
Hari terus berganti..hari ini adalah hari dimana Keluarga Wilson beserta mama dan papa Laura juga Erick dan Nila akan kembali ke negara X.. sudah terlalu lama mereka meninggalkan rumah kini saatnya mereka memulai awal yang baru dan melupakan semua rasa sakit yang pernah mereka lalui dulu.
"Apa kau sudah siap baby..?"
"Iya by..Laura siap"
"Tenang saja..lupakan semua kenangan buruk.. fokuslah pada masa depan ok"
"Hm..iya by.. terimakasih"
"Sama-sama sayang"
Rey beserta keluarga yang lain sudah di bandara pribadi..mereka naik jet pribadi keluarga Wilson..mereka tak ingin mengantri bahkan berdesakan dengan penumpang lainnya.
Setelah mengudara beberapa jam kini mereka semua sudah sampai di negara X..Laura seakan berusaha untuk tenang..dia tak ingin mengingat kembali tentang apa yang dulu dia alami di negara ini.
"Ayo baby..biar aku bawa Gia saja.. Gio sama momy.. Gian sama momy Mariana..kamu gak usah capek-capek ya.."
"Iya hubby.. terimakasih"
"Ya udah ayo kita kembali ke rumah..kau siap..?"
"Huhh..ya Laura siap by"
"Good girl.. let's go"
Tak berapa lama mereka sampai di mansion utama keluarga Wilson..Rey beserta oara Kanjeng-kanjeng Mommy membaringkan para bocil di kamar khusus yang sudah mereka siapkan saat kehamilan Laura yang pertama dulu.
Selesai dengan oara bocil kini Rey mengajak Laura ke kamarnya rasanya seperti bertahun-tahun lamanya mereka tak melihat kamar mereka.
"Baby kau tak apa kan..?"
"Hanya sedikit sedih by" jawab Laura sambil berusaha tersenyum.
Rey tau Istri nya itu pasti tengah teringat akan anak pertama mereka dulu..walau bagaimanapun juga mereka sangat menantikan kehadiran nya tapi takdir berkata lain mereka belum pantas mendapat kesempatan emas itu jadi akhirnya tuhan mengambilnya lagi.
"Sudah baby jika kau seperti ini terus lalu bagaimana dia akan tenang di sana hm..aku juga sedih sayang tapi kita tidak bisa terus terpuruk akan masa lalu kan..aku tidak menyuruhmu untuk melupakannya tapi tolong jangan buat dia sedih dengan melihatmu seperti ini..ini bukan kesalahan mu ini takdir yang maha kuasa..kau harus mengikhlaskan kepergian nya ingat ada adik-adiknya yang sangat membutuhkan perhatian mu baby..jangan sampai kau terpuruk dan malah melupakan kehadiran anak-anak"
__ADS_1
Laura seakan sadar bahwa dia tidak boleh terus terpuruk akan kenangan pahitnya..dia masih punya tiga anak yang masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang darinya..benar kata suaminya takdir mereka belum bisa memilikinya dulu.
"Maaf by..Laura salah..Laura nggak mau kaya gini tapi apalah daya Laura selalu teringat akan kejadian tempo dulu..maafkan Laura by"
"Sudah sayang..ini bukan kesalahan kita..ini takdir yang kuasa..kita hanya bisa menjalaninya saja"
"Iya by.. terimakasih sudah mengingatkan Laura"
"Sudah jadi kewajiban ku sayang..kita sudah resmi menjadi suami istri sudah dan senang harus sama-sama kita jalani..didalam sebuah rumah tangga akan selalu ada badai dan cobaan yang datang silih berganti..kita harus sanggup dan mampu melewatinya.."
"Iya by..sekali lagi terimakasih"
"It's ok baby"
Skip..........
Erick dan Nila sudah berada di kamarnya..mereka lelah ingin istirahat..perjalanan panjang sudah mereka lewati dan sekarang tubuh mereka seakan-akan melunak tidak bertulang.
"Sayang kau istirahat lah..Via sudah tidur kan..?" tanya Erick ketika melihat sang istri sudah terlihat kelelahan.
"Iya yank..kau juga..ayo"
Erick dan Nila memutuskan untuk beristirahat sejenak meluruskan saraf tubuh mereka yang kaku.
Para Kanjeng-kanjeng Mommy dan Kanjeng-kanjeng Dady juga beristirahat..mereka lelah di tambah faktor U yang semakin tidak bisa di pungkiri lagi.. benar-benar mereka sudah kakaek nenek ternyata.
"Jeng istirahat dulu ya..aku benar-benar tidak bisa duduk berlama-lama rasanya otot kaku semua"
"Sama jeng aku juga begitu..maklum faktor U jeng"
"Hey kalian itu sudah tidak muda lagi jadi wajar jika sering encok dan pegal-pegal" sahut Dady Wil menimpali percakapan dua Oma itu.
"Kau benar Wil..kau juga sudah tua kan..jadi kita semua sudah tua..lihatlah cucu saja sudah 4 benar-benar tidak bisa di pungkiri jika kita sudah tua kan" timpal Dady Jo.
Mereka semua tertawa..setelah itu mereka beristirahat di kamar masing-masing..para pelayan sudah menyiapkan makanan tapi mereka belum lapar mungkin kelelahan jadi rasanya tidak berselera.
Malam harinya semua keluarga berkumpul di meja makan..mereka makan malam bersama..rasanya begitu hangat dan nyaman..tidak ada yang mengira akan kebersamaan mereka saat ini.
__ADS_1
"Baby makanlah dulu.. anak-anak dengan oara susternya.
"Iya by..kau juga"
"Sure baby"
Nila dan Erick juga tak kalah romantisnya..mereka bahkan suap-menyuap maknan masing-masing dan membuat orang yang ada di meja makan muak melihat kebucinan dan kelebayan Erick.
"Bisakah kalian di kamar saja jika masih ingin beromantis ria" ucap Rey yang malas menatap kemesraan adik angkatnya.
"Kau kenapa ka..apa kau iri dengan kami..?"
"What..apa kau bilang..iri..oh tidak..aku bahkan bisa lebih romantis dari kalian huh"
"Halah bilang saja iri.."
Rey semakin di ledek..dia juga melakukan hak serupa namun malah di lempari centong nasi oleh Kanjeng momy.
"Rey sudah momy geli melihat tingkahmu itu.." ucap mama Rey yang seakan geli melihat tingkah Rey.
"Apa sih mom..sakit tau..ini centong nasi beli di Korea loh nanti rusak gimana.."
"Bodo amat mau beli di mana kek..momy geli liat kelakuan mu kaya bocah TK aja.."
"Ishhh tau ah..momy rese"
Dan suasana di meja makan seketika menjadi riuh karena tawa dari para penghuni kursi di sana..Rey bahagia dengan melihat tawa lepas mereka semua..rasanya seperti mimpi tapi ini nyata benar-benar tidak terkira kebahagiaan yang datang pada mereka.
Selesai dengan acara makan-makan nya..kini para Kanjeng-kanjeng Mommy dan Kanjeng-kanjeng Dady menyita para bocil untuk di ajak main..Rey dan Erick hanya bisa pasrah melihat itu..tidak apa yang penting mereka bahagia.
"Apa yang harus kita lakukan.. bocil sudah di culik para Oma dan Opa" ucap Erick yang bingung mau melakukan apa.
"Hmm..kita ke taman belakang saja bagaimana..ajak para istri juga"
"Ide bagus..ayok"
Rey mengajak Laura ke taman belakang untuk sekedar berkumpul dan bercengkrama dengan yang lainnya.. begitupun dengan Erick yang juga mengajak sang istri.
__ADS_1
Mereka sudah berkumpul di taman belakang..tamannya indah banyak sekali bunga cantik yang terawat di taman ini..Rey dan Erick membuatkan cokelat hangat untuk mereka ..dan keemoat orang tua itu berkumpul saling bertukar informasi mengenai perkembangan dan cara mengurus anak dan sebagai nya.