
Laura saat ini tengh berada di sebuah gudang bekas kantor yang sudah terbengkalai..Laura di ikat di sebuah kursi dengan tangan yang terikat serta mulut yang di sumpal kain.
Laura tersadar dari pingsannya..Laura menelisik setiap sudut ruangan dimana dia berada.
'Ini dimana..akhh perutku sakit..nak kamu yang kuat ya sayang..maafin momy yang bodoh ini..hubby tolongin Laura hubby..Laura takut' Laura membatin.
Tak berapa lama tampak sepasang suami istri paruh baya masuk kedalam ruangan dimana Laura berada..mereka berjalan dengan angkuh serta tatapannya begitu ingin menerkam Laura hidup-hidup.
"Kau sudah bangun ternyata putri tidur"ucap sang wanita paruh baya itu menghampiri Laura.
"Emmmmm...." Laura mengoceh ntah apa itu karena mulutnya tersumpal jadi tak jelas.
"Kau bicara apa sih..lebih baik diam dan jangan berisik"
Wanita paruh baya itu menghampiri sang suami yang hanya melihat dari dekat.
"Sayang bagaimana..apa kau sudah membuat kesepakatan dengan keluarga Sombong itu..?"
"Tenang saja sayang..aku sudah memberitahukan pada mereka"
"Kau terbaik sayang"
"Laura anakku sayang bagaimana rasanya jadi anggota keluarga Wilson sayang..apakah hidupmu sudah enak..cihh..harusnya kau menderita seperti kami bukan malah kau bahagia dengan mereka.."
PLAKK...........
Istri tuan Anderson menampar Laura karena begitu kesal..dia kira hidup Laura akan lebih menderita dengan keluarga Wilson tapi ternyata dia salah..Laura justru seperti ratu di keluarga itu..tentu saja dia tak rela.
"Sudah mom..bisa mati duluan dia"
"Aku sudah sangat ingin menghabisi dia dad"
"Tahan sebentar lagi jika uangnya sudah berada di tangan kita maka kau bisa membunuhnya"
"Huh.. baiklah"
Mereka keluar dari ruangan Laura berada..mereka menunggu kedatangan keluarga Wilson untuk mendapatkan keuntungan dari mereka jika ingin Laura selamat.
Di tempat lain Rey dan tuan Wilson sudah tau jika yang menculik Laura adalah orang tua angkatnya Laura sendiri..Rey begitu emosi ketika mendengarnya..Rey bersumpah jika sampai terjadi sesuatu pada Laura dan anak mereka maka Rey sendiri yang akan membunuh dua manusia iblis itu dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Dad sebaiknya kita segera menuju ketempat Laura..perasaanku tak enak dad"
"Tenang dulu Rey..jangan panik dan jangan gegabah..Dady tau kau khawatir pada mereka tapi kita harus buat perencanaan yang matang agar Laura dan cucu Dady aman"
"Baiklah dad..cepat ya dad perasaan Rey benar-benar tidak enak Sekarang"
"Baiklah mari kita kesana Rey"
Mereka menuju ketempat Laura di sekap..sepanjang jalan Rey begitu gelisah memikirkan keadaan Laura dan anaknya.
"Tenang Rey"
"Hem"
Sementara itu Laura benar-benar kesakitan.. perasaan Laura juga tidak enak memikirkan keadaan anaknya yang masih dalam kandungan.
tuan Anderson dan istrinya sekarang berada di ruangan tempat laura di sekap..mereka benar-benar tidak sbaar menantikan kehadiran tamunya.
"Emmm..emmmm"
"DIAM KAU ANAK PUNGUT"
Akhirnya istri tuan Anderson membuka penyumpal mulut Laura.
Plak...
satu tamparan mendarat mulus di pipi Laura.
"Kalau aku bilang diam maka diamlah apa kau tuli hah"
"Dasar wanita iblis.."
Plakk.. plakkk..
"Mom sudah kau tak lihat dia hampir mati..jika sampai dia mati terlebih dahulu maka kesempatan kita untuk mendapatkan keuntungan akan hilang..jangan bodoh kau"
"Huhhh..huhhh..huhh kau benar dad"
Setelah puas menyiksa Laura hingga terkapar kini mereka hanya tinggal menunggu kedatangan keluarga Wilson.
__ADS_1
Tak selang berapa lama akhirnya tamu agung yang mereka nanti tiba di tempat Laura di sekap..mereka menyambutnya dengan antusias.
"Selamat datang tuan Anderson dan menantuku nak Rey hahaha"
"Cihh..aku tak Sudi punya mertua sepertimu"
"Hahaha terserah kau saja nak Rey.. bagaimana apa kalian sudah membawa tebusannya"
Bruk...
Tuan Anderson melemparkan sebuah koper yang berisi uang tentunya uang palsu mana mau mereka di bodohi oleh orang selicik Anderson.
"Kalian cek isi dari koper itu"
Para anak buah Anders memeriksa isi dalam koper..selang beberapa saat mereka telah selesai dan segera melapor pada bosnya.
"Asli tuan"
"Kau yakin..?"
"Ya..saya yakin"
"Baiklah kau bawa perempuan yang tadi"
"Baik tuan"
Anak buah Anderson membawa Laura ke hadapan Rey dan tuan Wilson..ketika Rey melihat kondisi Laura yang begitu mengenaskan..Rey langsung emosi dengan segera dia arahkan pistol yang ia pegang dan kemudian Rey menarik pelatuk nya..tuan Anderson tertembak di dadanya seketika dia tumbang.
DOR...
"Akhhhh"
Rey meraih Laura kedalam pelukannya karena Laura begitu lemah..istri tuan Anderson melihat sang suami tergeletak di tanah langsung merebut pistol milik anak buah tuan Anderson dan menembaknya ke arah Rey tapi bukan Rey yang tertembak melainkan Laura yang melindungi sang suami.
DOR....
"Akhhhh..sshh"
"Baby..kau..kau..tidak baby..tidak..maafkan aku syaang.. maafkan aku "
__ADS_1
"Hubby..i love..y..you"