PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 40_Perubahan Sikap Laura


__ADS_3

Rey seperti di hantam gada..dia sesak mendengar kalimat yang istrinya utarakan..dia bahkan tidak tau jika Laura tidak suka sayuran.. akhir-akhir ini memang dia tidak memperhatikan istrinya dengan baik..rey merasa bersalah..bodoh kau Rey.


"Mom,dad aku berangkat dulu ada meeting penting hari ini"


"Hati-hati nak..jangan terlalu sibuk dengan urusan kantor Rey..pikirkan juga Laura dan anak-anak" mama Rey mengingatkan Rey agar tidak selalu pekerjaan..kerja memang penting tapi waktu bersama keluarga juga perlu.


"Hm"


Rey pergi begitu saja tanpa pamit pada Laura..seketika Laura pamit ke kamar beralasan pusing..mama Rey memperhatikan perubahan sikap Laura dan Rey.


"Dad..apa kau tak merasakan perubahan sikap mereka..?"


"Kenapa..?"


"Mony rasa ada sesuatu dengan mereka berdua..tidak biasanya Rey tidak pamit pada Laura..Laura juga terlihat murung..bahkan dia memaksakan makan sayuran yang jelas-jelas dia hindari beberapa waktu ini"


"Kau benar.. biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka mom..jika sudah tidak bisa maka kita akan bertindak"


"Iya dad..kau benar..dad apa kita jadi kembali ke rumah..tapi sebelum Laura melahirkan kita sudah harus kembali"


"Iya mom..jadi..tenang saja..Laura juga masih kurang 3 bulan lagi kan..jadi kita punya waktu cukup "


"Baiklah biar nanti malam kita berpamitan pada mereka"


"Baiklah"


Mama dan papa Rey mulai berkemas untuk kembali ke rumahnya di negara X..mereka akan menghadiri acara saudaranya..serta ada beberapa pekerjaan di kantor pusat yang harus papa Rey handle dulu.


Di kamar Laura duduk diam sambil menatap jendela kamarnya..dia merasakan pusing dan kram di perut nya.


"Maafkan momy sayang..momy terlalu lemah..momy berjanji akan tegar..bantu momy ya"

__ADS_1


Laura memilih tidur karena badannya begitu lelah dan lemah.. perutnya juga kram karena banyak tekanan.


Rey di kantor tak tenang..dia memikirkan lagi ucapan mamanya tentang Laura yang tidak suka sayuran..tapi dengan bodohnya dia mengambilkan sayuran untuk Laura.


"Kenapa aku bodoh sekali sih..haishhh tidak seharusnya aku seperti itu pada Laura.. bagaimana pun dia tidak bersalah..maafkan aku baby..maaf ketidaktahuan ku"


Rey termenung dan pikirannya teralihkan oleh ponselnya..dia buka dan itu ternyata pesan dari mamanya.


Mama Rey berpamitan padanya karena mereka harus kembali ke negara X..Rey membalas pesan mamanya singkat.. kemudian dia mulai teringat bahwa kamarnya ada cctv,.bodoh kenapa tidak dari tadi.


"Astaga Rey kau bodoh sekali sih..kamarmu kan ada cctv nya..kau bisa memantau istrimu dari sini..hiiish... benar-benar bodoh"


Rey melihat layar ponsel nya dan tertera di sana ada Laura tengh meringkuk memeluk dirinya sendiri..sakit..itulah yang Rey rasakan saat ini ketika melihat keadaan istrinya seperti itu.


"Maafkan aku baby.. seharusnya aku lebih perhatian padamu..maafkan Dady nak..Dady bersalah"


Rey meratapi layar ponselnya..dia melihat Laura bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya..dia juga melihat Laura seperti kesakitan.. perutnya yang membesar dan itu membuatnya susah bergerak.


Rey mulai fokus pada pekerjaan nya dan tidaj sabar untuk segera pulang dan merengkuh tubuh istrinya..dia bersalah pada Laura.. benar-benar sakit melihat keadaan istrinya seperti itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore..Rey bergegas pulang dan ingin segera memeluk istrinya.. beberapa hari ini dia terlalu banyak bekerja dan itu membuat nya benar-benar jauh dari Laura.


Tibalah Rey di rumah..dia mencari Laura kesana-kemari namun tak menemukannya..mungkin dia di kamar.


"Laura..baby..kau dimana..?"


Asisten rumah tangga yang bekerja paruh waktu menghampiri Rey..dia berkata bahwa Laura ada di taman.


Rey memilih mandi terlebih dahulu sebelum bertemu Laura..dia ingin membuat kejutan untuk menebus kesalahannya.


Laura masuk kedalam rumah dengan peluh di dahinya..Laura duduk di sofa sambil memijit kepalanya yang tiba-tiba sakit serta badannya yang lelah.

__ADS_1


Rey turun dan menghampiri Laura yang tengh memijit kepalanya..Rey kasihan pada Laura karena nya Laura jadi seperti ini.


" Baby..kau kenapa..?" tanya Rey dengan suara lembut.


"Tidak apa-apa" jawab Laura dengan suara datar.


Rey menghela nafas panjang..ini salahmu Rey..kau yang bersalah ingat itu.


"Baby..kau sudah makan..?"


"Sudah"


"Mau sesuatu..aku tadi membawa coklat apa kau mau..?".


"Tidak usah"


"Maafkan aku"


Rey memegang tangan istrinya yang muali membengkak..dia elus tangan Laura dan dia kecup tangan istrinya.


"Maafkan aku baby..aku salah..tidak seharusnya aku seperti itu pada mu"


"Apa salahmu..?"


"Aku salah sudah memarahimu..membentakmu..bahkan tidak perhatian padamu..aku terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga membuatmu terlantar..maafkan aku yang bodoh ini baby"


"Ya"


Setelah menjawab permintaan maaf Rey Laura melangkah menuju kamar nya..dia akan mandi karena badannya benar-benar bau keringat dan lengket..dia biarkan Rey di ruang tamu memikirkan bagaimana caranya membujuk bumil nya.


"Arkhhhhh..harusnya aku bisa mengontrol emosi ku waktu itu..lihatlah sekarang kau sukses menyiksa dirumu sendiri Rey..selamat atas kebodohan mu"

__ADS_1


Rey hanya menyalahkan dirinya sendiri setelah melihat perubahan sikap Laura padanya..sukurin kau makannya jangan bikin bumil ngambek.


__ADS_2