PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 7 #S2_Mengertilah


__ADS_3

"Bagaimana dok apa bisa melakukan pengobatannya..?" tanya Gio dengan penasaran.


"Bisa tuan..tunggulah hingga kesehatan nona Alana membaik barulah kita bisa melakukan prosedur pengobatannya"ucap sang dokter menjelaskan.


"Baiklah dok.. terimakasih atas waktunya"


"Sama-sama tuan..nona.."


Gio dan Alana keluar dari ruangan dokter..Alana masih diam sama seperti saat pemeriksaan tadi..dia hanya diam..dia menjawab seperlunya saja sisanya diam.


"Kau marah..?"


"......"


"Sepertinya ada yang marah"


Alana menoleh kearah Gio tatapannya menyiratkan sesuatu..dia mengalihkan pandangannya dan memilih menuju parkiran.


"Huhh wanita memang susah sekali di mengerti..tidak Alana tidak Gia tidak Genie huhh semua sama..ketika sedang marah pasti hanya diam" gumam Gio mengikuti langkah Alana.


Mereka sampai di tempat parkir.. Gio membukakan pintu mobil untuk Alana dan memutar ke sisi lain..mereka sudah ada di dalam mobil dan masih diam tidak ada percakapan.


Gio membiarkan dulu Alana menuangkan segala kesalnya..dia tau bagaimana perasaan gadisnya.


"Kita mau kemana lagi Nana..?" tanya Gio memecah keheningan.


"Pulang" jawab Nana singkat.


"Masih marah..?"


"Nggak"


"Terus"


"Apa"


Gio menghentikan laju kendaraannya..dia menepi ke pinggir jalan..dia lepaskan sabuk pengaman nya kemudia secara tiba-tiba Gio memundurkan kursinya kebelakang.


Alana hanya menatap aneh kelakuan Gio mau apa lagi nih cowok satu..tidak tahu kah kalau saat ini hatinya tidak karuan.


"Mau apa..?" tanya Alana oenasa.


"Lepas sabuk pengaman mu"


"Why..?"

__ADS_1


"Lepas Nana"


Alana melepaskan sabuk pengaman nya dengan terpaksa..dia hanya membuang muka ke samping.


Gio tersenyum..dia tiba-tiba langsung menarik Alana dan duduk di pangkuan nya..Alana terkejut dengan gerakan Gio yang cepat..dia tak ada persiapan apapun.


"Akhhh..ka Gio" Alana berteriak karena terkejut tapi Gio tidak mendengarkan.


"Ssstt..diamlah"


"Ka lepaskan jangan begini"


"Kenapa..?"


"Ka..ka Gio please Nana nggak nyaman dengan posisi ini"


Gio semakin mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Alana.. hidung mereka sudah bersentuhan..Nana dapat merasakan helaan nafas dari Gio.


"Alana"


Alana hanya diam..dia masih tidak nyaman dengan posisi mereka..ingin sekali rasanya dia Jambak rambut Gio tapi dia tak Setega itu untuk menyakiti orang yang dia cintai.


"Ka Gio..Lepasmmmmpp"


Belum sempat Alana menyelesaikan kata-katanya bibir Gio tidak bisa untuk tidak menyentuh bibir lembut gadisnya.. Gio untuk pertama kalinya melepaskan masa keperjakaan bibirnya dengan Alana.


"Ka sudah" ucap Alana ketika dia berhasil mendorong tubuh Gio sedikit.


Gio tersadar dia menatap Alana lembut..tersirat perasaan terdalamnya..Alana juga menatap Gio dia melihat tatapan penuh cinta di mata Gio.


"Alana..kau tau kenapa aku melakukan ini..aku hanya ingin kau tetap tersenyum..aku tak mau senyuman indah itu hilang dari bibir ini..aku tidak peduli kau sakit atau apapun itu..aku hanya peduli dengan perasaan kita..aku sayang padamu bukan semata karena tubuhmu ini tapi karena hatimu..aku menyukai hatimu yang baik.. penyayang..dan juga lembut..aku tak peduli walaupun kelak kita tidak bisa memiliki anak aku tetap akan setia di samping mu..mungkin kau sudah tau aku sering memantaumu lewat anak buahku dengan diam-diam..aku tak tau sejak kapan aku mulai menyukaimu tapi yang perlu kau tau dari dulu hingga sekarang kau adalah wanita yang kudambakan untuk menemani sisa umurku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak..mengertilah Nana..kami sayang padamu..kami peduli padamu..kami mau kau tetap tersenyum dengan lepas tanpa beban ataupun rasa sakit yang membebani mu..jika kau sayang pada kami tolong turutilah dan lakukan pengobatan nya bukan untumu tapi untuk orangtuamu...kau tak mau kan melihat mereka sedih..?"


Alana seakan terkena pukulan keras di dadanya..dia seakan sadar selama ini sikapnya telah membuat orang di sekitarnya menjadi sedih..dia tidak memikirkan orang-orang yang menyayanginya..dia hanya berfikir macam-macam yang belum tentu kebenarannya.


"Maaf" cicit Alana lirih sambil menundukkan wajahnya.


"Jangan minta maaf..berjuang dan berusahalah untuk tetap bertahan..kau sayang orangtuamu dan mereka juga sayang padamu..aku pun begitu Nana..aku menyayangimu"


Sesaat Alana memandang wajah teduh pria di hadapannya..dia tersentuh oleh kata-kata nya..dia sadar dengan perbuatannya dan sikapnya selama ini..dia harus bisa bertahan demi orang-orang yang menyayanginya.


"Aku mau berobat..aku mau sembuh ka"


"Maka aku dengan emang hati akan mendukung dan membantu mu"


"Terimakasih ka sudah menyadarkan ku"

__ADS_1


"Itu sudah menjadi tugasku sebagai calon suamimu..kau mengerti..?"


Wajah Alana bersemu merah..dia malu dan gerogi.. Gio memang bersikap tegas dan dingin pada orang lain selain kelurganya.


Skip........


"Bersiaplah besok akan ada pertunjukan besar sayang"


"Apa itu..kau membuatku penasaran"


"Tenang sayang..besok hanya pembukaan saja..rencana kita akan semakin mudah jika besok pertunjukan besar itu sukses"


"Aku tidak sabar melihat kehancuran mereka"


"Tenang sayang..kau dan aku akan menjadi pemenangnya"


"Itu harus"


Mereka yaitu Remon dan Avril tengah merencanakan sesuatu terhadap targetnya..mereka sudah memantau pergerakan dari target nya..hanya menunggu waktu yang pas untuk membuat pertunjukan itu lancar.


"Hallo mom..kau sedang apa..?"


"Mommy sedang duduk sayang..kau Bagaimana di sana apa sudah menjalankan rencananya..?"


"Besok akan ada pertunjukan besar mom..mommy tunggu kabar dariku saja"


"Kau memang bisa di andalkan Avril..mommy bangga padamu"


"Thanks mom..mommy tenang saja Daddy pasti akan segera tenang di sana jika dendam dan penderitaan nya terbalaskan"


"Mommy percaya padamu Avril..jangan kecewakan mommy"


"Never mom..Avril akane membalaskan perbuatan mereka terhadap Daddy..Avril juga mendapatkan rekan balas dendam mom"


"Rekan..siapa nak..?"


"Dia Remon mom..anak dari seorang pengusaha yang terbunuh karena sesuatu..Avril juga tak tau pasti masalah mereka tapi yang Avril lihat Remon sanagat membenci tunangan dari target kita mom"


"Tunangan..apa gadis itu sudah memiliki tunangan..kurang ajar..mommy tidak rela dia mendapatkan kebahagiaan di atas penderitaan orang lain"


"Calm down mom..Avril sudah sepakat untuk membalas perbuatan mereka bersama-sama..mommy bisa tenang sekarang ya"


"Terimakasih sayang..mommy sangat beruntung bisa memiliki anak berbakti seperti mu"


Obrolan mereka sudahi Avril kembali duduk dan membuka ponselnya dan melihat foto seorang laki-laki yang jika masih hidup sekarang pasti sudah tidak lagi muda.

__ADS_1


"Dad Avril akan membalaskan kematian Daddy..Daddy tenang saja Avril akan membuat mereka lebih menderita dari Daddy..Avril janji dad"


__ADS_2