PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 40 #_Tidak Mudah Tertipu


__ADS_3

Besoknya>>>>>>>>>


Gia menuju kantor di antar El..hari ini mereka akan membahas mengenai proyek pembangunan resort di negara B.. Setelah pembahasan selesai dan menemukan titik terang nya mereka harus bersiap untuk berangkat ke negara B untuk memantau sendiri proyek itu.


"Thanks El..jadi ngrepotin"


"No problem..ayo masuk asistenku udah di dalam"


"Ok"


Gia dan El masuk..mereka berjalan berdampingan persis seperti sepasang kekasih..cocok sekali..bahkan para karyawan Gia banyak yang mengghibah jika bosnya dan tuan El itu sudah jadian atau sekedar teman dekat.


Sampai di ruangan Gia..El memilih menunggu di ruang meeting..dia tak mau membuat Gia tak nyaman dengan keberadaan nya yang terkesan mengekor.


Gia selesai dengan semua urusan nya..dia menuju ke ruang meeting..di sana Gia di sambut oleh kliennya yaitu El juga beberapa anggota dewan perwakilan lain.


"Maaf semuanya sudah membuat kalian menunggu..mari kita mulai rapatnya"


Hani mulai membagikan file yang di butuhkan untuk proyek ini..mereka mempelajari semua isi di dalam file itu kemudian mulai mengutarakan komentar mereka.


"Baiklah jika kerjasama ini tercapai maka saya sendiri yang akan meninjau proyek itu..saya akan bertanggung jawab penuh atas proyek itu" ucap Gia percaya diri.


El tersenyum..dia harus bisa membawa Gia ke negara B agar mereka bisa lebih dekat lagi.. kesempatan langka jangan di sia-siakan.


"Saya setuju nona Gia..saya percayakan proyek besar ini pada perusahaan kalian..saya juga akan ikut memantau perkembangan proyek ini secara langsung di negara B"ucap El meyakinkan para dewan yang ikut rapat.


"Baiklah tuan..nona kami setuju..semoga kerjasama ini saling menguntungkan antara kedua belah pihak"


"Terimakasih atas kepercayaan anda pada kami tuan El.."


"Sama-sama nona Gia..sudah selayaknya kita sebagai rekan bisa saling percaya"


Rapat selesai dengan hasil memuaskan.. satu Minggu lagi Gia dan El juga kedua asisten mereka akan berangkat ke negara B untuk memantau dan mengawasi langsung perkembangan proyek itu.


Skip>>>>>>>>>>


"Hari ini kalian harus berhasil membawa wanita itu ke tempat yang sudah di siapkan..aku tak mau tau dan tak mau menerima kegagalan"

__ADS_1


"Baik nona laksanakan"


Ava dan Alive tidak sabar untuk segera membuat Gia kesakitan dan menderita..mereka sudah menyiapkan segala keperluan nya..mereka pastikan sehabis ini Gia akan mati dengan sendirinya.


"Apa kau sudah tidak sabar Alice..?"


"Ya aku sangat tidak sabar melihat kehancurannya"


"Bersabarlah sebentar lagi"


Alice mengambil minumannya dan mengangkat gelas itu untuk beradu dengan gelas Ava..mereka tos menggunakan gelas itu.. sebentar lagi rencana mereka akan berhasil dan di lanjut dengan rencana masing-masing.


"Wow apa kalian sudah siap ladies..?"


"Of course..you first.. nikmatilah waktu mu bersama dia.. bersenang-senang lah" ucap Alice melambaikan tangannya.


"Tentu itu..aku tak mungkin membiarkan wanita cantik menganggur"


Joe pergi meninggalkan kedua wanita itu..dia akan melakukan rencananya..dia akan membuat Gia jatuh kedalam jebakannya..sesuai arahan.


Joe menunggu Gia di tempat strategis yang bisa mengakses seluruh informasi mengenai Gia..dia tak mau kehilangan kesempatan bagus ini..kapan lagi bersenang-senang dengan wanita cantik seperti Gia.


Tanpa Joe sadari ternyata dialah incaran Gia yang sebenarnya..Gia bukannnya tidak tau jika ada yang tengah merencanakan hal buruk padanya..dengan bantuan kakaknya Gio juga adik nya Gian dapat mengetahui hasilnya sangat cepat.


Gia bukan perempuan bodoh dan lemah yang akan dengan mudahnya tertipu.. keturunan Rey tidak akan mudah di perdaya..mereka selalu punya cara tersendiri untuk menghadapi situasi begini.


Gia sudah menyiapkan sebuah skenario demi kelancaran misinya..dia akan berakting seolah-olah dia sudah masuk dalam rencana mereka..Gia belum tau siapa saja yang berencana membuat dia jatuh.


Gia hanya tau seorang laki-laki bernama Joe yang saat ini tengah memantau nya di depan perusahaan..dia akan bermain sedikit dengan laki-laki itu..sudah lama dia tak bermain sejak beberapa bulan lalu bersama El.


"Ka Gia bersiaplah nanti sore..kami akan mengikuti mu dari belakang..jangan lepas blezermu karena sudah kami pasangi alat pelacak"


"Baiklah adikku sayang..aku percaya padamu"


"Huekkk..diamlah aku ingin muntah"


"Sialan kau..awas nanti jika misi berhasil ku habisi juga kau bersama mereka.."

__ADS_1


Telepon terputus..Gia kembali duduk di kursi kebesarannya..sedangkan El dia sudah kembali ke perusahaannya..dia sebenarnya malas ke kantor tapi mau bagaimana lagi dia harus menyiapkan file yang Gia minta untuk proyek di negara B.


"Tomy apa semua sudah selesai..?"


"Sudah bos..besok hanya tinggal menyerahkan pada nona Gia saja"


"Tidak usah..nanti saja aku berikan pada Gia.. sebaiknya kau pulang saja karena sudah waktunya pulang"


"Baiklah bos saya permisi"


"Ya"


Tomy meninggalkan ruangan El..dia tau bosnya itu tengah jatuh cinta..biarkan saja asalkan bosnya itu bahagia dia akan mendukungnya.


El melajukan mobilnya menuju perusahaan Gia..dia akan menyerahkan file yang Gia minta..biarkan saja dia di bilang menyebalkan atau terlalu banyak alasan..dia hanya ingin bertemu dan dekat dengan pujaan hatinya.


"Semoga Gia belum pulang..kalau sudah pulang lebih baik sekaligus saja kenalan dengan tuan Rey..tidak ada salahnya kan"


El bergumam sendiri memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak harus dia pikirkan..yang namanya jatuh cinta itu sudah tidak memandang siapa dan dimana.


Sampailah dia di kantor Gia..dia hendak masuk ke perusahaan tapi di urungkan karena Gia sudah keluar dadu gedung itu dan menuju mobilnya.


"Gia mau pulang..ikuti saja lah"


El mengikuti Gia..di tengah jalan mobil Gia di cegat oleh sebuah mobil yang berisikan 5 orang laki-laki berbadan kekar..El melihat itu kemudian mengernyitkan dahinya..siapa yang mencegat Gia.


"Sialan berani sekali mereja mengganggu gadisku..awas kalian akan ku buat kalian menderita" gumam El dalam hati mebahan kesalnya.


El masih memantau pergerakan Gia dan beberapa orang itu..dia hendak keluar tapi dia melihat seorang pria yang tampan tapi lebih tampan dia kemana-mana berjalan menghampiri Gia.


"Hay cantik..ikut kami saja daripada lecet"


"CK..kalian buang-buang waktu saja"


"Gadis cantik seperti nya kau tidak sabar bermain dengan ku"


"Cuihhh..tidak Sudi aku bermain dengan mu..pergi kau"

__ADS_1


Pria itu adalah Joe..dia kesal dengan kata-kata Gia..dia hendak menampar Gia tapi tangan Gia sudah lebih dulu menampar Joe dengan kerasnya hingga menyebabkan bibirnya pecah.


__ADS_2