
"By apa kau sudah mempunyai nama untuk mereka..?"
"Sudah sayang..namanya"
"Georgio Grey Wilson dan Georgia Arletta Wilson panggilannya Gio dan Gia.. bagaimana kau suka..?"
"Sangat suka by.. namanya sangat indah"
"Iya sayang seindah kehidupan ku saat kau sudah hadir..saat kau belum hadir hidupku hampa tak berarah"
"Itu sudah takdir by"
"Ya kau benar sayang.. terimakasih sudah hadir dalam kehidupan ku dan memberikan cinta yang begitu besar untukku"
"Sama-sama by..Laura juga berterimakasih pada hubby karena sudah menerima kekurangan Laura..dan membahagiakan Laura..Laura menjadi wanita paling bahagia di dunia ini"
"Love you Laura"
"Love you more hubby"
Mereka berciuman sesaat kemudian Laura melepas tautan bibirnya karena sebentar lagi pasti si kembar di bawa masuk dan itu akan membuat mereka canggung.
"Sudah by nanti kebablasan"
"Huhh..berapa lama masa nifas mu baby"
"40 hari bersih by..sabar ya"
"Huhh..iya iya"
Laura tersenyum melihat raut wajah kecewa suaminya..Laura akan berusaha membantu Rey walau tidak dengan apem nya..tanganpun jadi.
Di kamar bayi para orang tau masih dengan setia menjawil dan mengecup pipi gembul Gio dan Gia..mereka sangat gemas pada kedua bayi tampan dan cantik itu.
"Aduh kenapa cucuku sangat sempurna jeng..?" Tanya mama Rey dengan girang.
"Tentu saja mereka sempurna..siapa dulu orang tuanya jeng.."
__ADS_1
"Haha kau benar jeng..mereka sangat sempurna makannya keturunannya juga mengikuti garis nya"
"Iya kau benar jeng"
Waktunya menyusui..mereka membawa si kembar ke ruangan Laura..di sana sudah ada Rey yang selalu setia menemani Laura.
"Rey sebaiknya kau keluar saja..karena kau pasti tidak akan tahan melihatnya" saran mama Rey.
"Tidak apa mom..Rey kuat"
"Terserahlah momy sudah memperingatkan mu"
Laura mulai membuka kancing bajunya dan mengeluarkan squisy kenyal yang menjadi favorit Rey.
Rey yang melihat itu hanya bisa menelan ludah nya kasar..kenapa begitu menggoda.. shitt tahan Rey..istrimu baru melahirkan..
"Sshhh.."
"Kenapa baby..?"
"Hey boy jangan buat momy kesakitan ya..kau harus pelan-pelan oke jika tidak Dady akan memintanya"
Mama Rey dan mertuanya tertawa mendengar penuturan Rey.. benar-benar anak nakal.
Mereka memilih keluar dari kamar Laura..mereka membiarkan Laura dengan Rey mempunyai Q-time bersama anak-anak.
"Apa sakit sekali baby..?"
"Tidak terlalu karena sudah lebih mendingan si Gio nyesapnya".
"Hmm.. baiklah"
Rey bermain dengan Gia..dia toel-toel pipi gembul yang seperti bakpau itu..Rey gemas ingin sekali dia memakannya.
"Hey princess sekarang giliranmu makan..jangan nakal ya sama momy..nanti Dady marah loh"
Rey menyerahkan Gia pada Laura..Rey sendiri mengangkat tubuh mungil Gio kedalam box bayi..Rey menciumi seluruh wajah anaknya.. benar-benar Rey versi mini.
__ADS_1
Laura memperhatikan tingkah Rey yang tengh menciumi anaknya..dia tersenyum senang karena sekarang dia memiliki keluarga yang bahagia.
Skip.....
Erick dan Nila saat ini sedang berada di pusat perbelanjaan..mereka akan membeli keperluan rumah yang sudah habis.
"Nila..apakah sudah Semua..?"
"Sudah sepertinya..ayo "
"Baiklah"
Mereka membayar belanjaannya..mereka berjalan menuju parkiran..mereka jadi pusat perhatian layaknya sepasang suami istri..romantisnya.
"Kau tak apa.."
"Ah...ti.. tidak..tidak apa-apa".
"Baiklah..kau mau makan apa..?"
"Masak di rumah saja Rick"
"Oklah"
Erick dan Nila samoai di apartemen Erick..mereka turun dan membawa belanjaan menuju ke dalam apartemennya.
"Letakkan saja di situ biar nanti aku yang susun"
"Baiklah..aku mandi dulu"
"Ok"
Erick mandi lebih dulu karena memang dia sangat lelah dan juga berkeringat..Nila mulai m nyusun barang yang tadi sudah di beli..setwlah selesai Nila memilih untuk masak karena waktunya sudah memasuki jam makan siang.
"Masak apa ya..lagian aku nggak tau Erick sukanya apa..huhh udah ah yang bisa aku masak aja"
Nila mulai mengolah berbagai macam bahan makanan..dia pintar memasak karena sedari remaja dia sudah belajar mandiri..ya sejak di tinggal kedua orangtuanya Nila sadar dia tak bisa bergantung dengan orang lain..maka dari itu Nila memilih belajar sendiri.
__ADS_1