
Rey sampai di rumah sakit..di loby sudah ada beberapa dokter juga suster yang tadi sempat Rey hubungi sewaktu di jalan..Rey mengangkat tubuh Laura dan membaringkan by di brankar pasien kemudian segera mereka membawa Laura menuju ruang operasi.
Rey menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan kacau dan cemas..dia terus berdoa semoga istri nya baik-baik saja..dia tidak mau Laura kenapa-kenapa dia tidak ingin Laura meninggalkan nya sendirian.
"Baby kau harus bertahan sayang demi anak-anak juga baby..kumohon tuhan selamatkanlah istriku aku mohon..hiks..aku tak bisa hidup tanpanya.. selamatkan dia Tuhan..jika bisa gantikan tempatnya dengan ku..aku rela asalkan istriku selamat tuhan hiks.."
*
*
Di markas kematian Sarah sudah berada di ruang tahanan..dia tidak dalam kondisi baik-baik saja..seluruh tubuhnya penuh lebam membiru juga penuh sayatan-sayatan kecil dari para anak buah Rey..tak berapa lama kemudian datanglah Jeremy yang juga dengan kondisi mengenaskan..kakinya patah sebelah..tangannya hilang satu..serta kepalanya sudah botak tak ada rambut sehelai pun.
"Jadi ini yang membuat nyonya muda masuk rumah sakit..?" tanya salah satu anak buah Rey yang terlihat marah.
"Ya kau benar.."
"Bolehkah aku menghajar dia..aku sangat geram dengannya"
"Boleh tapi jangan sampai mati karena tuan Rey sendiri yang akan menghabisi mereka berdua"
"Baiklah..aku akan memberikan mu pelajaran kecil agar kau tidak berbuat seenaknya sendiri terhadap orang baik bedebah"
Anak buah Rey menghajar Jeremy hingga tak berkutik lagi tapi tidak mati..dia masih ingat pesan temannya bahwa tuannya sendiri yang akan menghabisi nyawa dua bedebah itu.
"Jika di kehidupan mu selanjutnya kau berbuat seperti itu lagi maka aku akan hadir lagi sebagai malaikat maut mu bedebah"
Anak buah Rey pergi setelah mengunci pintu tahanan itu..sarah dan Jeremy tidak bisa kabur karena di luar tepatnya di hadapan ruang tahanan nya adalah singgasana Leon..Leon berjaga sebagai sekuriti sekaligus malaikat maut jika dua tahanan tuannya berani kabur.
Deril datang ke markas kematian bersama Erick..mereka sempat pulang ke kediaman Rey dulu karena mengantar Gia yang tertidur karena kelelahan menangis.
"Bagaimana para bedebah itu..?" tanya Erick oada para anak buah Rey.
"Mereka aman bos.."
"Bagus..jangan biarkan mereka mati dulu karena belum saatnya..tunggu hingga nyonya muda sembuh baru kematian akan bos berikan pada keduanya"
"Baik bos"
"Baiklah..aku ingin melihat mereka sebenar"
Erick dan Deril sampai di tempat Sarah dan Jeremy..di sana Leon tengh duduk santai di depan pintu ruang tahanan Sarah dan Jeremy.
__ADS_1
"Good job boy.."
Erick mengelus kepala Leon sebagai tanda terimakasih..Leon menyukai usapan Erick..dia nyaman dan mendekatkan kepalanya oada kaki Erick.. sementara Deril dia masih tak percaya ada hewan buas di markas bosnya..dia tentu saja takut..dia bersembunyi di balik tubuh kekar anak buah Rey..dia memeluk nya erat dan tak melepaskan sedikitpun..takut jika tiba-tiba dia di terkam.
Tenang aja Deril Leon pilih-pilih makanan kokπ.
"Ka Erick apa dia memakan daging..?" tunjuk Deril pada Leon yang tengh menatapnya.
Erick terkekeh melihat tingkah Deril..dia tau pasti bocah itu takut di terkam oleh Leon.
"Kau tenang saja..Leon hanya memakan para bedebah saja..dia tak suka daging orang baik seperti mu "
Deril tetap tak melepaskan pelukan pada anak buah Rey..bodo amat mau di bilang gay atau apalah itu yang penting dia aman.
Skip.........
Di rumah Rey keluarganya saat ini tengh kalang kabut karena belum ada kabar dari Rey mengenai Laura.. terakhir kabar yang Dady Wil dengar Laura sudah berada di ruang operasi..dan sekarang belum ada kabar lagi.
"Jo sebaiknya kita ke rumah sakit saja.."
"Kau benar Wil..aku juga tidak tenang"
"Dad momy ikut". mama Rey menimpali.
"Kan ada suster dad..please dad"
"Huh..telfon Nila suruh ke sini dan menginap.. setidaknya ada orang kita yang menjaga anak-anak"
"Baiklah dad"
Mama Rey menelfon Nila dan menyuruhnya menginap di rumah Rey..Nila mau dan segera menuju kediaman Rey beserta suster Via juga pastinya.
Setelah Nila sampai mereka berpamitan oada Nila menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Laura..Nila menganggk paham dan mempersilahkan.
"Hati-hati mom dad"
"Iya syang kau juga ya..maaf kami merepotkan"
"Tidak apa mom.."
"Baiklah mom pergi ya sayang"
__ADS_1
"Iya mom.. hati-hati"
Keempat para Oma dan Opa menuju rumah sakit dimana Laura di rawat saat ini..sepanjang jalan mereka tak henti-hentinya berdoa agar tidak terjadi apapun pada Laura dan juga Rey.
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit..mereka menuju ruang operasi..di sana Rey tengh duduk lesu serta kepalanya tertunduk menatap lantai rumah sakit dan di sela-sela matanya mengalir air mata kesedihan yang tak mau berhenti.
"Rey..!!" panggil mama Rey yang melihat putranya begitu menyedihkan.
Rey mendongak menatap asal suara..Rey bangkit dan memeluk mamanya..dia menangis sesenggukan di pelukan mamanya.
"Mom.. Laura mom..hiks..Rey..Rey..tidak..bergu..na..mom..huhuhu"
Mama Rey,mama Laura beserta para Dady merasa teriris hatinya melihat anak yang biasanya kuat kini terpuruk tak berdaya menantikan kabar sang istri yang tengh berjuang untuk tetap bersama dengan mereka.
"Sudah nak..ini bukan kesalahan mu..ini takdir.. berdoalah agar Laura tidak apa-apa..jangan seperti ini" ucap mama Laura yang gantian memeluk Rey.
"Maafin Rey mom hiks..Rey nggak berguna..hiks..Rey..Rey..bodoh..hiks"
"Sudah tidak usah menyalahkan diri sendiri..kau harus kuat demi Laura dan anak-anak"
"Ya mom..Rey harus kuat hiks.."
Tak berapa lama pintu ruang operasi terbuka..dokter keluar dengan wajah lesu..dokter takut dan harap-harap cemas menyampaikan kabar ini pada keluarga Wilson.
Rey mwluhat dokter keluar dan langsung menghampirinya kemudian menanyakan tentang keadaan Laura.
"Bagaimana dok apa operasinya lancar..lalu bagaimana keadaan nya dok..jawab dok jangan diam saja" hardik Rey yang emosi karena sang dokter hanya diam.
"Maaf tuan kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lwbih sayang pada nyonya..maafkan kami"
Jeduar......
Rey langsung masuk dan melihat istrinya pucat..alat bantu pun tidak ada lagi..tubuh Laura sudah di tutup dengan kain putih..Rey tak percaya dengan perkataan dokter bodoh itu..dia mendekati Laura dan membuka penutup wajah Laura.
"B..baby..K..ka..kau..kau bercanda kan..jangan soerti ini sayang..bangunlah..sudah cukup bermainnya.. anak-anak mencarimu sayang..bangunlah hiks..Laura sayang..bangun sayang..kau tak mungkin meninggalkanku sendiri kan hm..jangan tinggalkan aku Laura..jangan pergi sayang..ku mohon"
Rey terus berusaha membangunkan Laura..dia tak terima ..dia mengira Laura sedang mengerjainya..dia yakin sebenar lagi Laura akan bangun.
Para orangtua menatap Rey yang menyedihkan seperti itu ikut menangis..mama rwy dan mama Laura bahkan histeris dan jatuh pingsan seketika.
"Sayang bangunlah jika kau masih mencintai ku..buktikan bahwa kau kuat..kau akan merawat anak-anak dengan tanganmu sendiri..kau ingin membesarkan anak-anak sendiri kan..maka bangunlah sayang..aku mencintaimu Laura..jangan tinggalkan aku syaang huhuhu.."
__ADS_1
"Aku menyayangimu selalu walau kita sudah berbeda dunia..aku mencintaimu Laura "
Tut...Tut...Tut.....