
Setelah kejadian di taman mereka tidak jadi ke bioskop karena mood the bumil's tiba-tiba anjlok alhasil mereka semua pulang.
"Baby kau marah..?" tanya Rey dengan hati-hati.
"Tidak" jawab Laura sekenanya.
Rey semakin merapatkan diri pada Laura..dia mendekap tubuh Laura dengan lembut menyandarkan kepalanya di bahu Laura dan mencari ketenangan di sana.
"Maaf"
"..........."
"Maafkan aku..aku tak bermaksud membohongi mu..aku hanya tak ingin kau menjadi kepikiran karenanya saja sungguh..aku pikir dengan mengatasi sendiri semuanya akan baik-baik saja tapi pikiranku salah..maafkan aku baby hm..?" Rey benar-benar menyesal karena tidak memberitahukan masalah ini pada bumilnya.
"Ya..Laura ingin sendiri" ucap Laura masih dingin.
"Baby..please jangan seperti ini..aku tidak bisa melihat kau seperti ini..marahlah aku lebih suka melihat kau marah sayang"
"Laura ingin sendiri" Laura benar-benar pergi dan meninggalkan Rey sendirian menuju kamar si kembar.
Laura masih butuh waktu untuk menerima nya dia merasa jadi istri tak berguna..dia seperti merasa hanya menjadi orang lain ketika suami sendiri menyembunyikan sesuatu dan ini menyangkut perempuan lain.
"Hiks..Laura kecewa sama hubby..hiks hubby anggap Laura apa..apa dengan menyembunyikan masalah bisa menyelesaikan masalah lain hiks..hiks..".
Laura memilih tidur terpisah dari Rey..dia mengunci kamar si kembar dia tak ingin di ganggu dulu..Laura juga sudah bilang pada kanjeng-kanjeng momy agar tidak masuk kamar si kembar dulu.
Mama Rey merasa ada sesuatu yang terjadi pada Laura karena sebelumnya Laura masih baik-baik saja tapi ketika pulang dari taman dia jadi pendiam..apalagi yang anak nakal itu lakukan huh.
"Jeng kamu merasa Laura aneh tidak sih..?" tanya mama Rey oada mama Laura.
"Iya jeng tapi sudahlah biarkan dulu nanti jika sudah lebih baikan baru kita tanyakan.." saran mama Laura pada mama Rey.
"Baiklah semoga tidak ada apa-apa "
"Amin"
Mama Rey dan mama Laura kembali ke kamar masing-masing.. sebenarnya mereka merindukan si kembar tapi karena Laura ingin menghabiskan banyak waktu lebih dengan si kembar maka mereka biarkan saja.
*
__ADS_1
*
Sementara itu di rumah Erick juga seperti di kediaman Rey..Anika mendiamkan Erick sejak pulang dari taman..dia benar-benar kecewa pada suaminya..kenapa ada masalah seperti ini dan mneyangkut akan dirinya tapi tidak ada yang memberitahukan kepada nya.. benar-benar kecewa.
"Sayang maafkan aku..aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu sayang..aku hanya tidak ingin kehamilanmu terganggu karena masalah sepele seperti ini.."
Nila membalikkan badannya dan menatap lekat Erick.. bagaimana bisa dia mengatakan ini adalah masalah sepele.. jelas-jelas ini adalah masalah menyangkut keutuhan rumah tangga benar-benar suaminya itu bagaimana sih cara berfikir nya.
"Kau anggap masalah ini hanya masalah sepele..?".
"B..bukan sayang..bukan seperti itu maksud nya..aku .aku..hanya....-".
"Cukup..Nila tau siapa diri Nila..kamu memang tidak pernah menganggap Nila penting maaf Nila tidak sadar diri lebih cepat".
Nila bangkit dan menuju kamar kemudian menguncinya dari dalam..dia benar-benar kecewa dengan sikap suaminya.. sebenarnya Erick menganggap Nila sebagai apa sih.
Erick kelabakan..mulutnya ini benar-benar tidak tau aturan.. bisa-bisanya dia mengatakan ini adalah masalah sepele.. aishhh bodoh kau Rick.
"Sayang..buka pintunya yank..sayang ku mohon..maafkan aku..aku tidak bermaksud begitu yank..sayang".
Erick begitu frustasi seharusnya dia lebih terbuka pada istrinya..ini juga menyangkut Nila tapi dengan bodohnya dia malah menyembunyikan nya dari Nila..haishh bagaimana ini.
Erick menghubungi Rey untuk minta satan tapi Rey juga sama kalutnya..benar- mereka sudah membuat the bumil's marah dan kecewa.
Rey dan Erick memutuskan untuk menuju ruangan eksekusi tempat dimana Sassy di gilir habis-habisan.
Mereka berdua sampai di tempat itu..mereka keluar dari mobil masing-masing dan berjalan masuk kedalam ruangan itu..Rey dan Erick dapat melihat dengan jelas tubuh Sassy sudah benar-benar di penuhi dengan tanda merah.
"Pakaikan dia pakaian aku tidak Sudi lihat tubuh busuknya" perintah Rey dingin dengan raut wajah garang.
"Baik bos"
Mereka memakaikan Sassy pakaian..setelah selesai mereka membiarkan Sassy terlepas begitu saja toh dia juga ada di dalam sel dan tak mungkin bisa berbuat apa-apa pada bosnya.
"Kami sudah selesai bos"
"Ya.."
Rey duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh anak buahnya..begitu juga dengan Erick..dia begitu ingin menghabisi perempuan plastik itu.
__ADS_1
"Ka aku tak sabar ingin segera mengahabisinya.." ucap Erick pada Rey.
"Sabar..ada masanya kau akan mendapatkan apa yang kau mau..sekarang kita dengarkan penjelasan dari nya dulu".
Rey menatap tajam pada Sassy yang saat ini tengh meringkuk kesakitan akibat gempuran tiada henti keempat anak buah Rey.
"Jelaskan maksudmu" titah Rey dengan suara dinginnya.
Sassy melihat Rey dan Erick begitu murka..dia tak bisa berbuat apapun lagi..kalah..ya hanya satu kata itu saja yang dapat menggambarkan keadaan saat ini.
"Maafkan aku..aku tidak bermaksud begitu..aku hanya iri saja dengan Nila yang begitu beruntung bisa menjadi istri dari orang kaya seperti kalian..dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan sementara aku..aku harus rela menjual tubuhku demi hidup mewah..aku benar-benar tidak bisa menerima ini..aku ingin membuktikan padanya bahwa aku lebih layak darioada dia..dia hanya yatim piatu yang miskin tapi kenapa kalian begitu meninggikannya.. apa kurangnya aku di bandingkan wanita sialan itu hah..aku melakukan apaoun demi mendapatkan slaah satu dari kalian tapi nyatanya aku berakhir di tangan para anak buah kalian hahaha sungguh aku tak menyangka akan menjadi seperti ini"
Erick dan Rey mendengarkan Sassy mengeluarkan isi hatinya..mereka memasang wajah datar non ekspresi..bodo amat dia mau ngoceh apa kita mana peduli.
"Sudah ngocehnya..?" tanya Erick.
"Pengawal bawa perempuan plastik ini ke kandang Leon..Leon pasti suka " titah Rey pada anak buahnya.
Mereka langsung menyeret Sassy dan menuju kandang Leon..Sassy berteriak minta di lepaskan dan minta ampun tapi Erick dan Rey seakan menulikan pendengaran mereka.
"Lepaskan aku sialannnnn..arghhhhhh..lepas...aku tidak mau arghhhhh"
"Brengsek kalian..aaaarhhhhhhh..jangan..jangan..."
Dan akhirnya si Leon bahagia dengan perutnya yang terisi penuh oleh tubuh Sassy.
Selamat Leon.. bagi-bagi yaπ.
"Sudah kita lebih baik pulang dan membujuk the bumil's..aku tak mau jatah si Jono di hapuskan dari jadwal semula" ucap Rey.
"Kau benar ka..aku juga tak ingin jatah si Jojon di hapuskan"
Mereka berdua menuju rumah masing-masing..Rey sampai di rumah dan bergegas menuju kamar si kembar..dia mencari kunci cadangan yang biasa dia simpan di laci meja kerjanya.
Rey berhasil membuka pintu kamar si kembar dan melihat istrinya tengh tidur dengan pulas juga si kembar yang tidur di boxnya yang ada di sebelah ranjang.
"Maafkan aku baby..aku bersalah.."
Cup........
__ADS_1
Rey mencium kening istrinya kemudian beralih oada anak-anaknya..Rey membaringkan tubuhnya di samping Laura memeluk tubuh Laura dengan penuh cinta.