
Empat hari sudah Rey dan Laura di sana..mereka menikmati waktu bersama..Rey bukan tak tau jika si Julian masih berusaha mendekati Laura..dia sudah bersiap dan waspada jika-jika tuan Julian nekat atau semacam nya.
Rey bahkan menyiapkan tambahan anak buah untuk menjaga dia dan kaura dari jauh..setiap gerak-gerik Julian juga selalu di pantau oleh para anak buah Rey.
"Apa kau senang baby..?"
"Ya hubby..Laura senang"
"Aku bahagia jika kau senang"
"Ini sangat indah by.."
"Aku bisa menyiapkan yang lebih dari ini.." ucap Rey menyombongkan diri.
"Sombong"
"Hey beneran baby"
"Terserah"Laura mencebikkan bibirnya.
"Hahaha.. baiklah..besok ada acara jamuan makan malam di dekat hotel apa kau mau hadir bersama ku..?"
"Tentu saja lah..masa Laura biarin hubby sendiri"
"Waw.. seperti nya ada bau-bau kecemburuan"
Laura memukul lengan Rey pelan dia gemas di goda terus..kapan dia bisa balik menggodanya.
"Sudah malam ayo istirahat.. olahraga nya mau sekarang atau nanti kalau sudah pagi baby..?"
"Ishhh..tau ah.. olahraga terus pikiran mu by"
"Tentu saja..ada istri yang cantik di sampingku jangan sampai nganggur..lagian Jono sudah siap bertempur baby"
"Huhh..tau ah"
Laura masuk dan meninggalkan Rey sendirian di balkon..Rey menyusul Laura dia tak mau Jono keselek air tajinnya sendiri jika tidak jadi bertempur.
Akhirnya perang ranjang terjadi..Rey begitu menikmatinya begitu juga dengan Laura..mereka sama-sama menikmati perang ranjangnya.
Skip.........
"Kalian bersiaplah nanti malam..ingat sasaran jangan meleset"
"Baik bos"
"Bagus..jangan sampai lengah"
__ADS_1
"Siap bos..kami akan pastikan target "
"Good job..aku percaya pada kalian"
Orang itu duduk di kursinya..dia menikmati secangkir kopi pahit pekat di tangannya.
"Sebentar lagi rasa pahit ini akan terbayar lunas..tunggu sebentar lagi hahaha"
Orang itu memandangi sebuah foto seorang wanita tentu wanita cantik..dia mengagumi sosok wanita yang ada di dalam foto itu.
"Aku tak sabar ingin segera memilikimu.. tunggu sebentar saja maka kau akan menjadi milikku"
Orang itu mengatur rencana sedemikian rupa untuk menghabisi seseorang..dia sangat dendam karena telah di rugikan..rasa malunya benar-benar sudah membuatnya salah kaprah.
Malamnya............
Malam pun tiba..Laura sudah bersiap dengan penampilan nya yang memukau..Rey terkesima melihat istrinya seperti seorang model.
Gaun warna hitam dengan lengan pastinya..serta sabuk di pinggangnya yang menambah kecantikan dan keindahan penampilan nya..Rey seakan tak rela membagi kecantikan istrinya.
"Baby..kau terlalu cantik.." rengek Rey melihat Laura terlalu cantik.
"Astaga by..ini gaun pilihanmu..riasannya juga kau yang mengaturnya..lalu bagaimana apa tidak usah pakai baju saja hm..?" Laura kesal dengan tingkah Rey.
"Hey jangan bicara melantur ya..enak saja..huhh baiklah pakai jasku saja agar tubuhmu tidak di lihat mata laki-laki lain..aku tidak rela baby tidak rela"
Rey melepaskan jasnya dia memakaikan pada Laura untuk menutupi tubuh Laura..Laura menerima dengan lapang dada..dia pakai dan atur sedemikian rupa.
Rey sekali lagi melihat Laura..dia benar-benar tidak rela membagi kecantikan istrinya..adakah plastik wrap untuk membungkus istrinya saja.
Akhirnya mereka menuju lokasi yang sudah di tentukan..tak jauh dari hotel mereka menginap..para anak buah Rey sudah menyeterilkan semuanya.
"Ayo baby pelan-pelan"
"Terimakasih hubby"
Laura masuk dia melingkarkan tangannya pada lengan Rey..mereka menjadi pusat perhatian semua orang.. benar-benar pasangan sempurna.
"By Laura malu"
"Tidak apa..ada aku"
"Baiklah"
Mereka menghampiri rekan bisnis Rey..menyalami satu persatu tapi Laura tidak dia menjaga diri dari laki-laki lain.
Laura hanya mengangguk dan tersenyum saja sebagai bentuk pengganti salaman.
__ADS_1
"Wah tuan Rey istri anda sangat cantik..sepetinya istriku harus banyak belajar dari istri anda tuan" ucap salah satu rekan bisnis Rey.
"Benarkah begitu..hahaha "
Mereka tertawa bersama mencair kan suasana..Laura hanya makan dan minum dari Rey dia tak berani mengambil sendiri takut salah ambil dan berujung memalukan.
Di saat mereka tengah berbincang tiba-tiba lampu ruangan itu mati..Laura reflek memeluk Rey..dia sesak..ingatan tentang gudang kembali terulang.
Rey juga merasakan tubuh Laura bergetar..dia tau istrinya phobia gelap..shitt kenapa harus mati lampu segala sih apa mereka belum membayar listriknya.
"Baby..hey dengarkan aku.. sayang..Laura fokus sayang" Rey mencoba menenangkan Laura yang tengah ketakutan.
Laura tak mendengarkan Rey..dia masih gemetar..dia semakin sesak.. tiba-tiba dia lemas..Rey panik..istrinya itu benar-benar phobia..jika berlama-lama akan seperti ini jadinya.
"By..la..Laura..ta..takut by..se..ssesak "ucap Laura sambil memegang tangan Rey lebih tepatnya meremas.
"Laura sayang dengarkan aku..hey tenanglah..jangan begini..Laura..fokus sayang..hey..jangan sepeti ini Laura..shitt kenapa tidak menyala SIALAN"
"B..by..sse..sesak..b..by..am..pun..hiks.." racau Laura yang semakin merasa sesak.
Rey berteriak..kepanikan melandanya..istrinya sudah lemas..tapi lampunya sama sekali tidak ada tanda-tanda menyala.
Anak buah Rey dengan sigap menangani kekacauan yang terjadi..mereka berusaha memperbaiki lampunya.
Tak berapa lama kemudian lampu menyala..ketika sudah menyala mereka semua sudah terkepung oleh orang-orang berbaju hitam dan juga menodongkan pistol pada semua yang ada di ruangan itu.
Rey mengumpat..dia harus segera membawa Laura ke rumah sakit tapi sialnya ada saja hal seperti ini..ingin rasanya Rey memaki author nya..π.
"Shitt apa mau kalian...katakan jangan bertele-tele" ucap Rey yang seakan tau maksud orang-orang ini.
"Mau kami kau mati"
"Huhh..sudah bermainnya..?" jawab Rey enteng.
"Hahah kau tak bisa kemana-mana sebelum menjadi mayat"
Rey semakin jengah..dia sudah kehilangan kesabaran..istrinya harus segara mendapatkan penanganan..yang Rey pikirkan hanyalah kondisi Laura.
Rey dengan sigap merebut pistol yang di pegang orang itu kemudian menembaknya dan beralih yang lain dan seterusnya tentu di bantu anak buahnya yang lain.
Sedikit perkelahian antar Rey dan orang bayaran itu..Rey terkena tonjok di pelipisnya..tapi akhirnya Rey berhasil memenangkan pertarungan itu.
Setelah orang bayaran itu di lumpuhkan semua Rey berkata dengan lantang dan tegas.
"Siapapun yang menyuruh kalian jika kalian mau jujur maka akan aku ampuni tapi jika kalian memilih tutup mulut maka jangan panggil aku Reyhan Jade Wilson jika tak bisa memberikan hukuman mati yang menyakitkan.."
"Satu lagi jika istriku kenapa-kenapa maka kalian akan aku umpankan pada leopard kesayangan ku..itulah hukuman jika berani mengusik ketenangan ku..hubungi bos kalian suruh menghadapi ku sebelum aku sendiri yang menjemput nya bagai seorang malaikat maut yang siap mencabut nyawa nya..camkan itu"
__ADS_1
Rey melenggang pergi menuju rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Laura..dia takut istrinya kenapa-kenapa..pucat,lemas,Rey tak bisa tenang jika belum di tangani dokter.