnya sementara Alana di bawah bersama para ladies.. Gio membereskan barang-barangnya yang akan di bawa ke rumah mertuanya.
"Akhirnya aku akan meninggalkan kamar ini setelah bertahun-tahun ku tempati..huhh tidak apa-apa asalkan Nana bahagia..aku tak boleh egois..Nana tidak punya saudara dia hanya anak tunggal..tidak mungkin aku memaksanya untuk tetap tinggal di sini bersamaku..dimanapun asalkan bersamanya aku akan ikut"
Di saat Gio sedang mengepak barang-barang nya ponselnya berbunyi..dia tau pasti anak buahnya sudah berhasil membawa wanita tak tau diri itu.
"Katakan"
"Kami sudah berhasil menangkap wanita itu bos..apa yang harus kami lakukan padanya..?"
"Untuk orang itu kalian kirim ke ke luar negeri dan jangan biarkan dia kembali lagi ke sini dan untuk wanita itu bawa dia ke markas kematian aku akan bermain-main dengan nya setelah ini"
"Baik bos"
Gio tersenyum mendapat kabar bagus itu.. sebentar lagi wanita murahan itu akan merasakan siksaan nya..berani sekali wanita sepertinya hendak mencelakai Istri nya.
__ADS_1