PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 17 #S2_Rencana Amelly


__ADS_3

Amelly sudah berada di sebuah penginapan yang tak terlalu besar..dia harus menghemat uang yang ada..dia belum berhasil menghubungi Avril sampai sekarang.


Amelly benar-benar tidak tau kemana anak bodoh itu pergi..dia hanya berharap semoga Avril sedang mengatur siasat untuk membalaskan dendam nya.


"Huhh kemana anak bodoh itu pergi..jangan sampai dia tertangkap duluan oleh orang suruhan Samuel dan yang lainnya..jika iya bisa gawat urusannya"


Amelly menghubungi seseorang yang dapat dia andalkan..dia masih menyimpan nomor nya dulu dia pernah menolong nya saat orang itu membutuhkan biaya pengobatan untuk anaknya..Sekarang sudah saatnya dia menagih hutang balas Budi pada orang itu.


Amelly mencoba menghubungi orang itu tapi gagal..dia terus mencoba hingga pada akhirnya telefon itu terhubung.


"Hallo siapa ini..?" jawab orang di sana.


"Ini aku Amelly" ucap Amelly.


"Amelly.. istri tuan Justin..?"


"Ya.. bagaimana kabarmu Aldrick..?"


"A..aku baik-baik saja..ada apa kau menghubungi ku..?"


"Oh aku hanya mau menagih hutang balas budimu saja Aldrick.."


"Huhh..katakan apa maumu..?"


Obrolan mereka terus berlanjut.. Amelly mengatakan keinginan nya pada Aldrick.. Aldrick sempat mengumpat karena keinginan Amelly sangat lah tidak mungkin dia turuti..bisa habis dia di babat orang itu.


"Kau gila Amelly..kau tau siapa yang ingin kau lawan..?"


"Aku tau..kau tentu tidak lupa bukan bantuanku dulu..jika tidak ada aku maka anakmu sudah mati Aldrick..jadi bagaimana Aldrick..?"


Aldrick tampak tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Amelly..dia tak akan mungkin lupa pertolongan Amelly dan Justin padanya di masa dulu.


"Huhhh baiklah.. katakan apa yang harus aku lakukan..?"


"Hahahaha..kau memang pria yang tau balas Budi..aku punya rencana dan kau harus mengikuti rencana ku"


"Katakan..aku sudah tidak punya banyak waktu lagi"


"Rencananya adalah........"


Skip>>>>>>>>>>


Gio saat ini sedang berada di cafe bersama Alana..dia sudah lama tidak berkencan dengan Alana..selama beberapa hari terakhir Gio begitu sibuk dengan urusan nya..Alana tidak masalah dia tau apa yang Gio lakukan beberapa hari ini.


"Ka Gio bagaimana dengan wanita yang memukul mommyku..?"


"Kenapa kau bertanya begitu..kau mau aku melepaskan nya..?"


"No...bukan..bukan seperti itu"


"So"

__ADS_1


"Nana hanya mau dia mengalami penderitaan yang lebih daripada yang dia lakukan pada mommy dan aunty.. Nana ingin memukul nya dengan tangan Nana sendiri..apa..apa boleh Nana ikut ke tempat penyiksaan nya ka..?"


Gio tampak masih diam..dia tak banyak bicara..dia tengah memikirkan baik dan buruk nya..dia tak mau ambil resiko sekecil apapun.


"Tidak"


"Ka Gio please..Nana mohon hm.. ya"


"No"


"Ka..please"


"Nana..itu bukan tempat yang bisa kau kunjungi semaumu..lagipula jika Daddy dan mommymu tau aku akan habis di hajar Daddy mu kau mau aku babak belur hm..?"


Nana diam..dia memikirkan kembali permintaannya..benar juga kata ka Gio bisa marah besar Daddy nya jika terjadi sesuatu padanya.


Nana akhirnya mengalah dan tak mau memaksa lagi..dia sudah cukup sadar dengan kelakuan nya..toh dia juga masih dalam masa pengobatan agar jantungnya semakin kuat.


"Baiklah Nana tidak jadi ikut..maaf"


"Sudah tidak apa-apa"


Nana mendongak ketika merasakan tangannya di genggam oleh Gio..dia senang walaupun Gio terlihat dingin tapi sebenarnya dia sangat lembut jika bersama orang-orang yang dia sayangi.


"Kapan kita menikah ka..?"


"Sebentar lagi..kau seperti nya sudah tidak sabar ya..?"


"Oh my..kau ini..lihat saja ketika sudah tiba waktunya akan ku buat kau menjerit sayang"


"Hahaha.. baiklah..aku tunggu tuan Gio"


"Kau ini..huhh akan ku percepat waktunya"


Alana hanya bisa tertawa ketika sudah puas menggoda Gio..dia suka melihat wajah tersiksa Gio..ada sensasi tersendiri bagi nya.


Gio mengantar Alana pulang..dia akan menghabisi Avril hari ini..dia tak mau menunggu lebih lama lagi..masih ada banyak musuh di luar sana..tentunya masih ada ibunya Avril yang belum tertangkap..dia masih memantau pergerakan ibunya Avril.


"Kaka pulang dulu ya..kau jangan kemana-mana mengerti..?"


"Iya ka.. hati-hati"


"Kau tak mau memberikan hadiah..?"


"Hah..hadiah..Kaka kan ulang tahunnya masih lama"


"Huhhh..kemarilah"


Nana mendekat ke arah Gio..dia masih di dalam mobil Gio..Alana semakin mendekat dan cup.. Gio mencium Alana lembut.


Ciuman itu masih berlanjut hingga Alana hampir kehabisan nafas barulah Gio melepaskan ciuman itu.

__ADS_1


"Bernafas lah..kau payah"


"Ishhh berapa kali ka Gio mencium wanita..?"


"Kenapa..cemburu hm..?"


"Ishhh jawab saja kenapa sih"


"Baiklah.. baiklah..baru sekali dan itu bersamamu"


Alana hanya menggeleng kan kepalanya..dia tak percaya laki-laki seperti Gio baru oertama kali mencium wanita..dia semakin penasaran dengan kehidupan Gio selama dia di luar negeri.


"Jangan bercanda ka Gio..jujur lebih baik daripada Nana tau dari orang lain"


"Astaga apa aku ada tampang playboy..?"


"Iya.. tampangmu itu seperti pria Casanova yang suka Gonta ganti wanita"


"Hey dengar ya..walau tampang ku begini tapi aku tak pernah bermain wanita..aku di didik oleh orang tuaku dengan sangat baik..kau tau kenapa aku tak suka bermain wanita seperti kebanyakan laki-laki..?"


Alana menggeleng cepat..dia memang masih tak percaya dengan perkataan Gio.


"Karena aku lahir dari seorang wanita Nana..mommy selalu bilang padaku bahwa aku harus menyayangi dan menghargai wanita karena aku terlahir dari seorang wanita dan aku memiliki dua adik wanita juga..maka dari itu aku tak mau bermain-main di luaran sana aku takut akan berimbas pada keluarga ku nantinya..kau paham sekarang..?"


Alana hanya manggut-manggut..dia mengerti dan percaya sekarang..dia beruntung mendapatkan Gio yang sangat menghargai wanita..dia juga beruntung menjadi wanitanya Gio.


"Maafkan Nana ka..Nana sempet meragukan kejujuran Kaka..Nana hanya takut suatu saat ketika kita sudah bersama tiba-tiba datang masa lalu Kaka dan membuat hubungan kita retak..Nana nggak mau itu terjadi makanya Nana bertanya begitu..maaf Nana salah ka"


Tanpa Gio duga Alana menciumnya lebih dulu..dia duduk di pangkuan Gio..dia melingkarkan tangannya pada leher Gio.. Gio awalnya terkejut tapi seketika dia tersenyum senang melihat Alana sudah terbuka padanya.


Mereka berciuman dengan lebih dalam lagi..tangan Gio tak mau diam..tangannya mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Nana..Nana seakan terbuai dengan perlakuan lembut Gio dia melayang.


Nana sadar ini salah..bukan waktunya..dia segera mendorong pelan tubuh Gi..dia tak mau menyerahkan diri sebelum waktunya.


"Ka..ka Gio.. cukup emhhh"


Gio sadar..dia menarik tangannya dan bibirnya yang sudah menyentuh squisy kenyal nya Alana..mereka mengatur nafasnya masing-masing..hampir saja..hampir saja meng unboxing yang belum seharusnya di unboxing.


"Maaf aku terlalu terbawa suasana"


"Tidak apa-apa..Nana juga salah "


"Baiklah..masuklah sebelum aku benar-benar memakanmu"


"I..iya.. Nana..ma..masuk dulu"


Gio tertawa melihat wajah pias Alana..dia suka menggoda Alana.. Gio menatap kepergian Alana hingga Alana masuk kedalam rumahnya.


"Sial hampir saja..bodoh..huhh"


Gio meninggalkan rumah Alana dan menuju markas kematian..dia akan mengakhiri Avril hari itu juga.

__ADS_1


__ADS_2